Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Catatan Batiwakkal

Ganja Jakarta-Sumatera Masuk Berau, Polisi Endus Sindikat Pengirim Lewat Situs Bodong

Nurismi • Rabu, 1 Juli 2026 | 10:50 WIB
Kasat Resnarkoba Polres Berau, AKP Agus Priyanto. (ARTA KUSUMA YUNANDA/BP)
Kasat Resnarkoba Polres Berau, AKP Agus Priyanto. (ARTA KUSUMA YUNANDA/BP)

BERAU POST – Peredaran narkotika jenis ganja di Kabupaten Berau disebut mulai memanfaatkan perkembangan teknologi digital.

Para pelaku diduga menggunakan jasa pengiriman barang dan transaksi daring untuk menyelundupkan narkoba dari masuk Berau.

Kasat Resnarkoba Polres Berau, AKP Agus Priyanto, menyebut selama menjabat sebagai Kasat Resnarkoba, pihaknya sudah beberapa kali berhasil menggagalkan upaya penyelundupan ganja dengan modus pengiriman paket online.

Dari hasil pengungkapan kasus, mayoritas pasokan ganja yang masuk ke Berau diketahui berasal dari luar Kalimantan.

Barang haram tersebut umumnya dikirim dari kota-kota besar seperti Jakarta hingga wilayah Sumatera melalui jalur jasa ekspedisi.

Meski beberapa kasus berhasil diungkap, pihak kepolisian mengaku masih menghadapi tantangan besar dalam menelusuri jaringan pengirim. Para pelaku disebut menggunakan situs-situs tidak resmi atau identitas palsu yang menyulitkan proses pelacakan.

“Ketika kami telusuri, ternyata banyak menggunakan situs bodong. Alamat pengirim juga sering tidak sesuai, sehingga sulit untuk ditelusuri lebih jauh,” katanya kepada awak media kemarin (30/6).

Menurut Agus, posisi Berau saat ini masih sebatas menjadi daerah tujuan pemasaran atau pangsa pasar narkoba, bukan sebagai daerah produsen.

Bahkan, sebagian besar peredaran sabu di wilayah tersebut diduga berasal dari jaringan luar negeri, terutama Malaysia.

“Berau ini masih sebatas pasar saja. Tidak ada produksi narkoba dari dalam daerah sendiri. Mayoritas barang masuk dari negara sebelah, dari Malaysia,” tegasnya.

Guna memutus rantai peredaran narkoba, Polres Berau terus meningkatkan langkah antisipasi dengan menerapkan patroli dan razia secara insidental. Strategi tersebut sengaja dilakukan, agar pola pengawasan tidak mudah dibaca oleh para pelaku.

Agus menyebut pengedar narkoba kerap memiliki jaringan pemantau di lapangan yang memanfaatkan jadwal patroli rutin aparat untuk menghindari pemeriksaan.

“Kami sengaja tidak membuat patroli yang sifatnya rutin. Kalau rutin, khawatir terbaca oleh mereka yang mau memasukkan barang ke Berau. Jadi kami lakukan secara insidental atau dadakan,” pungkasnya. (aky/sam)

Editor : Nurismi
#peredaran narkoba #ganja #polres berau