SUASANA khidmat menyelimuti halaman Markas Kepolisian Resor (Polres) Berau, Jalan Gatot Subroto, Kecamatan Tanjung Redeb, Rabu (1/7), saat digelarnya upacara peringatan Hari Bhayangkara ke-80.
Tanjung Redeb
Momentum tersebut menjadi penegasan komitmen Kepolisian Republik Indonesia untuk terus bertransformasi menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks, khususnya dalam menjaga stabilitas keamanan di Kalimantan Timur sebagai wilayah strategis penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).
Upacara dipimpin Bupati Berau, Sri Juniarsih, yang bertindak sebagai Inspektur Upacara. Turut didampingi Kapolres Berau, AKBP Ridho Tri Putranto, dan Kasdim 0902/Berau, Letkol Inf Biringallo, serta dihadiri jajaran forkopimda, personel TNI-Polri, tokoh masyarakat, dan sejumlah tamu undangan lainnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Berau membacakan amanat tertulis Kapolda Kalimantan Timur yang menyoroti perubahan besar terhadap tantangan tugas kepolisian di era modern.
Polri disebutnya, tidak lagi hanya berfokus pada penanganan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) secara konvensional, tetapi juga harus mampu menjawab berbagai ancaman multidimensi yang terus berkembang.
Mulai dari dinamika geopolitik global, rivalitas antarnegara besar, ancaman siber, kejahatan transnasional, hingga dampak pascapemulihan ekonomi global menjadi tantangan nyata yang wajib diantisipasi secara cepat dan tepat.
“Polri tidak lagi bekerja secara reaktif, melainkan harus bergerak secara prediktif dan adaptif,” ujarnya saat memberikan sambutan kemarin.
Menurutnya, transformasi pola kerja tersebut menjadi sangat penting, mengingat Kalimantan Timur kini memegang peran strategis di tingkat nasional maupun internasional seiring pembangunan Ibu Kota Nusantara yang terus berjalan.
Ketahanan siber, kesiapsiagaan wilayah, dan kemampuan deteksi dini terhadap berbagai potensi gangguan keamanan menjadi faktor utama dalam menjaga stabilitas daerah.
Hal itu dinilai penting agar Kaltim khususnya Kabupaten Berau tetap kondusif sebagai beranda IKN sekaligus pusat perhatian nasional.
“Ketahanan siber dan kesiapsiagaan wilayah merupakan faktor utama dalam menjaga stabilitas Kalimantan Timur yang saat ini menjadi pusat perhatian nasional maupun internasional sebagai beranda Ibu Kota Nusantara,” tuturnya.
Sementara Kapolres Berau, AKBP Ridho Tri Putranto, menjelaskan, peringatan Hari Bhayangkara ke-80 tahun ini mengusung tema “Polri untuk Masyarakat”.
Tema tersebut menjadi pengingat bahwa seluruh pengabdian dan dedikasi kepolisian bermuara pada pelayanan terbaik bagi masyarakat.
“Melalui momentum Hari Bhayangkara ini, diharapkan Polri semakin profesional, humanis, dan mampu memperkuat sinergi bersama pemerintah daerah, TNI, serta seluruh elemen masyarakat dalam menjaga keamanan dan mendukung agenda strategis pembangunan nasional,” ujarnya.
Pada momen itu juga, dia menegaskan komitmen pihaknya dalam melakukan pengawasan terhadap seluruh personel baik di Polres Berau hingga seluruh polsek yang ada di Kabupaten Berau.
“Kita akan terus konsisten dalam memberikan pemahaman kepada seluruh personel dan tentunya menjaga kamtibmas di Bumi Batiwakal,” sebutnya.
Dirinya pun tidak pernah henti-hentinya memberikan penegasan kepada personel agar tidak melakukan hal-hal yang melanggar kode etik Polri.
Jika ada personel yang melanggar, pihaknya tidak akan segan memberikan sanksi sesuai pelanggaran yang dilanggar oleh oknum tersebut.
“Tetap kita akan terus memantau para personel di lapangan, karena kami tidak ingin ada oknum yang melanggar kode etik saat bertugas,” tegasnya. (aky/sam)
Editor : Nurismi