Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Catatan Batiwakkal

Sistem Sanitary Landfill dan Pipa Metana Jadi Kunci DLHK Berau Cegah Kebakaran TPA

Nurismi • Senin, 6 Juli 2026 | 16:00 WIB
Kepala DLHK Berau, Zulkifli Azhari. (IZZA/BP)
Kepala DLHK Berau, Zulkifli Azhari. (IZZA/BP)

BERAU POST – Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Berau memperkuat langkah antisipasi kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) menyusul imbauan Wakil Menteri Lingkungan Hidup, Diaz Hendropriyono, yang mengingatkan pemerintah daerah untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran akibat musim kemarau dan ancaman fenomena El Nino.

Kepala DLHK Berau, Zulkifli Azhari, menyambut baik arahan tersebut. Menurutnya, kondisi cuaca panas yang mulai dirasakan saat ini memang meningkatkan risiko terjadinya kebakaran, termasuk di kawasan TPA yang memiliki potensi munculnya gas metana dari timbunan sampah.

Dijelaskanny, berbagai langkah pencegahan sebenarnya telah dilakukan jauh sebelum adanya imbauan tersebut.

Salah satunya dengan memasang pipa penyalur gas metana pada timbunan sampah, untuk mengurangi risiko akumulasi gas yang dapat memicu kebakaran apabila bertemu sumber api. “Antisipasi sudah kami lakukan,” klaimnya kemarin (5/7).

Selain pengelolaan gas metana, DLHK juga terus menerapkan sistem sanitary landfill di TPA, sebagai bagian dari upaya pengendalian risiko kebakaran.

Metode tersebut dilakukan dengan menutup timbunan sampah menggunakan lapisan tanah, sehingga dapat mengurangi paparan udara, menekan timbulnya bau, serta meminimalkan potensi munculnya titik api. “Kami menjalankan apa yang disarankan kementerian, termasuk penutupan sanitary landfill,” jelasnya.

Zulkifli menuturkan, pihaknya kini semakin meningkatkan kesiapsiagaan dengan terus memantau kondisi di lapangan.

Komunikasi dan koordinasi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) juga diperkuat agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat apabila terjadi keadaan darurat.

Menurutnya, koordinasi tidak hanya dilakukan secara internal, tetapi juga melibatkan instansi terkait seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat).

Sinergi tersebut diharapkan mampu mempercepat respons apabila ditemukan potensi maupun kejadian kebakaran di TPA ataupun lokasi lainnya.

Selain memperkuat upaya di tingkat pemerintah, DLHK juga mengingatkan masyarakat untuk turut berperan dalam mencegah terjadinya kebakaran selama musim kemarau.

Salah satu bentuk pencegahan yang paling sederhana adalah tidak membakar sampah di lingkungan permukiman.

Menurut Zulkifli, kebiasaan membakar sampah tidak hanya berisiko memicu kebakaran yang lebih luas ketika cuaca kering, tetapi juga menimbulkan polusi udara yang berdampak terhadap kesehatan masyarakat.

“Kami mengimbau masyarakat jangan membakar sampah,” tegasnya.

DLHK berharap kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dapat menjadi kunci dalam menekan risiko kebakaran di tengah meningkatnya ancaman musim kemarau dan potensi El Nino, sehingga lingkungan tetap terjaga dan pelayanan persampahan dapat berjalan dengan aman.

Dilansir dari Jawapos, Kebakaran yang melanda tempat pembuangan akhir sampah (TPA) Jatiwaringin Kabupaten Tangerang bisa saja terjadi di TPA lain bila tidak diantisipasi.

Karena itu, Wakil Menteri Lingkungan Hidup (LH) Diaz Hendropriyono, mengingatkan para kepala daerah untuk mengantisipasi risiko kebakaran (TPA) sebagai dampak El Nino.

Ia menjelaskan, Menteri LH/Kepala BPLH Moh Jumhur Hidayat sudah mengeluarkan edaran per 1 Juli lalu untuk mengantisipasi kebakaran di TPA akibat El Nino.

"WMO (World Meteorology Organization) sudah memberikan warning bahwa El Nino ini akan lebih gawat lagi, artinya kita harus antisipasi akan ada potensi kebakaran lain di TPA di seluruh Indonesia," kata Wamen Diaz Minggu (5/7). 

Surat edaran tersebut berisi poin-poin tentang apa saja yang perlu dilakukan oleh para kepala daerah di wilayah masing-masing guna mengantisipasi dampak fenomena El Nino.

Langkah tanggap darurat lanjutnya, perlu diambil untuk mengantisipasi lonjakan risiko kebakaran infrastruktur pengelolaan sampah. Terutama di TPA open dumping yang menghasilkan gas metana secara masif.

Sebelumnya, usai meninjau lokasi kebakaran di TPA Jatiwaringin, Sabtu (4/7), Diaz memastikan pemerintah memprioritaskan keselamatan warga yang tinggal di sekitar TPA.

Tidak hanya karena kebakaran masih terdeteksi sampai Sabtu lalu, tetapi juga terkait masalah kesehatan warga.
Per hari ini, kebakaran yang melanda TPA Jatiwaringin telah memasuki hari kedelapan.

Dengan indikasi kepulan asap pertama kali terpantau oleh warga sekitar sejak 28 Juni 2026 dan puncaknya terjadi pada 30 Juni 2026.

Menanggapi situasi tersebut, KLH/BPLH menekankan pentingnya kepatuhan kepala daerah terhadap instruksi pencegahan yang telah diterbitkan secara resmi oleh pemerintah pusat, guna meredam dampak buruk cuaca panas ekstrem. (sen/sam)

Editor : Nurismi
#DLHK Berau #pengelolaan sampah