BERAU POST – Program pembangunan rumah layak huni bagi warga Kampung Long Ayap, Kecamatan Segah, segera dikerjakan.
Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Berau, Mulyadi, memastikan proses administrasi dan persoalan lahan yang menjadi syarat pembangunan telah tuntas, tinggal menunggu proses lelang pekerjaan.
Katanya, pembangunan rumah tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menyediakan hunian yang lebih layak bagi masyarakat Long Ayap akibat dilanda banjir 2025 lalu.
“Pada tahap awal, sebanyak 37 unit rumah akan dibangun menggunakan anggaran yang telah dialokasikan dalam APBD tahun ini,” ungkapnya, Selasa (23/6).
Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait, termasuk Bagian Hukum Sekretariat Daerah Berau, untuk memastikan status lahan yang akan digunakan dalam pembangunan tersebut tidak lagi bermasalah.
“Lokasi Long Ayap sudah oke. Terakhir kami berkoordinasi dengan bagian hukum dan masalah lahannya sudah selesai. Sekarang tinggal proses lelang saja,” ujarnya.
Pembangunan tahap pertama ditargetkan rampung sebelum berakhirnya tahun anggaran 2026. Ia berharap proses lelang dapat berjalan lancar, sehingga pekerjaan fisik bisa segera dimulai.
Namun diakunya, jumlah tersebut belum mencakup seluruh kebutuhan rumah yang telah terdampak bencana banjir.
Karena itu, pembangunan akan dilakukan secara bertahap, menyesuaikan kemampuan anggaran daerah tahun depan.
Masih ada puluhan unit rumah lagi yang perlu dibangun untuk menuntaskan program tersebut. Awalnya pemerintah berharap sebagian kebutuhan itu dapat diakomodasi melalui Anggaran Belanja Tambahan (ABT). Namun, melihat kondisi anggaran yang ada, peluang tersebut dinilai cukup sulit direalisasikan tahun ini.
“Nanti sisa kebutuhan 39 rumah lainnya akan kita usahakan pada APBD 2027. Kalau di ABT rasanya agak sulit. Karena itu kami berharap penyelesaiannya bisa dilanjutkan tahun depan,” jelasnya.
Ia mengaku optimistis pembangunan rumah yang tersisa dapat direalisasikan pada tahun anggaran mendatang. Apalagi program tersebut masuk dalam kategori prioritas, karena berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat.
Bahkan Bupati Berau telah memberikan arahan agar program-program yang benar-benar menyentuh kepentingan masyarakat menjadi fokus utama dalam perencanaan pembangunan daerah.
Sambil menunggu pembangunan selesai, warga yang menjadi penerima program masih menempati rumah lama mereka. “Untuk sementara mereka masih tinggal di rumah yang lama,” katanya.
Pihaknya juga memastikan pembangunan yang akan dilelang tidak hanya mencakup bangunan rumah semata. Fasilitas penunjang yang telah direncanakan juga akan masuk dalam paket pekerjaan yang sama, sehingga kawasan hunian nantinya dapat berfungsi secara optimal.
Anggaran yang disiapkan untuk tahap awal pembangunan mencapai sekitar Rp 5 miliar. Seluruh anggaran tersebut akan digunakan untuk membangun rumah beserta kebutuhan pendukung yang telah direncanakan.
Untuk setiap unit rumah, pihaknya mengalokasikan anggaran sekitar Rp 150 juta. Nilai tersebut telah diperhitungkan agar rumah yang dibangun memenuhi standar kelayakan dan dapat memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang akan menempatinya.
Sementara Camat Segah, Toris, mengatakan, pihak kecamatan siap memfasilitasi dan mempercepat proses administrasi yang dibutuhkan.
Tentunya penting komitmen bersama, baik dari pemerintah kampung maupun masyarakat, agar kesepakatan yang telah dicapai tidak kembali berubah. Konsistensi dinilai menjadi kunci agar program relokasi dapat segera direalisasikan tanpa penundaan.
“Semoga seluruh tahapan pembangunan hunian relokasi dapat segera berjalan sesuai rencana,” harapnya. (aja/sam)
Editor : Nurismi