BERAU POST – Pemkab Berau terus memperkuat komitmennya dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan melalui pengembangan ekonomi sirkular.
Komitmen tersebut kembali ditegaskan Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, saat membuka Focus Group Discussion (FGD) bertajuk Berau Circular Future 2025 di Hotel Mercure, Senin (29/6).
Dalam forum tersebut, Pemkab Berau mulai menggeser paradigma lama dalam memandang persoalan sampah. Jika selama ini limbah rumah tangga identik dengan persoalan kebersihan dan pencemaran lingkungan, kini sampah diproyeksikan sebagai salah satu sumber energi terbarukan, sekaligus penggerak ekonomi hijau di daerah.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam mengurangi ketergantungan terhadap sektor pertambangan dan sumber daya alam yang selama ini masih menjadi penopang utama perekonomian.
Bupati Berau Sri Juniarsih menilai, diversifikasi ekonomi perlu segera dilakukan agar daerah memiliki fondasi yang lebih kuat dan berkelanjutan di masa mendatang.
Ditegaskan, konsep ekonomi hijau telah menjadi arah pembangunan Kabupaten Berau ke depan. Selain mengoptimalkan potensi sumber daya alam, pemerintah daerah juga terus mendorong penguatan sektor pariwisata yang dinilai memiliki prospek besar sebagai penopang ekonomi daerah.
Namun, keberhasilan sektor pariwisata tidak hanya ditentukan oleh keindahan alam yang dimiliki Berau. Kebersihan lingkungan dan pengelolaan sampah yang baik menjadi faktor penting dalam menciptakan destinasi wisata yang berkualitas dan berdaya saing.
“Ke depan kita harus menyiapkan fondasi ekonomi yang lebih beragam agar lebih tangguh dan berkelanjutan,” ujarnya.
Apalagi penerapan prinsip Sapta Pesona khususnya unsur kebersihan, menjadi syarat penting agar pariwisata Berau mampu bersaing dengan daerah lain. Karena itu, persoalan sampah harus ditangani secara serius melalui kolaborasi lintas sektor.
Sri Juniarsih juga menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak dapat bekerja sendiri, terlebih dengan adanya kebijakan efisiensi anggaran yang membatasi ruang fiskal daerah.
Keterlibatan dunia usaha melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dinilai menjadi bagian penting dalam mendukung pengembangan sistem pengelolaan sampah yang modern dan berkelanjutan.
“Kami tidak meminta lebih. Kami hanya meminta perusahaan menjalankan kewajibannya untuk ikut berkontribusi terhadap kesejahteraan masyarakat melalui program-program yang memberikan manfaat nyata,” katanya.
Selain itu, ia turut mengajak masyarakat untuk mengubah cara pandang terhadap sampah, dari yang semula dianggap tidak bernilai menjadi sumber daya yang memiliki potensi ekonomi.
Menurutnya, perubahan perilaku masyarakat menjadi kunci dalam mendukung keberhasilan ekonomi sirkular di daerah.
Dengan meningkatnya jumlah penduduk serta pertumbuhan sektor pariwisata, Bupati mengingatkan bahwa volume sampah di Kabupaten Berau akan terus bertambah.
“Kondisi tersebut perlu diantisipasi melalui peningkatan kesadaran masyarakat dalam memilah dan mengelola sampah sejak dari sumbernya,” ujarnya.
Sri Juniarsih menambahkan, dengan dukungan teknologi pengolahan yang tepat, sampah dapat dipilah sesuai karakteristiknya sehingga memiliki nilai tambah.
Bahkan, sebagian jenis sampah berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan baku pembangkit energi listrik yang dapat mendukung kebutuhan energi di masa depan. (aja/adv/sam)
Editor : Nurismi