Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Antisipasi Krisis, Wabup Gamalis Desak Dinas Terkait Turun Lapangan Cek Kendala Petani Berau

Nurismi • Senin, 15 Juni 2026 | 13:45 WIB
Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Berau, Muhammad Said. (IZZA/BP)
Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Berau, Muhammad Said. (IZZA/BP)

BERAU POST – Wakil Bupati Berau, Gamalis, menekankan pentingnya peran aktif Organisasi Perangkat Daerah (OPD) khususnya yang membidangi sektor pertanian dan ketahanan pangan, dalam menjaga stabilitas ketersediaan bahan pangan serta memastikan kebutuhan pokok masyarakat tetap terpenuhi.

Menurutnya, ketahanan pangan merupakan salah satu isu strategis yang harus mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah.

Tantangan yang dihadapi saat ini tidak hanya berkaitan dengan distribusi pangan, tetapi juga menyangkut aspek produksi, ketersediaan komoditas, hingga kesejahteraan para petani sebagai ujung tombak sektor pertanian.

Untuk itu Gamalis menegaskan, OPD terkait seperti Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) Berau serta perangkat daerah lainnya yang bersinggungan dengan sektor pangan, harus menjadi garda terdepan dalam menjaga ketahanan pangan daerah.

"Saya meminta dinas-dinas yang berkaitan langsung dengan kebutuhan pokok masyarakat untuk terus memantau kondisi di lapangan. Jangan sampai kita terlambat mengambil langkah karena kurangnya komunikasi dengan petani maupun pelaku usaha pangan," ujarnya.

Ia menilai upaya menjaga ketahanan pangan tidak cukup hanya dilakukan melalui laporan administratif atau pembahasan di ruang rapat.

Aparatur pemerintah harus hadir langsung di tengah masyarakat, untuk memahami persoalan yang dihadapi para petani secara nyata.

Menurut Gamalis, kunjungan lapangan menjadi langkah penting untuk memastikan setiap kebijakan yang diambil benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan mampu memberikan solusi atas berbagai kendala yang terjadi.

"Turun langsung ke lapangan, berdialog dengan petani, kelompok tani, dan pelaku usaha pertanian. Tanyakan apa yang menjadi kendala mereka. Apakah terkait pupuk, irigasi, distribusi hasil panen, ketersediaan air, atau persoalan lainnya yang mempengaruhi produktivitas? Ini penting agar kebijakan yang dibuat benar-benar tepat sasaran," tegasnya.

Lebih lanjut, Gamalis mengingatkan bahwa ketahanan pangan bukan hanya menjadi tanggung jawab satu OPD semata.

Menurutnya, diperlukan sinergi dan kolaborasi lintas sektor agar upaya menjaga stabilitas pangan dapat berjalan optimal.

Untuk itu dia mendorong adanya kerja sama yang lebih kuat antarperangkat daerah, termasuk melibatkan berbagai pemangku kepentingan seperti pelaku usaha, akademisi, organisasi masyarakat, hingga kelompok tani dalamm merumuskan langkah-langkah strategis untuk memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Berau.

"Kita tidak bisa bekerja sendiri-sendiri. Ketahanan pangan harus menjadi gerakan bersama. Semua pihak harus terlibat, mulai dari pemerintah, pelaku usaha, akademisi, hingga masyarakat umum. Dengan kolaborasi yang baik, tantangan yang ada akan lebih mudah diatasi," jelasnya.

Di tengah berbagai tantangan global seperti perubahan iklim, fluktuasi harga pangan, inflasi, hingga gejolak pasar internasional yang dapat memengaruhi stabilitas pasokan, Gamalis menilai Kabupaten Berau harus mampu membangun kemandirian pangan melalui solusi-solusi lokal yang konkret dan berkelanjutan.

Menurutnya, potensi pertanian yang dimiliki Berau harus dimaksimalkan untuk mendukung ketersediaan pangan daerah, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

"Jika kita mampu mengelola sektor pangan dengan baik di tingkat daerah, maka kita akan lebih siap menghadapi berbagai tekanan dari luar. Kuncinya ada pada komunikasi yang baik, koordinasi yang kuat, dan tindakan cepat dalam menyelesaikan persoalan di lapangan," pungkasnya (aky/adv/sam)

Editor : Nurismi
#ketahanan pangan #pemkab berau