Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Catatan Batiwakkal

Bidik Pasar Lebih Luas, DPRD Berau Dorong Kakao dan Kopi Liberika Jadi Andalan Baru

Nurismi • Jumat, 19 Juni 2026 | 18:40 WIB
KEMBANGKAN POTENSI KAMPUNG: Setiap kampung di Berau dinilai memiliki potensi yang cukup besar untuk dikembangkan, sehingga pemkab diminta tidak hanya fokus pada satu komoditas saja. (SENO/BP)
KEMBANGKAN POTENSI KAMPUNG: Setiap kampung di Berau dinilai memiliki potensi yang cukup besar untuk dikembangkan, sehingga pemkab diminta tidak hanya fokus pada satu komoditas saja. (SENO/BP)

BERAU POST – Upaya meningkatkan perekonomian masyarakat kampung di Berau dinilai perlu dilakukan melalui pengembangan berbagai potensi unggulan yang dimiliki masing-masing wilayah.

Selain sektor pertanian dan perkebunan, pengembangan ekonomi masyarakat juga perlu diarahkan pada sektor lain yang memiliki nilai tambah dan peluang pasar yang menjanjikan.

Ketua DPRD Berau, Dedy Okto Nooryanto, menilai program pengembangan komoditas unggulan seperti kelapa genjah merupakan langkah yang baik untuk membantu meningkatkan pendapatan masyarakat.

Apalagi tanaman tersebut memiliki masa produktif yang relatif cepat dibandingkan beberapa komoditas perkebunan lainnya. “Kelapa genjah ini bagus untuk masyarakat kampung,” ujarnya kepada Berau Post kemarin (18/6).

Menurut Dedy, keunggulan kelapa genjah yang sudah dapat berbuah dalam waktu dua hingga tiga tahun memberikan peluang bagi masyarakat untuk memperoleh hasil ekonomi dalam waktu yang tidak terlalu lama.

Karena itu, program pengembangannya perlu mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk Badan Milik Usaha Kampung (BUMK) yang diharapkan turut berperan dalam pengelolaan dan pemasaran hasil produksi masyarakat.

“BUMK juga harus terlibat,” katanya.

Meski demikian, Dedy mengingatkan bahwa pengembangan ekonomi kampung tidak boleh hanya bergantung pada satu komoditas tertentu.

Kabupaten Berau memiliki wilayah yang luas dengan karakteristik dan potensi yang berbeda-beda di setiap kampung, sehingga strategi pembangunan ekonomi harus dilakukan secara beragam dan menyesuaikan keunggulan lokal masing-masing daerah.

“Jangan hanya terpaku pada satu sektor saja,” tegasnya.

Ia mencontohkan sejumlah komoditas yang selama ini telah berkembang di beberapa wilayah dan memiliki prospek yang cukup baik untuk terus dikembangkan.

Salah satunya adalah kakao atau cokelat yang telah dikenal menjadi komoditas unggulan di sejumlah kampung.

Menurutnya, kawasan Merasa, Suaran, Rantau Panjang, dan beberapa wilayah lainnya memiliki peluang besar untuk memperkuat sektor kakao sebagai sumber pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Komoditas kakao bisa terus dikembangkan,” ujarnya.

Selain kakao, Dedy juga menyoroti potensi kopi Liberika yang mulai dikenal sebagai salah satu produk unggulan daerah.

Pengembangan komoditas tersebut dinilai dapat menjadi alternatif sumber pendapatan baru bagi masyarakat apabila didukung pembinaan, pemasaran, dan peningkatan kualitas produk secara berkelanjutan.

“Kopi Liberika juga perlu mendapat perhatian,” katanya.
 

Tidak hanya sektor pertanian dan perkebunan, Dedy menilai pengembangan ekonomi masyarakat juga dapat dilakukan melalui sektor ekonomi kreatif dan usaha berbasis keterampilan lokal.

Berbagai produk kriya yang dihasilkan masyarakat seperti batik khas daerah maupun tenun, memiliki potensi untuk memberikan nilai tambah sekaligus memperkuat identitas budaya lokal.

Menurutnya, produk-produk kerajinan tersebut perlu mendapatkan dukungan yang sama agar mampu berkembang menjadi usaha yang berkelanjutan dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

“Potensi kriya seperti batik dan tenun juga harus diperhatikan,” tandasnya.

Dedy berharap pemerintah daerah terus mendorong pengembangan berbagai sektor unggulan secara seimbang.

Dengan diversifikasi potensi yang dimiliki kampung-kampung di Berau, masyarakat tidak hanya bergantung pada satu sumber pendapatan, tetapi memiliki lebih banyak peluang usaha yang saling mendukung dan memperkuat perekonomian daerah secara berkelanjutan.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Berau terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal kampung.

Salah satu langkah yang kini diperkuat adalah pengembangan komoditas kelapa dalam melalui penyaluran bibit unggul Kelapa Genjah Entog yang dinilai memiliki prospek ekonomi dan potensi hilirisasi yang besar.

Program tersebut dijalankan melalui kolaborasi Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Berau bersama Program SIGAP Sejahtera. Sebanyak 800 bibit Kelapa Genjah Entog telah disalurkan kepada kelompok masyarakat di Kampung Karangan, Kecamatan Biatan, dan Kampung Merancang Ulu, Kecamatan Gunung Tabur.

Kepala DPMK Berau, Tenteram Rahayu, mengatakan, pengembangan sektor perkebunan menjadi salah satu strategi pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat kampung.

Kelapa dipilih karena memiliki potensi ekonomi yang menjanjikan dan dapat dikembangkan mulai dari sektor budidaya hingga pengolahan produk turunannya.

“Program ini bertujuan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya di sektor perkebunan,” ujarnya belum lama ini. (sen/sam)

Editor : Nurismi
#pengembangan ekonomi #DPRD Berau