Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Status Waspada Tsunami Dicabut, BPBD Berau Pastikan Kondisi Pesisir Saat Ini Sudah Aman

Nurismi • Selasa, 9 Juni 2026 | 15:30 WIB
BERKOORDINASI: BPBD Berau bersama dengan tim gabungan saat melakukan koordinasi terkait dengan waspada tsunami yang terjadi di Kabupaten Berau. (BPBD BERAU UNTUK BERAU POST)
BERKOORDINASI: BPBD Berau bersama dengan tim gabungan saat melakukan koordinasi terkait dengan waspada tsunami yang terjadi di Kabupaten Berau. (BPBD BERAU UNTUK BERAU POST)

BERAU POST – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang terjadi pada Senin (8/6) kemarin, sempat memicu peringatan dini tsunami di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Kabupaten Berau.

Menyikapi kondisi tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Berau bersama instansi terkait langsung melakukan pemantauan dan koordinasi intensif, guna memastikan keamanan masyarakat khususnya yang berada di kawasan pesisir.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Berau, Hermansyah, mengatakan, status waspada yang sempat diberlakukan sejatinya telah resmi dicabut setelah adanya pembaruan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dan kondisi saat ini dinyatakan aman.

“Memang sebelumnya ada peringatan waspada yang dikeluarkan menyusul gempa berkekuatan 7,7 magnitudo tersebut. Namun setelah kami berkoordinasi dengan BMKG, status itu sudah dicabut dan dinyatakan berakhir sejak pukul 11.26 Wita,” ujar Hermansyah kepada Berau Post kemarin.

Meski demikian, pihaknya tetap mengimbau masyarakat untuk tidak lengah dan terus meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi warga yang bermukim di wilayah pesisir pantai.

Dirinya menjelaskan, hingga saat ini BPBD Berau bersama unsur gabungan masih melakukan pemantauan lapangan guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya fenomena alam yang tidak biasa.

“Kami dari BPBD dan tim gabungan tetap mengingatkan masyarakat pesisir untuk selalu waspada. Pantau kondisi air laut, dan segera laporkan apabila terjadi kenaikan maupun penurunan muka air yang tidak wajar,” katanya.

Selain melakukan pemantauan langsung, BPBD juga terus menjalin komunikasi dengan BMKG dan instansi terkait lainnya guna memperoleh informasi terkini mengenai perkembangan kondisi cuaca dan aktivitas kegempaan.

Langkah tersebut dilakukan, sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana yang sewaktu-waktu dapat terjadi, terutama mengingat Kabupaten Berau memiliki garis pantai yang cukup panjang dan sejumlah kawasan permukiman yang berada dekat dengan laut.

“Sejak peringatan dini dikeluarkan, masyarakat di beberapa wilayah pesisir Berau sempat meningkatkan kewaspadaan. Namun hingga status berakhir diumumkan, tidak ditemukan adanya dampak signifikan maupun gangguan yang membahayakan masyarakat,” tuturnya.

Dihubungi secara terpisah, Kepala BMKG Berau, Ade Heryadi, membernarkan adanya hal tersebut. Saat ini sudah terbilang aman bagi masyarakat untuk beraktivitas.

“Untuk saat ini jika kita lihat dari data memang sudah aman, sehingga status tersebut telah dicabut,” sebutnya.

Walaupun begitu, dirinya tetap meminta kepada masyarakat tetap selalu waspada dan juga bagi masyarakat yang melakukan aktivitas di laut untuk terus melihat update terkait dengan cuaca dan hal penting yang ada kirim oleh BMKG Berau.

“Kami akan terus memonitor dan saya berpesan kepada masyarakat untuk tetap selalu update terkait dengan hal ini, karena kita tidak tahu seperti apa kedepannya, jadi tetap harus waspada,” pungkasnya. (aky/sam)

Editor : Nurismi
#peringatan tsunami #wilayah pesisir #BPBD Berau