Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Sokong Sektor Pariwisata, DPUPR Berau Dorong Rehabilitasi Jalan Rusak di Pulau Maratua

Nurismi • Senin, 8 Juni 2026 | 15:30 WIB
REHABILITASI JALAN: Pemerintah Kabupaten Berau melalui DPUPR melakukan peninjauan sejumlah ruas jalan di Pulau Maratua yang mengalami kerusakan. (SENO/BP)
REHABILITASI JALAN: Pemerintah Kabupaten Berau melalui DPUPR melakukan peninjauan sejumlah ruas jalan di Pulau Maratua yang mengalami kerusakan. (SENO/BP)

BERAU POST – Pemerintah Kabupaten Berau melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) melakukan peninjauan sejumlah ruas jalan di Pulau Maratua yang mengalami kerusakan.

Hasil peninjauan akan menjadi dasar, pengusulan program rehabilitasi jalan melalui Anggaran Perubahan Tahun 2026 hingga Anggaran Murni Tahun 2027.

Peninjauan dilakukan sebagai tindak lanjut arahan Bupati Berau, untuk memastikan kondisi infrastruktur jalan di salah satu destinasi wisata unggulan daerah tersebut tetap terjaga dan mampu mendukung mobilitas masyarakat maupun wisatawan.

Kepala Bidang Preservasi Jalan dan Jembatan DPUPR Berau, Junaidi, mengatakan, pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap jalan penghubung Kampung Bohe Silian, Kampung Payung-Payung, Kampung Teluk Harapan hingga Kampung Teluk Alulu sepanjang kurang lebih 32 kilometer.

Selain itu, tim juga meninjau ruas jalan samping bandara menuju Kampung Payung-Payung sepanjang 700 meter serta jalan dari Kampung Payung-Payung menuju Teluk Pea sepanjang 700 meter. “Peninjauan dilakukan sesuai arahan ibu bupati,” ujarnya Minggu (7/6). 

Dari hasil pemeriksaan lapangan, ruas jalan poros yang menghubungkan sejumlah kampung di Pulau Maratua secara umum masih berada dalam kondisi baik.

Tingkat kemantapan jalan tersebut diperkirakan mencapai 95 persen, dengan kondisi lapisan aspal yang masih layak digunakan.

Meski demikian, pihaknya menemukan beberapa titik yang memerlukan penanganan berupa pembersihan bahu jalan dan perbaikan kerusakan ringan.

“Kami menemukan sekitar enam titik lubang pada ruas jalan poros,” katanya.

Berbeda dengan kondisi jalan utama antarkampung, dua ruas jalan lainnya yang berada di sekitar kawasan Kampung Payung-Payung tercatat mengalami kerusakan cukup berat.

Pada ruas jalan samping bandara menuju Kampung Payung-Payung, lapisan aspal telah mengalami keausan dan banyak bagian yang terlepas sehingga menimbulkan lubang-lubang di badan jalan.

Kondisi serupa juga ditemukan pada ruas jalan dari Kampung Payung-Payung menuju Teluk Pea. Kerusakan permukaan aspal yang telah berusia lebih dari satu dekade menyebabkan kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan berkurang.

“Kerusakan terjadi karena usia jalan yang memang sudah lama,” jelasnya.

Menurut Junaidi, kedua ruas tersebut merupakan hasil pekerjaan peningkatan jalan yang dilaksanakan pada 2013 dan seharusnya telah mendapatkan rehabilitasi dalam beberapa tahun terakhir.

Karena itu, DPUPR Berau mengusulkan rehabilitasi menyeluruh menggunakan aspal hotmix agar kondisi jalan kembali optimal.

Usulan rehabilitasi mencakup penanganan sepanjang 1,4 kilometer dengan kebutuhan anggaran sekitar Rp 7,5 miliar.

Anggaran tersebut tidak hanya digunakan untuk memperbaiki dua ruas jalan yang rusak berat, tetapi juga untuk pembenahan bahu jalan serta penanganan enam titik kerusakan pada jalan poros penghubung kampung dari Bohe Silian hingga Teluk Alulu.

“Usulan akan kami dorong pada APBD Perubahan 2026 dan APBD Murni 2027,” ungkapnya.

Rencana perbaikan tersebut mendapat sambutan positif dari Pemerintah Kecamatan Maratua.

Camat Maratua, Ashari, menilai peningkatan infrastruktur jalan memiliki peran penting dalam mendukung sektor pariwisata yang menjadi andalan daerah. “Kami menyambut baik rencana ini,” ujarnya.

Menurutnya, kondisi jalan yang baik akan memberikan kenyamanan bagi masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, sekaligus mempermudah pergerakan wisatawan menuju berbagai destinasi yang tersebar di Pulau Maratua.

“Jalan yang nyaman akan meninggalkan kesan baik bagi wisatawan,” katanya.

Ashari berharap program rehabilitasi dapat direalisasikan sesuai rencana sehingga mampu memperkuat posisi Maratua sebagai destinasi wisata unggulan Berau.

Dengan infrastruktur yang semakin baik, wisatawan diharapkan memiliki pengalaman perjalanan yang lebih nyaman dan terdorong untuk kembali berkunjung ke pulau yang dikenal dengan keindahan laut dan pantainya tersebut. (sen/sam)

Editor : Nurismi
#Pulau maratua #DPUPR Berau #infrastruktur jalan