Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Catatan Batiwakkal

Lahan Masih Pinjam Pakai, Pembangunan SD Filial Kampung Birang Berau Terpaksa Ditunda

Nurismi • Jumat, 26 Juni 2026 | 07:05 WIB
ILUSTRASI: Rencana pembangunan SD filial di Kampung Birang, Kecamatan Gunung Tabur, masih menunggu penyelesaian status lahan sebelum dapat direalisasikan. (IZZA/BP)
ILUSTRASI: Rencana pembangunan SD filial di Kampung Birang, Kecamatan Gunung Tabur, masih menunggu penyelesaian status lahan sebelum dapat direalisasikan. (IZZA/BP)

BERAU POST – Rencana pembangunan sekolah dasar (SD) filial di Kampung Birang, Kecamatan Gunung Tabur, masih belum dapat direalisasikan tahun ini.

Dinas Pendidikan (Disdik) Berau hingga kini masih menunggu penyelesaian status lahan yang akan digunakan sebagai lokasi pembangunan sekolah tersebut.

Kepala Disdik Berau, Mardiatul Idalisah, mengatakan, kendala utama yang dihadapi adalah persoalan lahan yang hingga saat ini belum tuntas.

Adapun lahan yang saat ini tersedia berstatus pinjam pakai. Sehingga, tidak memungkinkan untuk dimanfaatkan sebagai lokasi pembangunan gedung sekolah permanen.

“Kalau untuk Birang, kami belum bisa membangun karena lahannya belum selesai. Karena hanya pinjam pakai satu tahun, jadi tidak mungkin membangun lalu dibongkar lagi,” ujarnya diwawancara kemarin (24/6).

Ke depan, pembangunan fasilitas pendidikan harus dilakukan di atas lahan yang memiliki status hukum yang jelas, agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.

Karena itu, pihaknya tidak dapat melanjutkan proses perencanaan pembangunan sebelum persoalan lahan benar-benar selesai.

Masalah tersebut juga telah dibahas dalam rapat yang melibatkan sejumlah pihak terkait. Dalam rapat itu, pihaknya segera ditindaklanjuti oleh pihak Kelurahan Gunung Tabur.

Berdasarkan informasi yang diterima Disdik, terdapat lahan di kawasan permukiman yang telah dilepaskan dari kawasan tertentu dan dinilai berpotensi digunakan untuk pembangunan sekolah.

Namun, hingga saat ini lahan tersebut masih berada dalam penguasaan seseorang sehingga status pemanfaatannya belum dapat dipastikan.

“Kami masih menunggu penyelesaian lahannya. Karena urusan lahan ini bukan berada di Disdik, tetapi menjadi kewenangan pihak kampung untuk menyelesaikannya,” katanya.

Pemkab Berau sendiri terus mendorong agar persoalan lahan tersebut dapat segera diselesaikan. Kejelasan status lahan dinilai menjadi syarat utama, sebelum pembangunan SD filial dapat dimasukkan ke dalam program pembangunan daerah.

Mardiatul menegaskan, Disdik Berau siap menindaklanjuti rencana pembangunan SD filial di Kampung Birang apabila seluruh persoalan lahan telah tuntas dan tidak lagi menyisakan sengketa maupun kendala administratif.

“Kalau lahannya sudah clear, maka kami siap memasukkan perencanaannya untuk Birang,” pungkasnya.

Sebelumnya, Bupati Berau Sri Juniarsih  menegaskan, pemerataan pendidikan menjadi salah satu prioritas utama pemerintah daerah. Pendidikan merupakan hak seluruh anak tanpa memandang jarak maupun kondisi wilayah tempat tinggal.

Menurutnya, pemerintah daerah terus memberikan dukungan terhadap upaya penguatan layanan pendidikan, termasuk pembangunan sekolah-sekolah permanen di wilayah terpencil Kabupaten Berau. 

Hal ini dinilai sebagai bagian dari investasi jangka panjang untuk peningkatan kualitas sumber daya manusia di daerah.

“Pendidikan adalah hak setiap anak, tanpa memandang jarak dan lokasi. Kami sangat mendukung penuh upaya Dinas Pendidikan Berau untuk membangun sekolah-sekolah permanen di daerah terpencil,” ujarnya.

Ia menambahkan, kerja sama antara pemerintah daerah, masyarakat, dan dunia usaha diperlukan untuk mempercepat terwujudnya pemerataan pendidikan di seluruh wilayah Berau.

Selain itu, keberadaan sekolah filial di daerah terpencil juga dinilai sangat penting untuk memastikan anak-anak tetap mendapatkan akses pendidikan yang layak, meskipun berada di wilayah dengan keterbatasan infrastruktur. (aja/sam)

Editor : Nurismi
#SD Filal Kampung Buatan #pembangunan #pemkab berau