BERAU POST– Kegiatan adat, budaya, hingga perayaan hari jadi kampung di berbagai wilayah Kabupaten Berau dinilai memiliki potensi besar untuk mendukung sektor pariwisata, sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat.
Karena itu, dukungan terhadap pelaksanaan dan pengembangan kegiatan tersebut terus didorong, agar mampu menjadi agenda wisata yang menarik lebih banyak pengunjung.
Ketua DPRD Berau, Dedy Okto Nooryanto, menilai kampung-kampung di Berau memiliki kekayaan budaya dan tradisi yang beragam.
Berbagai kegiatan yang selama ini dilaksanakan masyarakat baik berupa upacara adat, pertunjukan seni tradisional, maupun peringatan ulang tahun kampung, memiliki nilai budaya yang tinggi dan berpotensi menjadi magnet bagi wisatawan.
Menurutnya, potensi tersebut perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah agar tidak hanya menjadi kegiatan seremonial tahunan, tetapi juga dapat berkembang menjadi agenda yang memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.
“Ya kita dukung kegiatan di kampung-kampung,” ujarnya kepada Berau Post kemarin (16/6).
Dedy menjelaskan, banyak kegiatan berbasis budaya yang selama ini terbukti mampu menarik minat pengunjung karena menawarkan pengalaman yang berbeda dan khas.
Keunikan tradisi yang masih terjaga menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang ingin mengenal lebih dekat kehidupan masyarakat lokal.
“Banyak kegiatan yang secara kultur menarik minat wisatawan,” katanya.
Ia menilai, sektor pariwisata berbasis budaya memiliki peluang besar untuk terus dikembangkan karena tidak hanya menampilkan keindahan alam, tetapi juga memperkenalkan identitas dan kearifan lokal masyarakat Berau.
Dengan pengelolaan yang baik, kegiatan budaya dapat menjadi salah satu produk wisata unggulan yang memperkaya pilihan destinasi bagi wisatawan.
Karena itu, Dedy berharap pemerintah daerah melalui organisasi perangkat daerah terkait dapat memberikan pembinaan dan pendampingan terhadap berbagai kegiatan budaya yang dilaksanakan masyarakat kampung.
Dukungan tersebut dinilai penting, agar penyelenggaraan kegiatan semakin tertata, memiliki konsep yang menarik, serta mampu menjangkau promosi yang lebih luas.
“Kegiatan tersebut perlu dibina dan dikembangkan,” tegasnya.
Menurutnya, pengemasan kegiatan yang lebih baik akan memberikan dampak yang lebih besar, baik dari sisi pelestarian budaya maupun peningkatan ekonomi masyarakat.
Kehadiran wisatawan dalam setiap agenda budaya berpotensi meningkatkan pendapatan pelaku usaha kecil, perajin, pedagang, hingga penyedia jasa di kampung.
Selain menjadi sarana hiburan dan pelestarian tradisi, kegiatan budaya juga dapat menjadi instrumen pemberdayaan masyarakat apabila dikaitkan dengan pengembangan ekonomi kreatif dan pariwisata desa.
“Harapannya memberi dampak ekonomi bagi masyarakat desa,” ungkapnya.
Dedy menambahkan, upaya menjaga dan mengembangkan budaya lokal harus menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah, masyarakat, dan para pelaku pariwisata.
Dengan kolaborasi yang baik, berbagai agenda adat dan budaya di kampung-kampung Berau tidak hanya tetap lestari, tetapi juga mampu menjadi daya tarik wisata yang berkelanjutan serta memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat. (sen/sam)
Editor : Nurismi