Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Sehari Butuh 100 Piring Telur, Program Makan Bergizi Gratis Jadi Ladang Cuan Baru di Berau

Nurismi • Jumat, 29 Mei 2026 | 15:15 WIB
ILUSTRASI: Kebutuhan telur untuk MBG yang tinggi membuat Pemkab Berau mendorong para peternak untuk meningkatkan produksi lokal. (IZZA/BP)
ILUSTRASI: Kebutuhan telur untuk MBG yang tinggi membuat Pemkab Berau mendorong para peternak untuk meningkatkan produksi lokal. (IZZA/BP)

BERAU POST – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai berdampak terhadap meningkatnya kebutuhan bahan pangan di Kabupaten Berau, khususnya telur ayam broiler.

Di tengah tingginya permintaan, produksi lokal dinilai masih belum mampu memenuhi kebutuhan pasar secara keseluruhan.

Analis Pasar Hasil Pertanian Muda Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) Berau, Widodo, mengatakan, produksi telur lokal saat ini baru mampu memenuhi sekitar 50 hingga 60 persen kebutuhan masyarakat. Sisanya masih dipasok dari luar daerah.

Disebutnya, harga telur di Berau juga sangat dipengaruhi biaya pakan ternak. Kenaikan harga pakan otomatis berdampak terhadap harga jual telur di pasaran.

“Kalau pakan itu relatif harganya. Kurang lebih 70 persen biaya peternak itu dari pakan. Jadi kalau pakan naik, otomatis harga telur juga ikut naik,” katanya belum lama ini.

Dijelaskan, harga telur produksi lokal saat ini berkisar Rp 65 ribu hingga Rp 70 ribu per piring. Sementara telur yang dipasok dari luar daerah dijual sedikit lebih murah, yakni sekitar Rp 55 ribu sampai Rp 60 ribu per piring.

“Perbedaannya sekitar Rp 5 ribu. Kalau dari luar daerah itu memang sedikit lebih rendah dan saat ini telur masih harga normal,” jelasnya.

Ia menyebut kebutuhan telur untuk mendukung program MBG khususnya pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), cukup tinggi. Dalam sehari, satu SPPG diperkirakan membutuhkan sekitar 97 hingga 100 piring telur.

“Kalau satu piring isinya 30 butir, berarti kebutuhan per hari per SPPG itu sangat tinggi,” ucapnya.

Di sisi lain, produksi telur dari peternak lokal masih stagnan. Kondisi tersebut membuat pemerintah daerah mulai mendorong peternak agar meningkatkan kapasitas produksi untuk memenuhi kebutuhan pasar yang terus bertambah.

Pihaknya mengaku telah berkomunikasi langsung dengan sejumlah peternak ayam petelur di Berau. Dikatakan, para peternak pada dasarnya siap menambah produksi selama harga jual dinilai masih menguntungkan.

“Kami sudah ngobrol dengan peternak telur ayam. Mereka berusaha meningkatkan produksi, tergantung harga jual juga. Kalau pasar tinggi, biasanya peternak mengikuti kebutuhan,” tuturnya.

Selain mendorong peningkatan produksi, pemerintah juga berupaya membantu dari sisi penyediaan pakan. Salah satunya melalui dukungan jagung pakan ternak yang menjadi kebutuhan utama peternak ayam petelur.

“Nanti ada dukungan melalui cadangan jagung pemerintah. Kami juga sudah ikut zoom meeting dari pusat terkait hal itu,” katanya.

Terkait harga jagung pakan tersebut, di tingkat produsen saat ini berada di kisaran Rp 7 ribu per kilogram. Namun melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dari Bulog, peternak bisa memperoleh harga lebih rendah.

“Kalau melalui Bulog itu sekitar Rp 5 ribu kalau ambil langsung di Bulog dan Rp 5.600 jika diantar. Kalau beli di produsen biasanya sekitar Rp 7 ribuan,” pungkasnya.

Sebelumnya, Bupati Berau, Sri Juniarsih mendukung penuh pelaksanaan program MBG yang ada di Kabupaten Berau. Program ini sejalan dengan visi kami menciptakan manusia yang cerdas dan berbudi luhur.

“Kita optimalkan sumber daya alam di Berau, seperti ikan dan telur untuk mendukung operasional SPPG,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya pemanfaatan potensi lokal Berau, sebagai bahan pangan pendukung program bergizi ini. Pihaknya akan menginstruksikan OPD terkait agar mendukung penuh operasionalisasi SPPG.

“Tentunya MBG juga membuka peluang besar bagi petani dan koperasi lokal untuk menjadi penyedia utama pasokan pangan,” terangnya. (aja/sam)

Editor : Nurismi
#Mbg #kebutuhan telur