BERAU POST – Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) Berau, Lita Handani, pastikan layanan penanganan serangan hama pada tanaman pertanian dapat diakses petani secara gratis.
Bebernya, pihaknya memiliki mekanisme khusus dalam menangani gangguan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT), terutama pada komoditas padi yang menjadi salah satu sektor strategis di daerah.
Menurutnya, terdapat dua prosedur yang dijalankan petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) dalam melakukan penanganan di lapangan.
Prosedur pertama dilakukan berdasarkan laporan peringatan dini dari petugas pengawas hama yang tersebar di sejumlah wilayah pertanian. “Begitu ada laporan, petugas langsung turun ke lokasi,” ujarnya belum lama ini.
Saat menuju lokasi, petugas telah membawa perlengkapan penanganan seperti pestisida dan sarana pengendalian lainnya.
Langkah tersebut dilakukan, agar penanganan dapat segera dilaksanakan dan serangan hama tidak meluas ke lahan pertanian lainnya.Selain menerima laporan, DTPHP juga rutin melakukan monitoring ke kawasan pertanian.
Dalam kegiatan tersebut, petugas tidak hanya melakukan pemantauan, tetapi juga membawa perlengkapan yang dibutuhkan untuk mengendalikan hama apabila ditemukan gangguan di lapangan.
“Kami monitoring sambil membawa perlengkapan pengendalian,” katanya.
Lita menjelaskan, apabila saat monitoring ditemukan tanaman yang terserang hama, petugas dapat langsung melakukan tindakan tanpa harus menunggu laporan tambahan dari petani.
Hal itu dilakukan untuk mempercepat respons dan meminimalisasi potensi kerugian yang dialami petani.
“Kalau ditemukan gangguan, langsung kami kendalikan,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa seluruh layanan penanganan hama yang dilakukan DTPHP tidak dipungut biaya. Program tersebut merupakan bentuk dukungan pemerintah daerah dalam menjaga produktivitas sektor pertanian, sekaligus memberikan perlindungan kepada petani dari ancaman gagal panen akibat serangan hama.
Lita pun mengimbau petani agar tidak ragu melaporkan apabila menemukan gejala serangan hama di lahan mereka.
Dengan pelaporan yang cepat, petugas dapat segera turun ke lapangan dan melakukan langkah pengendalian sebelum serangan semakin meluas.
“Ini gratis sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah terhadap sektor pertanian,” tandasnya. (sen/adv/sam)
Editor : Nurismi