Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Catatan Batiwakkal

Maksimalkan Promosi, Disbudpar Berau Desak Kepala Kampung Segera Setor Jadwal Festival Budaya

Nurismi • Selasa, 7 Juli 2026 | 11:40 WIB
ILUSTRASI: Disbudpar Berau akan menata event-event yang ada di 100 kampung dan 10 kelurahan agar konsisten masuk dalam kalender wisata Kabupaten Berau. (IZZA/BP)
ILUSTRASI: Disbudpar Berau akan menata event-event yang ada di 100 kampung dan 10 kelurahan agar konsisten masuk dalam kalender wisata Kabupaten Berau. (IZZA/BP)

BERAU POST – Penyelenggaraan kegiatan adat di setiap kampung atau kelurahan diminta tidak lagi ditentukan secara mendadak. Disbudpar Berau meminta adanya penetapan jadwal pelaksanaannya, agar lebih konsisten.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya Disbudpar Berau dalam menyusun Calendar of Event atau Kalender Wisata Kabupaten Berau selama satu tahun penuh.

Kepala Disbudpar Berau, Yudha Budisantosa, mengatakan, kepastian jadwal tersebut diperlukan agar seluruh agenda budaya yang digelar di berbagai kampung dapat masuk dalam kalender pariwisata daerah sejak awal tahun.

“Dengan begitu, promosi wisata dapat dilakukan lebih maksimal dan terarah kepada calon wisatawan,” katanya belum lama ini.

Menurutnya, selama ini sektor kebudayaan di tingkat kampung dan promosi pariwisata daerah masih berjalan sendiri-sendiri.

Kondisi tersebut tentunya membuat potensi budaya yang dimiliki Berau belum sepenuhnya terintegrasi dengan strategi pengembangan pariwisata.

"Ke depan, kami berinisiatif memadukan konsep ini. Kami meminta ketetapan jadwal dari setiap pemerintah kampung yang memiliki agenda adat, sehingga kalender pariwisata dari bulan Januari hingga Desember bisa terpetakan dengan jelas," ujarnya.

Apalagi penyusunan kalender wisata yang lengkap akan memudahkan pemerintah daerah dalam menyusun strategi promosi sebelum tahun berjalan dimulai. 

“Dengan jadwal yang telah ditetapkan lebih awal, berbagai kegiatan budaya dapat dipublikasikan secara lebih luas, sehingga berpotensi menarik lebih banyak kunjungan wisatawan,” paparnya. 

Untuk merealisasikan rencana tersebut, Disbudpar Berau dalam waktu dekat akan melakukan koordinasi langsung dengan para kepala kampung dan lurah yang selama ini rutin menyelenggarakan kegiatan adat maupun ritual budaya di wilayahnya.

Sejumlah agenda budaya yang selama ini menjadi perhatian pemerintah daerah di antaranya Abutta Banua, festival budaya di Maratua, hingga upacara Bekudung Betiung.

Penanggalan kegiatan-kegiatan tersebut diharapkan dapat 'dikunci' sejak awal, agar masuk dalam kalender wisata tahunan Berau.

Selain menyusun kalender kegiatan, Disbudpar juga akan melakukan inventarisasi terhadap berbagai agenda budaya yang dinilai memiliki potensi untuk dilaksanakan secara rutin setiap tahun, sebagai upaya mengembangkan kegiatan budaya yang mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat di kampung penyelenggara.

"Tapi kita akan inventarisasi juga acara mana saja yang berpotensi harus dilaksanakan rutin tahunan dan bisa membantu meningkatkan pendapatan kampung," katanya.

Pihaknya berharap pengembangan sektor budaya dan pariwisata di Berau tidak lagi berjalan secara terpisah. Pun diharapkan mampu menghadirkan kalender wisata yang konsisten setiap tahun, sekaligus menjadi acuan dalam promosi destinasi dan kegiatan budaya di Kabupaten Berau.

"Harapan kami, seluruh agenda budaya yang ada di kampung dan kelurahan dapat terdata dengan baik sehingga promosi pariwisata Berau bisa dilakukan lebih maksimal," tutupnya.

Sementara Ketua DPRD Berau, Dedy Okto Nooryanto, menilai penetapan jadwal kegiatan adat di setiap kampung memang sudah seharusnya dilakukan sejak awal.

Selain memudahkan penyusunan kalender wisata, tentunya akan membuat promosi berbagai agenda budaya di Berau menjadi lebih terarah.

"Kalau jadwalnya sudah ditetapkan sejak awal, tentu akan lebih mudah bagi pemerintah melakukan promosi. Wisatawan juga bisa mengatur rencana kunjungannya jauh-jauh hari," ujarnya.

Dicontohkan, kegiatan adat yang rutin digelar di berbagai kampung sejatinya merupakan potensi wisata yang perlu terus dikembangkan.

Selain menjaga kelestarian budaya, kegiatan tersebut juga dapat memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat setempat.

Semakin banyak wisatawan yang datang, semakin besar pula peluang bagi pelaku UMKM maupun masyarakat untuk memperoleh tambahan pendapatan.

"Harapan kita agenda budaya ini bisa berjalan rutin setiap tahun. Potensi budaya yang dimiliki Berau pun dapat menjadi daya tarik wisatawan yang ingin berkunjung,” tutupnya. (aja/sam)

Editor : Nurismi
#Disbudpar Berau #kalender event