BERAU POST – Kebutuhan pembangunan akses jalan menuju Kampung Bena Baru, kembali menjadi perhatian.
Meski dalam dua tahun terakhir pembangunan jalan sudah mulai direalisasikan, masih terdapat sekitar 1,5 kilometer ruas jalan yang dinilai perlu segera dituntaskan, demi mendukung mobilitas masyarakat dan pengembangan kampung.
Kepala Kampung Bena Baru, Nyelung Jaling, menyampaikan, kondisi akses menuju kampung sebelumnya masih berupa jalan tanah dan cukup menyulitkan masyarakat, terutama saat musim hujan.
Namun, melalui aspirasi yang disampaikan pemerintah kampung, pembangunan mulai dilakukan secara bertahap.
“Dua tahun lalu masih jalan tanah,” ujarnya kemarin (22/5).
Ia mengaku bersyukur karena selama dua tahun berturut-turut pembangunan jalan sudah mulai direalisasikan pemerintah daerah.
Meski demikian, masih ada pekerjaan yang perlu dilanjutkan agar akses menuju kampung benar-benar memadai dan aman dilalui masyarakat.
“Masih perlu dibangun lagi sekitar 1,5 kilometer,” terangnya.
Menurutnya, akses jalan menjadi kebutuhan utama masyarakat karena menjadi jalur penghubung aktivitas warga, distribusi hasil kampung, hingga mendukung kegiatan adat dan budaya yang rutin digelar di Bena Baru.
Dengan kondisi jalan yang semakin baik, diharapkan mobilitas masyarakat juga semakin lancar dan berdampak pada peningkatan ekonomi kampung.
Sementara Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setkab Berau, Muhammad Hendratno, menegaskan, pemerintah daerah memiliki komitmen agar seluruh kampung di Berau dapat memiliki akses jalan yang terbuka dan layak.
“Sesuai visi misi, setiap kampung harus terbuka aksesnya,” katanya.
Ia menilai Kampung Bena Baru memiliki potensi besar, terutama dalam menjaga kealamian wilayah, serta pelestarian adat budaya yang menjadi daya tarik tersendiri. Karena itu, akses menuju kampung dinilai harus menjadi perhatian bersama.
“Bena Baru sudah membuktikan mampu menyuguhkan adat budaya dan kealamian,” jelasnya.
Selain pembangunan jalan yang tersisa sekitar 1,5 kilometer, Hendratno juga menyoroti kondisi jalan longsor di kawasan tersebut yang berada di sisi jurang dan dinilai cukup rawan.
Menurutnya, kondisi topografi wilayah di Berau memang membutuhkan perhatian khusus dalam pemeliharaan infrastruktur jalan.
“Tipikal kontur wilayah kita memang perlu pemeliharaan dalam situasi apa pun,” ujarnya.
Ia memastikan aspirasi dan keluhan masyarakat terkait kondisi jalan tersebut telah didengar pemerintah daerah, dan akan dibahas lebih lanjut bersama organisasi perangkat daerah (OPD) terkait agar dapat menjadi perhatian bersama.
“Kita mendengar keluhan masyarakat dan akan dibawa ke meja kerja OPD,” tandasnya. (sen/sam)
Editor : Nurismi