Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Tinjau RPH Gunung Tabur Jelang Iduladha, Wabup Gamalis Temukan Penurunan Drastis Ini

Nurismi • Selasa, 26 Mei 2026 | 13:10 WIB
DIPANTAU: Pemantauan RPH Gunung Tabur oleh Wakil Bupati Berau, Gamalis, kemarin (25/5). (SENO/BP)
DIPANTAU: Pemantauan RPH Gunung Tabur oleh Wakil Bupati Berau, Gamalis, kemarin (25/5). (SENO/BP)

BERAU POST – Wakil Bupati Berau, Gamalis, meninjau langsung kesiapan Rumah Potong Hewan (RPH) Gunung Tabur menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah.

Peninjauan dilakukan untuk memastikan pelayanan pemotongan hewan kurban berjalan aman, higienis, dan sesuai standar kesehatan hewan.

Dalam kunjungannya, Gamalis memantau fasilitas pemotongan, kesiapan personel, hingga jumlah hewan kurban yang masuk ke RPH pada momentum lebaran haji tahun ini.

Dari hasil pemantauan, jumlah permintaan pemotongan hewan kurban di RPH Gunung Tabur mengalami penurunan signifikan dibanding tahun sebelumnya.

“Jadi kita memang harus memantau semua kegiatan terkait pelaksanaan Iduladha beberapa hari lagi,” ujarnya Senin (25/5).

Gamalis menyebut, hingga memasuki hari tasyrik, jumlah sapi yang masuk untuk dipotong di RPH hanya mencapai 14 ekor. Angka tersebut turun hingga 50 persen, dibanding tahun lalu yang mencapai 28 ekor sapi.

“Terpantau hanya 14 ekor sapi yang masuk,” katanya.

Menurutnya, selama ini RPH menjadi lokasi utama masyarakat untuk melaksanakan pemotongan hewan kurban.

Namun, kondisi berbeda terjadi pada Iduladha tahun ini, karena semakin banyak masyarakat maupun lembaga yang melakukan pemotongan secara mandiri di luar RPH.

Ia menjelaskan, penurunan tersebut diduga dipengaruhi bertambahnya jumlah juru sembelih halal maupun tenaga pemotong hewan yang telah memiliki sertifikasi kompetensi.

Dengan adanya tenaga bersertifikat tersebut, proses penyembelihan kini bisa dilakukan langsung di masjid, musala, maupun lokasi pelaksanaan kurban lainnya.

“Terjadinya penurunan ini karena terbitnya beberapa sertifikat pemotong,” jelasnya.

Gamalis mengatakan, keberadaan tenaga pemotong hewan yang kompeten di luar RPH pada dasarnya menjadi perkembangan positif.

Sebab, masyarakat kini memiliki lebih banyak pilihan dalam pelaksanaan penyembelihan hewan kurban, selama tetap memperhatikan standar kesehatan dan syariat.

“Mereka akhirnya memotong secara mandiri,” ucapnya.

Meski jumlah pemotongan menurun, Pemkab Berau memastikan RPH Gunung Tabur tetap siaga memberikan pelayanan bagi masyarakat yang membutuhkan fasilitas pemotongan resmi.

Selain itu, pengawasan kesehatan hewan juga tetap dilakukan untuk memastikan daging kurban aman dikonsumsi.

Sementara Kepala UPTD RPH Gunung Tabur, Nanang Ardhiansyah, menyoroti kebutuhan penambahan Sumber Daya Manusia (SDM) di RPH. Menurutnya, jumlah personel saat ini masih sangat terbatas dibanding daerah lain.

“Penambahan personel memang penting,” terangnya.

Ia mencontohkan, di Kota Bontang yang hanya menangani satu jenis pemotongan sapi dengan luas area kurang dari satu hektare, jumlah personelnya mencapai 15 orang. Sementara di Berau, jumlah petugas aktif hanya empat orang yang terdiri dari ASN dan PPPK.

Nanang juga membandingkan dengan daerah lain seperti Purwakarta yang memiliki hingga 22 personel untuk menunjang operasional rumah potong hewan.

Karena itu, pihaknya berharap ada perhatian terhadap penambahan tenaga, agar pelayanan RPH dapat semakin maksimal, terutama pada momen besar seperti Iduladha. (sen/sam)

Editor : Nurismi
#wakil bupati berau gamalis #peninjauan #rph