Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Dongkrak Ekonomi Kampung, Diskoperindag Berau Matangkan Lokasi Industri Kakao dan Kelapa

Nurismi • Jumat, 5 Juni 2026 | 13:40 WIB
ILUSTRASI: Diskoperindag Berau menyusun roadmap hilirisasi kakao dan kelapa dalam untuk pengembangan industri pengolahan daerah. (BERAU POST)
ILUSTRASI: Diskoperindag Berau menyusun roadmap hilirisasi kakao dan kelapa dalam untuk pengembangan industri pengolahan daerah. (BERAU POST)

BERAU POST – Pemerintah Kabupaten Berau melalui Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) terus mematangkan rencana pengembangan hilirisasi komoditas unggulan daerah, khususnya kakao dan kelapa dalam.

Saat ini, pembahasan draf akhir kajian roadmap kedua komoditas tersebut telah memasuki tahap penentuan lokasi-lokasi potensial yang akan menjadi fokus pengembangan industri pengolahan di masa mendatang.

Kepala Diskoperindag Berau, Eva Yunita, menjelaskan, dalam roadmap yang disusun telah dipetakan sejumlah kampung dan kecamatan yang memiliki potensi untuk pengembangan hilirisasi, baik dalam bentuk produk setengah jadi maupun produk akhir.

Pengembangan tersebut akan didukung dengan penguatan sektor hulu, yang mengacu pada hasil kajian yang telah dilaksanakan oleh Dinas Perkebunan.

“Intinya sudah ada penentuan spot-spot di kampung maupun kecamatan yang memiliki potensi untuk pengembangan hilirisasi, baik produk akhir maupun setengah jadi,” katanya kepada Berau Post, Kamis (3/6).

“Penguatan hulunya juga disesuaikan dengan hasil kajian yang dilaksanakan Dinas Perkebunan,” ujarnya.

Selain pemetaan wilayah, roadmap tersebut juga mengatur pembagian peran dan tugas masing-masing pemangku kepentingan yang terlibat.

Dengan adanya pembagian tugas yang jelas, perencanaan program maupun penganggaran diharapkan dapat dilakukan secara lebih terarah dan terukur.

Lanjutnya, dokumen tersebut juga memuat gambaran skala industri yang memungkinkan untuk dijalankan saat ini, maupun dalam kurun waktu lima tahun ke depan.

Bahkan, kebutuhan investasi untuk pengembangan industri pada skala tertentu turut dihitung sebagai acuan dalam penyusunan program.

“Sudah ada pembagian peran seluruh stakeholder, siapa berbuat apa. Sehingga dalam perencanaan penganggaran menjadi lebih terarah,” ucapnya.

“Di dalam roadmap juga sudah dihitung kebutuhan investasi untuk industri pengolahan kakao maupun kelapa dalam,” sambungnya.

Khusus untuk komoditas kakao, beberapa wilayah yang telah berjalan dalam pengembangan produk olahan antara lain Kampung Suaran, Merasa, Long Lanuk dan Labanan Makarti.

Diungkapnya, pelaksanaan program secara bertahap dimulai pada 2026. Pun terutama yang berkaitan dengan dukungan peralatan.

Untuk pengembangan kakao, Diskoperindag akan fokus mendampingi produk-produk yang sudah ada sekaligus mendorong kepastian kontinuitas dan keberlanjutan produk hilir yang dihasilkan masyarakat.

Upaya tersebut dilakukan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk sektor swasta dan organisasi nonpemerintah (NGO).

Tidak hanya itu, pendampingan juga mencakup penyempurnaan kemasan produk agar memiliki nilai tambah dan daya saing yang lebih baik di pasar.

Sementara hilirisasi kelapa dalam dinilai memiliki peluang yang sangat luas, karena hampir seluruh bagian tanaman dapat dimanfaatkan menjadi produk bernilai ekonomi. Mulai dari daging kelapa hingga limbah hasil pengolahan, dapat dikembangkan menjadi berbagai produk turunan.

Salah satu yang menjadi perhatian pemerintah daerah adalah pengolahan sabut kelapa. Program tersebut merupakan tindak lanjut dari usulan masyarakat Kampung Tanjung Perapat yang disampaikan saat Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang).

“Untuk hilirisasi kelapa dalam banyak variannya, mulai dari isi dalam kelapa sampai limbahnya. Termasuk pengolahan sabut kelapa. Sesuai permintaan Kampung Tanjung Perapat saat Musrenbang kemarin, agar dibantu peralatan dan pelatihan pengolahan sabut kelapa,” jelas Eva.

Usulan tersebut telah masuk dalam rencana kerja Diskoperindag tahun 2027 dan menjadi salah satu prioritas dalam pengembangan hilirisasi kelapa dalam.

Pemerintah daerah berharap dukungan peralatan dan pelatihan yang direncanakan dapat terealisasi, sehingga mampu membuka peluang usaha baru bagi masyarakat sekaligus meningkatkan nilai tambah komoditas perkebunan daerah. (aja/sam)

Editor : Nurismi
#kakao #kelapa #pemkab berau #komoditas perkebunan