Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Catatan Batiwakkal

Curiga Kardus Roti Berisi Buah Pir, Petugas Rutan Berau Temukan Poket Sabu

Nurismi • Kamis, 9 Juli 2026 | 19:25 WIB
MANKAN: Pelaku DM (baju putih) yang tertunduk saat kedapatan membawa sabu-sabu ke dalam rutan. (ARTA KUSUMA YUNANDA/BP)
MANKAN: Pelaku DM (baju putih) yang tertunduk saat kedapatan membawa sabu-sabu ke dalam rutan. (ARTA KUSUMA YUNANDA/BP)

BERAU POST – Upaya penyelundupan narkotika ke dalam Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Tanjung Redeb kembali berhasil digagalkan.

Berkat kejelian dan ketelitian petugas saat melakukan pemeriksaan barang bawaan pengunjung, satu poket yang diduga berisi sabu berhasil ditemukan sebelum sempat masuk ke dalam lingkungan rutan.

Pelaku berinisial DM (45) diamankan setelah kedapatan membawa barang mencurigakan saat hendak membesuk salah seorang Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) LH (26), yang diketahui tengah menjalani hukuman dalam perkara penyalahgunaan narkotika.

Kepala Rutan Kelas IIB Tanjung Redeb, Rian Permanan, menjelaskan, pengungkapan tersebut bermula ketika petugas pelayanan kunjungan merasa curiga terhadap barang bawaan yang dibawa oleh DM.

Menurutnya, saat itu pelaku membawa sebuah kardus roti yang diklaim berisi makanan untuk keluarga yang dibesuk.

Namun, ketika dilakukan pemeriksaan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP), isi kardus tersebut justru tidak sesuai dengan kemasannya.

"Petugas melihat ada kejanggalan. Kardus yang dibawa merupakan kardus roti, tetapi ketika dibuka ternyata isinya buah pir. Dari situ kecurigaan petugas semakin kuat, sehingga dilakukan pemeriksaan lebih mendalam," ujar Rian kepada awak media Rabu (8/7).

Kecurigaan tersebut akhirnya terbukti. Saat memeriksa satu per satu isi bawaan, petugas menemukan satu poket kecil yang diduga berisi sabu-sabu yang disembunyikan di dalam kardus tersebut.

Tanpa menunggu lama, petugas langsung mengamankan barang bukti beserta pengunjung yang bersangkutan. Selanjutnya, pihak Rutan segera berkoordinasi dengan Satresnarkoba Polres Berau untuk penanganan lebih lanjut.

"Demi menjaga integritas dan keamanan di dalam rutan, kami langsung menghubungi Satresnarkoba Polres Berau agar dilakukan proses penyelidikan sesuai kewenangan kepolisian," katanya.

Dalam pemeriksaan awal, DM mengakui dirinya datang untuk membesuk LH. Dari hasil pendalaman sementara, diketahui bahwa LH masih memiliki hubungan kekerabatan dengan DM.

Seluruh barang bukti beserta pelaku kemudian diserahkan kepada penyidik Satresnarkoba Polres Berau guna mengungkap asal-usul narkotika tersebut, serta kemungkinan adanya jaringan yang lebih besar di balik upaya penyelundupan tersebut.

Rian menegaskan, pihaknya tidak akan memberikan ruang sedikit pun terhadap segala bentuk penyelundupan barang terlarang ke dalam rutan, khususnya narkotika.

Menurutnya, seluruh petugas telah diinstruksikan selalu menjalankan SOP pemeriksaan secara ketat terhadap setiap orang maupun barang yang masuk ke area rutan.

"Kami tidak akan main-main terhadap upaya penyelundupan narkoba. Siapa pun yang mencoba memasukkan barang terlarang ke dalam Rutan akan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Pengawasan akan terus kami perketat agar peredaran narkoba tidak memiliki celah masuk ke dalam lingkungan pemasyarakatan," tegasnya.

Terpisah, Kasat Resnarkoba Polres Berau, AKP Agus Priyanto, mengapresiasi kesigapan petugas Rutan Kelas IIB Tanjung Redeb yang berhasil menggagalkan penyelundupan tersebut.

Menurutnya, keberhasilan itu menunjukkan bahwa petugas Rutan telah menjalankan prosedur pemeriksaan secara maksimal dan tidak lengah dalam mengawasi keluar masuknya pengunjung.

"Kami mengapresiasi langkah cepat petugas Rutan yang berhasil mendeteksi adanya upaya penyelundupan narkotika. Ini membuktikan SOP pemeriksaan benar-benar diterapkan dengan baik," ujarnya.

Saat ini, penyidik Satresnarkoba Polres Berau masih melakukan pendalaman terhadap kasus tersebut, termasuk menelusuri dari mana pelaku memperoleh sabu yang hendak diselundupkan ke dalam Rutan.

Pihak kepolisian juga membuka kemungkinan adanya keterlibatan jaringan lain dalam kasus tersebut.

"Penyelidikan masih terus berjalan. Kami akan mengembangkan kasus ini untuk mengungkap asal barang haram tersebut serta kemungkinan adanya pelaku lain yang terlibat. Tidak menutup kemungkinan akan mengarah kepada jaringan yang lebih besar," pungkas Agus. (aky/sam)

Editor : Nurismi
#penyelundupan sabu #Rutan Tanjung Redeb