Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Investasi Triwulan I Berau Tembus Rp1,5 Triliun, Berhasil Serap 1.937 Tenaga Kerja Lokal

Nurismi • Jumat, 12 Juni 2026 | 13:00 WIB
ILUSTRASI: Penanaman modal triwulan pertama 2026 di Kabupaten Berau menunjukkan perkembangan yang cukup menggembirakan. (IZZA/BP)
ILUSTRASI: Penanaman modal triwulan pertama 2026 di Kabupaten Berau menunjukkan perkembangan yang cukup menggembirakan. (IZZA/BP)

BERAU POST – Kinerja investasi di awal tahun 2026 di Kabupaten Berau menunjukkan tren positif. Berdasarkan data realisasi investasi Triwulan I tahun 2026, total investasi yang masuk ke Bumi Batiwakkal mencapai Rp 1.511.942.877.206.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Berau, Nanang Bakran, menyampaikan, capaian tersebut setara dengan 18 persen dari target investasi tahun ini yang ditetapkan sebesar Rp 8,42 triliun.

Realisasi ini menjadi indikator masih terjaganya kepercayaan investor terhadap berbagai peluang usaha dan potensi ekonomi yang dimiliki daerah.

Disebutnya, capaian tersebut mencerminkan meningkatnya minat investor, baik dari dalam negeri maupun luar negeri untuk menanamkan modal di Berau.

Investasi yang terus tumbuh diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, membuka lapangan pekerjaan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Investasi yang masuk diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi daerah, pembukaan lapangan kerja, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya Kamis (11/6).

Dari total realisasi investasi tersebut, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) memberikan kontribusi sebesar Rp 770.992.734.973.

Nilai itu telah mencapai 14 persen dari target tahunan, dan terealisasi melalui 579 proyek yang tersebar di berbagai wilayah Kabupaten Berau.

Sementara Penanaman Modal Asing (PMA) tercatat sebesar Rp 740.950.142.233 atau mencapai 25 persen dari target tahunan. Investasi asing tersebut direalisasikan melalui 80 proyek yang berjalan selama periode Januari hingga Maret 2026.

Berdasarkan sektor usaha, realisasi PMDN terbesar berasal dari sektor tanaman pangan dan perkebunan yang mencatat nilai investasi Rp 375.673.239.016 atau berkontribusi 48,73 persen terhadap total PMDN. 

Posisi kedua yakni sektor pertambangan dengan nilai Rp 207.064.590.582 atau 26,86 persen. Sedangkan sektor transportasi, pergudangan dan komunikasi berada di urutan ketiga dengan nilai investasi Rp 92.049.791.846 atau 11,94 persen.

Sedangkan untuk investasi PMA, sektor industri kertas, barang dari kertas dan percetakan menjadi penyumbang terbesar dengan nilai investasi mencapai Rp 526.747.138.500 atau 71,09 persen dari total PMA.

Disusul sektor industri kayu sebesar Rp 132.499.999.500 atau 17,88 persen. Pun sektor pertambangan berada di posisi ketiga dengan nilai investasi Rp 30.644.196.000 atau 4,14 persen.

“Selain memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, realisasi investasi yang masuk juga berdampak langsung pada penyerapan tenaga kerja,” bebernya.

Hingga akhir Triwulan I Tahun 2026, aktivitas investasi di Berau tercatat telah menyerap sebanyak 1.937 tenaga kerja.
Pihaknya mengapresiasi seluruh pelaku usaha dan investor yang telah berkontribusi dalam pembangunan daerah.

Dukungan dunia usaha dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga stabilitas pertumbuhan ekonomi Berau di tengah berbagai tantangan ekonomi yang dihadapi.

Dirinya berharap iklim investasi di Berau dapat terus terjaga dan berkembang secara berkelanjutan. Kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat dinilai menjadi kunci untuk mendorong peningkatan investasi, sekaligus mempercepat pembangunan daerah menuju Berau yang semakin maju.

Sebelumnya, Wakil Bupati Berau, Gamalis, menyampaikan, upaya yang dilakukan pemerintah daerah dalam urusan penanaman modal tidak hanya berfokus pada menarik investor, tetapi juga memastikan iklim investasi tetap kondusif.

Beberapa langkah yang ditempuh antara lain peningkatan promosi dan kerja sama investasi, perbaikan iklim investasi serta realisasi investasi, optimalisasi pemanfaatan teknologi informasi, hingga peningkatan kualitas pengelolaan perizinan.

Dari sisi capaian, realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) pada tahun 2025 tercatat sebesar Rp 73.519.752. Angka ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2024 yang mencapai Rp 66.836.138.

Sementara itu, penanaman modal dalam negeri (PMDN) pada tahun 2025 sebesar Rp 2.553.722.251.880 mengalami sedikit penurunan dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp 2.632.703.352.454.

“Di samping itu, kualitas layanan investasi di Berau dinilai tetap terjaga. Layanan perizinan dan non perizinan tepat waktu mencapai 98 persen,” terangnya.

Selain itu, indeks kepuasan masyarakat berada di angka 87,50, melampaui target yang ditetapkan sebesar 85,00. (aja/sam)

Editor : Nurismi
#lapangan kerja #pemkab berau #investasi