Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Catatan Batiwakkal

Jaga Kualitas Beras Petani, Dinas Pangan Berau Bangun Rumah Gilingan Padi Permanen

Nurismi • Jumat, 10 Juli 2026 | 14:10 WIB
DIBUAT PERMANEN: Dinas Pangan Berau merencanakan pembangunan rumah gilingan padi permanen di Kampung Semurut. (DINAS PANGAN UNTUK BERAU POST)
DIBUAT PERMANEN: Dinas Pangan Berau merencanakan pembangunan rumah gilingan padi permanen di Kampung Semurut. (DINAS PANGAN UNTUK BERAU POST)

BERAU POST– Dinas Pangan Berau berencana membangun rumah gilingan padi permanen di Kampung Semurut, Kecamatan Tabalar, tahun ini. Saat ini, prosesnya masih dalam tahap survei lokasi, sekaligus melengkapi persyaratan administrasi berupa hibah lahan.

Kepala Bidang Distribusi dan Cadangan Pangan Dinas Pangan Berau, Basri, mengatakan, Kampung Semurut dipilih karena memiliki kawasan percetakan sawah baru serta kelompok tani yang aktif mengembangkan sektor pertanian.

"Kita (Pemerintah, red) ingin memfasilitasi pembangunan rumah gilingan padi secara utuh, supaya hasil beras yang dihasilkan masyarakat memiliki kualitas yang lebih baik," ujarnya kemarin (9/7).

Bebernya, keberadaan rumah gilingan padi menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga mutu hasil panen.

Selama ini, mesin penggilingan padi di Kampung Semurut sebenarnya sudah tersedia, namun bangunan yang digunakan untuk melindungi mesin tersebut sudah kurang layak.

Adapun rumah gilingan yang ada saat ini masih terbuat dari kayu dan telah mengalami kerusakan di sejumlah bagian. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi kualitas gabah maupun beras, terutama ketika musim hujan.

"Kalau rumah gilingan padinya bocor, saat hujan gabah bisa terkena air. Ketika digiling, kualitasnya tentu tidak maksimal. Dampaknya juga bisa berpengaruh terhadap nilai jual beras di masyarakat," jelasnya.

Karena itu, pihaknya berencana membangun rumah gilingan padi baru yang permanen. Sementara mesin penggilingan yang masih layak digunakan nantinya dapat ditempatkan di bangunan baru tersebut.

"Penggilingan padinya sudah ada. Saat kami survei, ada dua unit penggilingan di sana yang masih bagus. Yang kita fasilitasi adalah pembangunan rumah gilingan padinya karena bangunan lamanya sudah lapuk," katanya.

Saat ini, pembangunan tersebut masih menunggu penyelesaian proses hibah lahan dari masyarakat atau kelompok tani.

Agar pembangunan aset pemerintah tidak berdiri di atas lahan milik pribadi yang berpotensi menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari.

"Kami meminta kelompok tani membuat akta hibah terlebih dahulu. Pemerintah akan kesulitan membangun kalau status lahannya masih milik pribadi. Dengan adanya hibah, status lahannya menjadi jelas," ungkapnya.

Adapun lahan yang disiapkan untuk pembangunan rumah gilingan padi memiliki ukuran sekitar 20x45 meter. Rencananya, fasilitas tersebut akan dimanfaatkan oleh anggota kelompok tani yang menerima bantuan.

Berbeda apabila dikelola oleh gabungan kelompok tani (Gapoktan), maka anggota kelompok yang tergabung di dalamnya dapat memanfaatkan fasilitas tersebut.

Ia berharap pembangunan rumah gilingan padi pertama di Kampung Semurut dapat berjalan sesuai rencana dan dimanfaatkan secara optimal.

Jika ke depan kapasitasnya dinilai belum mencukupi atau terdapat kelompok tani lain yang membutuhkan, pihaknya akan mempertimbangkan pembangunan fasilitas serupa di lokasi lain.

Untuk pembangunan rumah gilingan padi tersebut, Dinas Pangan menyiapkan anggaran sekitar Rp 200 juta melalui APBD murni tahun 2026.

Ia berharap keberadaan rumah gilingan padi permanen dapat menjadi salah satu upaya mendukung ketahanan pangan di Kabupaten Berau, sekaligus meningkatkan kualitas hasil panen petani.

"Semoga bantuan ini benar-benar dimanfaatkan dengan baik. Ini juga menjadi salah satu upaya mendukung ketahanan pangan. Kalau memang nantinya masih dibutuhkan, kita bisa memikirkan pembangunan unit rumah gilingan padi berikutnya," tutupnya.
Sebelumnya, upaya memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Berau kembali diwujudkan melalui kegiatan tanam padi perdana di lokasi cetak sawah rakyat do Kampung Semurut, Kecamatan Tabalar, Sabtu (4/7) lalu.
Kegiatan tersebut menjadi momentum penting dalam pemanfaatan lahan sawah baru, guna mendukung peningkatan produksi pangan daerah.
Dandim 0902/Berau Letkol Inf. M. Faisal Idris, menegaskan bahwa kegiatan tanam padi perdana tersebut bukan sekadar seremoni semata, melainkan langkah awal yang sangat strategis dalam pemanfaatan lahan sawah baru untuk meningkatkan produksi pangan dan memperkuat ketahanan pangan daerah.
Menurutnya, program cetak sawah rakyat merupakan bentuk sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, serta seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung terwujudnya swasembada pangan nasional. 
“Penanaman perdana ini menjadi tonggak awal pemanfaatan lahan sawah baru yang diharapkan mampu meningkatkan produksi pangan sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional,” ujarnya
“Berau memiliki potensi lahan pertanian yang sangat besar dan perlu dikelola secara optimal. Untuk itu, kami mendorong penerapan teknologi pertanian modern, penggunaan benih unggul, serta pengelolaan sistem irigasi yang baik guna meningkatkan produktivitas hasil panen,” sebutnya. (aja/sam)

Editor : Nurismi
#kualitas beras #Dinas Pangan Berau