Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Catatan Batiwakkal

Bukan Cuma Gizi, Lingkungan Bersih Melalui Bank Sampah Mampu Tekan Stunting Berau

Nurismi • Rabu, 8 Juli 2026 | 14:20 WIB
EDUKASI: Dinkes Berau menggelar kegiatan pengelolaan sampah berbasis masyarakat sebagai strategi mendukung percepatan penurunan stunting, Selasa (7/7). (IZZA/BP)
EDUKASI: Dinkes Berau menggelar kegiatan pengelolaan sampah berbasis masyarakat sebagai strategi mendukung percepatan penurunan stunting, Selasa (7/7). (IZZA/BP)

BERAU POST – Upaya menekan angka stunting di Kabupaten Berau tidak hanya bergantung pada pemenuhan gizi maupun layanan kesehatan.

Pengelolaan lingkungan khususnya penanganan sampah berbasis masyarakat, dinilai menjadi salah satu faktor penting yang turut menentukan keberhasilan percepatan penurunan stunting.

Hal itu mengemuka dalam kegiatan bertema Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat sebagai Strategi Mendukung Percepatan Penurunan Stunting yang digelar Dinas Kesehatan (Dinkes) Berau, Selasa (7/7).

Pada kesempatan itu Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Berau, Muhammad Said, mengatakan, kegiatan tersebut penting untuk memberikan pemahaman bahwa persoalan stunting tidak hanya dipengaruhi oleh asupan gizi, tetapi juga erat kaitannya dengan kondisi lingkungan tempat masyarakat tinggal.

"Materinya sangat baik karena menjelaskan hubungan antara sampah dengan stunting. Ternyata pengelolaan sampah atau faktor lingkungan itu sangat dominan dan berpengaruh terhadap angka stunting yang ada," katanya.

Berdasarkan data, Kabupaten Berau saat ini berada di peringkat kelima angka stunting di Kalimantan Timur. Posisi tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah agar berbagai upaya penanganan dapat terus diperkuat. "Tentu kita berharap angkanya bisa terus ditekan," ujarnya.

Menurutnya, edukasi mengenai pengelolaan sampah perlu terus diperluas hingga ke tingkat kecamatan, kelurahan, dan kampung.

Dengan melibatkan seluruh perangkat daerah, diharapkan lahir kesamaan pemahaman mengenai pentingnya menciptakan lingkungan yang bersih, sanitasi yang layak, dan pola hidup sehat sebagai bagian dari upaya menekan stunting.

"Bagaimana mengelola sampah yang baik, menciptakan lingkungan yang bersih dan sanitasi yang sehat. Itu menjadi tanggung jawab bersama seluruh perangkat daerah," jelasnya.

Pengelolaan sampah berbasis masyarakat dapat dilakukan melalui berbagai inovasi yang disesuaikan dengan karakteristik masing-masing wilayah.

Salah satunya dengan mengaktifkan kembali bank sampah, maupun memanfaatkan dana RT untuk mendukung program pengelolaan sampah di lingkungan masyarakat.

"Kita berharap bank sampah bisa diaktifkan kembali, kemudian ada inovasi di tingkat RT dengan memanfaatkan dana RT untuk program pengelolaan sampah. Camat dan lurah tentu lebih memahami kondisi wilayahnya masing-masing, karena setiap daerah memiliki karakteristik yang berbeda," katanya.

Selain menciptakan lingkungan yang lebih sehat, pengelolaan sampah yang baik juga dapat memberikan nilai ekonomi apabila masyarakat mampu melakukan pemilahan dan pengolahan sampah secara tepat.

Sementara itu, Kepala Dinas Berau, Lamlay Sarie, mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari orientasi inovasi gerakan masyarakat dalam pengelolaan sampah berbasis masyarakat, sebagai strategi mendukung percepatan penurunan stunting di Berau.

Stunting hingga kini masih menjadi salah satu tantangan nasional dalam pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas. Karena itu, penanganannya tidak dapat hanya mengandalkan intervensi di sektor kesehatan.

"Penurunan angka stunting tidak hanya bergantung pada intervensi spesifik, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh intervensi sensitif. Salah satu komponen pentingnya adalah penyediaan sanitasi lingkungan yang sehat, serta pengelolaan sampah rumah tangga yang baik," ujarnya.

Djelaskan, keberhasilan intervensi sensitif sangat membutuhkan keterlibatan berbagai sektor. Mulai dari pemerintah daerah, OPD teknis, hingga TP PKK di tingkat kabupaten, kecamatan, dan kampung.

“Peran TP PKK dinilai strategis karena bersentuhan langsung dengan masyarakat dalam membangun kesadaran serta mendorong perubahan perilaku terkait kebersihan lingkungan,” ucapnya.

Pihaknya berharap terbangun komitmen bersama antarpemangku kepentingan untuk mewujudkan lingkungan yang sehat, sekaligus mendukung percepatan penurunan angka stunting di Berau.

“Selain memperkuat koordinasi lintas sektor, diharapkan juga mampu mendorong aksi nyata masyarakat dalam memilah, memanfaatkan, dan mengelola sampah rumah tangga secara lebih optimal,” tutupnya. (aja/sam)

Editor : Nurismi
#stunting #pengelolaan sampah #pemkab berau