BERAU POST – Pemerintah Kabupaten Berau melalui Tim Reaksi Cepat (TRC) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Berau terus melakukan penanganan terhadap sejumlah ruas jalan yang mengalami kerusakan.
Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan kenyamanan pengguna jalan, menjaga keselamatan pengendara, sekaligus mempertahankan kondisi infrastruktur hingga mendapatkan penanganan permanen pada tahap berikutnya.
Perbaikan yang dilakukan saat ini difokuskan pada titik-titik kerusakan atau spot by spot, terutama lubang jalan yang berpotensi membahayakan pengguna jalan.
Penanganan dilakukan dengan metode penutupan lubang menggunakan aspal dingin, agar kerusakan tidak semakin meluas dan jalan tetap dapat dilalui dengan lebih aman.
Kepala Bidang Preservasi Jalan dan Jembatan DPUPR Berau, Junaidi, mengatakan, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya respons cepat pemerintah terhadap keluhan masyarakat terkait kondisi jalan di sejumlah wilayah.
Ia menjelaskan, perbaikan telah dilakukan di beberapa ruas jalan dengan jumlah titik kerusakan yang cukup beragam. Di Jalan Poros Tumbit Melayu tercatat sebanyak 35 titik kerusakan yang mendapat penanganan.
Kemudian di jalan belakang Pasar Sanggam Adji Dilayas (SAD) terdapat empat titik perbaikan, Jalan Murjani III sebanyak lima titik, Jalan Swadaya lima titik, serta Jalan Pulau Derawan sebanyak tiga titik.
"Langkah ini bentuk pemeliharaan sementara untuk mengurangi risiko kecelakaan lalu lintas akibat jalan berlubang, khususnya saat musim hujan yang sering mempercepat kerusakan permukaan jalan," ujarnya diwawancara kemarin (19/6).
Selain melakukan perbaikan sementara, DPUPR Berau juga terus mengupayakan penanganan permanen terhadap sejumlah ruas jalan yang mengalami kerusakan cukup berat.
Saat ini berbagai usulan dan proses perencanaan perbaikan masih berjalan sesuai tahapan yang ada.
“Kami terus memperjuangkan perbaikan ruas jalan dengan penanganan permanen yang masih berproses,” tambahnya.
Upaya yang dilakukan pemerintah tersebut mendapat perhatian dari masyarakat. Salah satu warga Berau, Iqbal, menilai penanganan cepat terhadap jalan rusak memang membantu mengurangi gangguan bagi pengguna jalan.
Namun ia berharap pemerintah dapat segera merealisasikan perbaikan dalam skala yang lebih besar, sehingga kualitas jalan dapat bertahan lebih lama.
“Mudah-mudahan perbaikannya bisa dengan skala yang lebih besar,” katanya.
Ia mencontohkan kondisi Jalan Pulau Derawan yang menurutnya mulai mengalami gelombang pada permukaan aspal, sehingga mengurangi kenyamanan saat berkendara.
Penambalan yang dilakukan saat ini dinilai cukup membantu, tetapi belum sepenuhnya menyelesaikan persoalan.
“Kalau ditambal memang membantu, tapi sepertinya perlu penanganan yang lebih kuat lagi,” ujarnya. (sen/sam)
Editor : Nurismi