Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Catatan Batiwakkal

Didorong Masuk Karisma Event Nusantara, Ketua DPRD Dedy Okto Ingatkan Konsistensi Bekudung Betiung

Nurismi • Jumat, 26 Juni 2026 | 11:10 WIB
PELESTARIAN BUDAYA: Masyarakat adat Dayak Ga’ai menampilkan prosesi budaya saat pembukaan Festival Budaya Bekudung Betiung Kelima di Kampung Tumbit Dayak, Kamis (25/6). (IZZA/BP)
PELESTARIAN BUDAYA: Masyarakat adat Dayak Ga’ai menampilkan prosesi budaya saat pembukaan Festival Budaya Bekudung Betiung Kelima di Kampung Tumbit Dayak, Kamis (25/6). (IZZA/BP)

BERAU POST – Semangat pelestarian budaya kembali bergema dari Kabupaten Berau. Kampung Tumbit Dayak bakal menggelar Festival Budaya Bekudung Betiung ke-5 yang berlangsung pada 24 hingga 30 Juni nanti.

Kegiatan budaya tahunan tersebut dipusatkan di Balai Adat atau Rumah Sunta Suku Dayak Ga’ai, dan menjadi momentum penting dalam menjaga eksistensi adat, serta tradisi leluhur di tengah perkembangan zaman yang semakin modern.

Rangkaian pembukaan festival dilaksanakan pada Kamis (25/6), dengan berbagai kegiatan adat dan budaya yang sarat makna.

Acara diawali dengan kunjungan ke situs sejarah rumah kepala adat dan tiang sejarah, dilanjutkan prosesi Betiung, panjat piruai, sajian kuliner nusantara, tarian persembahan, ramah tamah, hingga prosesi pemberian lasang atau arang sebagai simbol adat yang diwariskan secara turun-temurun. Bedanya, tahun ini ditambah dengan tarian kolosal.

Kepala Kampung Tumbit Dayak, Ahmad Jamlan, mengatakan, Festival Budaya Bekudung Betiung bukan sekadar agenda seremonial tahunan.

Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi wadah penting bagi masyarakat untuk menjaga, merawat, dan memperkenalkan identitas budaya Dayak Ga’ai kepada generasi muda.

“Arus modernisasi dan digitalisasi yang berkembang pesat saat ini menjadi tantangan tersendiri bagi keberlangsungan budaya lokal,” ungkapnya.

Karena itu, masyarakat Kampung Tumbit Dayak berkomitmen untuk tetap berjalan seiring dengan kemajuan zaman, tanpa harus meninggalkan akar budaya yang telah diwariskan oleh para leluhur.

“Festival adat Bekudung Betiung merupakan wadah bagi kami untuk menjaga kelestarian adat dan budaya Dayak Ga’ai agar tetap hidup dan dikenal oleh generasi muda,” terangnya.

“Kami ingin menunjukkan bahwa kemajuan zaman tidak harus menghilangkan identitas budaya yang menjadi jati diri masyarakat,” sambungnya.

Lanjutnya, pelaksanaan festival selama lima tahun terakhir juga memberikan dampak positif bagi perkembangan kampung.

Perhatian dari pemerintah daerah, dunia usaha, hingga masyarakat luas terhadap Kampung Tumbit Dayak terus meningkat dari tahun ke tahun.

“Berbagai dukungan yang diberikan telah membantu percepatan pembangunan kampung. Baik dari sisi infrastruktur, promosi potensi daerah, maupun peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat,” paparnya.

Kehadiran pengunjung setiap pelaksanaan festival juga membuka peluang usaha bagi warga melalui sektor kuliner, kerajinan, hingga jasa pendukung lainnya.

Festival ini menjadi salah satu daya tarik yang mampu memperkenalkan Kampung Tumbit Dayak lebih luas lagi. Secara bertahap dapat dirasakan manfaatnya dalam mengurangi berbagai ketertinggalan yang masih dihadapi kampung.

“Karena itu, kami berharap dukungan dari pemerintah daerah, pemerintah provinsi, dunia usaha, dan berbagai pihak lainnya dapat terus diberikan,” katanya.

Ia berharap perhatian tersebut dapat diwujudkan melalui pengembangan kegiatan budaya, peningkatan sarana dan prasarana pendukung, akses infrastruktur, fasilitas publik, hingga program pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan.

“Kami percaya sinergi dan kolaborasi yang baik akan mampu mendorong kemajuan Kampung Tumbit Dayak diberbagai sektor. Harapan kami, kampung dapat terus berkembang menjadi kampung yang maju, tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal yang telah diwariskan selama 263 tahun perjalanan Kampung Tumbit Dayak,” tambahnya.

Sementara Ketua DPRD Berau, Dedy Okto Nooryanto, menyampaikan apresiasinya terhadap konsistensi masyarakat Kampung Tumbit Dayak dalam melestarikan budaya melalui Festival Bekudung Betiung.

Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ruang pelestarian adat Dayak Ga’ai, tetapi juga telah berkembang menjadi salah satu agenda budaya yang memperkaya khazanah pariwisata Kabupaten Berau.

Dedy menilai festival budaya memiliki peran strategis dalam menjaga identitas daerah, sekaligus menjadi sarana edukasi bagi generasi muda agar tetap mengenal sejarah, tradisi dan nilai-nilai yang diwariskan leluhur.

“Festival Bekudung Betiung ini memiliki nilai budaya yang sangat kuat. Bukan hanya milik masyarakat Tumbit Dayak, tetapi sudah menjadi bagian dari kekayaan budaya Kabupaten Berau. Karena itu kegiatan seperti ini harus terus dijaga dan dikembangkan,” ujarnya.

Ia bahkan mendorong agar Festival Bekudung Betiung dapat masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN) yang dikelola Kementerian Pariwisata.

Menurutnya, peluang tersebut sangat terbuka, mengingat festival ini memiliki keunikan budaya, sejarah, serta keterlibatan masyarakat adat yang menjadi daya tarik tersendiri.

Namun, Ia juga menegaskan, salah satu syarat utama agar sebuah festival dapat dilirik dan masuk dalam kalender nasional adalah konsistensi penyelenggaraan. Karena itu, seluruh pihak perlu menjaga keberlangsungan kegiatan tersebut dari tahun ke tahun.

“Kalau ingin masuk KEN, maka konsistensi menjadi kunci utama. Festival ini harus terus dilaksanakan secara berkelanjutan, kualitas penyelenggaraannya juga perlu terus ditingkatkan,” terangnya.

“Pemerintah kampung, masyarakat adat, pemerintah daerah, dan seluruh pihak harus bersinergi agar event ini semakin besar dan semakin dikenal,” tegasnya.

Apabila nantinya berhasil masuk dalam KEN, maka dampak yang dirasakan tidak hanya pada sektor budaya. Kehadiran wisatawan dari berbagai daerah dipercaya akan memberikan efek berantai terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat, promosi daerah, hingga peningkatan investasi sektor pariwisata berbasis budaya.

Berau disebutnya harus mampu menjadikan kekayaan budaya seperti Bekudung Betiung sebagai identitas sekaligus daya tarik wisata unggulan.

“Saya optimistis, jika dikelola dengan baik dan konsisten, festival ini bisa menjadi salah satu agenda budaya nasional yang membanggakan Berau,” pungkasnya. (aja/sam)

Editor : Nurismi
#kalender event #pemkab berau #budaya