Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Catatan Batiwakkal

AirAsia Kembali Terbang ke Berau, Wisatawan Lebih Banyak Pilihan Penerbangan Murah

Nurismi • Selasa, 30 Juni 2026 | 16:05 WIB
KEMBALI: Maskapai AirAsia dipastikan mengudara pada 2 Juli 2026 mendatang, usai menutup penerbangan di Berau selama dua bulan. (SENO/BP)
KEMBALI: Maskapai AirAsia dipastikan mengudara pada 2 Juli 2026 mendatang, usai menutup penerbangan di Berau selama dua bulan. (SENO/BP)

BERAU POST – Kabar baik bagi masyarakat Berau. Maskapai AirAsia dipastikan kembali beroperasi di Bandara Kalimarau mulai 2 Juli 2026.

Kembalinya layanan penerbangan tersebut diharapkan memperkuat konektivitas udara menuju Berau, sekaligus mendukung pertumbuhan sektor pariwisata, perdagangan, hingga investasi di daerah.

Kepala BLU UPBU Kelas I Kalimarau, Patah Atabri, memastikan seluruh persiapan telah dilakukan, sehingga AirAsia siap kembali melayani penumpang melalui Bandara Kalimarau.

Menurutnya, kehadiran kembali maskapai tersebut menjadi momentum penting dalam meningkatkan akses transportasi udara bagi masyarakat maupun pelaku usaha.

Patah menjelaskan, rute yang dilayani masih sama seperti sebelumnya, yakni Surabaya-Berau dengan transit di Balikpapan.

Rute tersebut dinilai tetap menjadi jalur strategis karena menghubungkan Berau dengan salah satu kota terbesar di Indonesia, sekaligus memudahkan akses bagi masyarakat dari berbagai daerah.

Ia mengatakan, bertambahnya pilihan maskapai akan memberikan manfaat langsung bagi pengguna jasa transportasi udara.

Selain meningkatkan mobilitas masyarakat, kehadiran AirAsia juga diharapkan mampu menciptakan persaingan layanan yang sehat.

"Kini masyarakat memiliki lebih banyak pilihan penerbangan dengan pelayanan yang berkualitas," ujarnya Senin (29/6).

Di sisi lain, sektor pariwisata Berau diperkirakan akan menjadi salah satu penerima manfaat terbesar dari kembali beroperasinya AirAsia.

Akses menuju berbagai destinasi wisata unggulan akan semakin mudah dijangkau wisatawan domestik maupun mancanegara.

Destinasi seperti Kepulauan Derawan, Maratua, Labuan Cermin, hingga berbagai objek wisata alam lainnya diharapkan semakin ramai dikunjungi.

Kemudahan akses transportasi udara menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, sekaligus memperkuat daya saing pariwisata Berau di tingkat nasional maupun internasional.

“Ini diharapkan mendorong pertumbuhan pariwisata, perdagangan, dan investasi di Berau,” katanya.

Patah juga menyampaikan apresiasi atas kembalinya AirAsia ke Bandara Kalimarau. Ia berharap kerja sama antara pengelola bandara dengan maskapai dapat terus terjalin dengan baik demi mendukung kemajuan daerah. “Selamat datang kembali, AirAsia,” ucapnya.

Ia optimistis kehadiran kembali maskapai tersebut menjadi awal sinergi yang semakin kuat dalam meningkatkan konektivitas wilayah, memperkuat perekonomian daerah, serta menghadirkan pengalaman perjalanan yang aman, nyaman, dan berkesan bagi seluruh pengguna jasa transportasi udara di Bandara Kalimarau.

Dengan bertambahnya pilihan penerbangan, masyarakat maupun wisatawan diharapkan semakin mudah menjangkau Berau sebagai salah satu destinasi unggulan di Kalimantan Timur.

Sebelumnya, Ketua DPRD Berau, Dedy Okto Nooryanto, mengatakan, masuknya kembali AirAsia menjadi peluang besar bagi daerah memperkuat posisi Berau sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Kalimantan Timur.

Menurutnya, akses transportasi udara yang semakin terbuka akan memudahkan wisatawan domestik maupun mancanegara, untuk berkunjung ke berbagai objek wisata yang dimiliki Berau.

“Masuknya AirAsia sangat berdampak bagi pariwisata kita,” ujarnya.

Namun demikian, Dedy mengingatkan peningkatan aksesibilitas tersebut harus diimbangi dengan kesiapan infrastruktur dan fasilitas penunjang wisata.

Ia menilai pemerintah daerah perlu melakukan berbagai pembenahan, agar pengalaman wisatawan yang datang ke Berau dapat semakin baik.

“Pemerintah harus benar-benar meningkatkan infrastruktur dan fasilitas wisata,” katanya.

Menurut Dedy, Berau memiliki beragam destinasi wisata unggulan yang selama ini menjadi daya tarik wisatawan. Mulai dari kawasan Kepulauan Derawan, Maratua, Kakaban, hingga berbagai destinasi wisata alam lainnya.

Dengan bertambahnya akses penerbangan, potensi kunjungan wisatawan diperkirakan akan meningkat sehingga kualitas layanan dan sarana pendukung harus menjadi perhatian utama.

Ia menjelaskan bahwa salah satu aspek yang perlu mendapat perhatian serius adalah transportasi laut yang menjadi penghubung menuju sejumlah destinasi wisata andalan.

Sebab, sebagian besar objek wisata unggulan Berau berada di kawasan kepulauan yang hanya dapat dijangkau melalui jalur laut. “Transportasi air harus dibenahi,” tegasnya.

Selain peningkatan fasilitas, Dedy juga menyoroti pentingnya pengawasan terhadap layanan transportasi wisata. Menurutnya, keselamatan, kenyamanan, serta kualitas pelayanan harus menjadi prioritas agar wisatawan merasa aman selama berada di Berau. “Perlu ada pengawasan yang baik,” ujarnya.

Ia berharap momentum kembalinya AirAsia dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat sektor pariwisata.

Tidak hanya meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat. (sen/sam)

Editor : Nurismi
#Bandar Udara Kalimarau #airasia