BERAU POST – Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau, Yudha Budasantosa, berharap kedatangan Kapal Wisata Life On Board (LOB) menuju Kepulauan Maratua yang telah dijadwalkan dalam waktu dekat dapat ditunda sementara.
Hingga terdapat kepastian hasil pemeriksaan terkait insiden kapal kandas yang menyebabkan kerusakan terumbu karang beberapa waktu lalu.
Menurut Yudha, pembahasan mengenai insiden tersebut sebelumnya telah dilakukan dalam pertemuan yang diinisiasi Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Berau, dengan dihadiri sejumlah instansi terkait di antaranya Dinas Perikanan, Dinas Perhubungan, dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata.
Ia menjelaskan, pada Jumat (26/6) lalu perwakilan operator kapal wisata datang menemui Disbudpar untuk menyampaikan hasil pembahasan dalam rapat tersebut.
Namun, berdasarkan berita acara yang diterima, belum terdapat keputusan ataupun kesimpulan yang tegas mengenai tindak lanjut operasional kapal wisata menuju Maratua.
“Dari berita acara kami pelajari, belum ada kesimpulan yang jelas terkait peristiwa kapal kandas maupun dampak kerusakan terumbu karang,” ujarnya.
Di sisi lain, Disbudpar memperoleh informasi bahwa masih terdapat kapal wisata lain yang sedang dalam perjalanan menuju Kabupaten Berau.
Yudha meminta operator tetap mengakomodasi laporan maupun kebutuhan para penumpang, sekaligus melibatkan masyarakat lokal dalam kegiatan wisata yang akan berlangsung.
Langkah tersebut dinilai penting, agar manfaat ekonomi dari kunjungan wisatawan tetap dirasakan masyarakat di kawasan destinasi.
“Kami minta libatkean masyarakat setempat, gunakan pemandu lokal, dan belanjakan kebutuhan di Berau agar manfaat ekonominya juga dirasakan masyarakat,” katanya.
Bagi kapal yang telah telanjur berlayar menuju Berau maupun sudah tiba di daerah tersebut, pihaknya berharap operator mengikuti arahan pemerintah daerah, termasuk berkoordinasi dengan pemandu wisata lokal sebelum melanjutkan perjalanan menuju kawasan wisata di Maratua.
Meski demikian, Yudha menegaskan bahwa untuk jadwal kedatangan kapal berikutnya, Disbudpar mengharapkan adanya penghentian sementara hingga seluruh proses pemeriksaan selesai dan keputusan bersama dari seluruh pihak telah ditetapkan.
“Yang sudah dalam perjalanan tentu sulit dihentikan, tetapi untuk kedatangan berikutnya sebaiknya ditunda dulu sampai ada kepastian dan kesepakatan bersama,” tegasnya.
Ia menambahkan, informasi yang diterima Disbudpar menyebutkan bahwa pihak Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) telah diminta menurunkan tim ke lokasi kejadian untuk melakukan pemeriksaan.
Hasil investigasi tersebut nantinya akan menjadi dasar dalam menentukan bentuk tindak lanjut, termasuk kemungkinan adanya sanksi apabila ditemukan pelanggaran.
Selain itu, Disbudpar juga telah menerima surat dari KUPP, yang menginformasikan bahwa tim saat ini sedang menuju Maratua untuk melakukan pengumpulan data terkait tingkat kerusakan terumbu karang akibat insiden kapal kandas.
Hingga saat ini, proses tersebut masih berlangsung sehingga belum ada kesimpulan resmi yang dapat disampaikan kepada publik.
Yudha menegaskan, Pemerintah Kabupaten Berau akan menunggu hasil penyelidikan dari tim yang bekerja di lapangan sebelum mengambil langkah lanjutan.
Setelah seluruh data terkumpul, pemerintah daerah juga berencana menggelar pertemuan lanjutan yang melibatkan seluruh instansi terkait guna menyepakati kebijakan yang akan diterapkan.
“Kami menunggu hasil pemeriksaan di lapangan, kemudian semua instansi akan duduk bersama untuk menentukan keputusan yang nantinya menjadi pedoman bagi seluruh pihak,” pungkasnya.
Sebelumnya, dugaan kerusakan gugusan terumbu karang di kawasan Pulau Maratua menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Berau.
Kerusakan disebabkan setelah sebuah kapal wisatajenis Live On Board (LOB) yang membawa wisatawan dilaporkan kandas, di salah satu titik penyelaman atau channel di perairan Maratua.
Peristiwa tersebut diduga terjadi setelah kapal mengalami gangguan mesin saat berada di kawasan wisata bawah laut yang menjadi salah satu daya tarik utama Kabupaten Berau.
Camat Maratua, Ashari, menjelaskan, berdasarkan informasi awal yang diterimanya, kapal tersebut mengalami mati mesin, sehingga terbawa arus hingga memasuki area terumbu karang.
Kapal kemudian mendapat bantuan dari sejumlah speedboat milik resor yang sedang beraktivitas di sekitar lokasi penyelaman.
Lokasi kejadian disebut berada di salah satu channel perairan Maratua yang selama ini dikenal sebagai spot favorit penyelam.
“Arealnya memang di Maratua, kemungkinan di spot Barracuda Channel,” katanya. (sen/sam)
Editor : Nurismi