BERAU POST - Program rumah layak huni kembali digulirkan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Berau pada tahun ini.
112 unit rumah yang tersebar di empat kecamatan dan 10 kampung di Kabupaten Berau masuk dalam target penerima bantuan peningkatan kualitas rumah.
Kabid Perumahan Disperkim Berau, Juli Mahendra, mengatakan, ratusan unit rumah tersebut tersebar di Kampung Batu Rajang, Tepian Buah, Harapan Jaya, Pegat Bukur, Merancang Ulu, Capuak, Dumaring, Suka Murya, Tabalar Ulu, dan Tunggal Bumi. Saat ini masih dalam program verifikasi lapangan di masing-masing kampung penerima bantuan.
“Targetnya bulan depan sudah mulai ada yang direalisasikan,” ujarnya diwawancara kemarin (20/5).
Jumlah bantuan tahun ini sebutnya meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2025, program rumah layak huni hanya menyasar 45 unit rumah yang tersebar di empat kelurahan dan dua kampung.
Bantuan yang diberikan bukan pembangunan rumah baru, melainkan peningkatan kualitas rumah masyarakat yang dinilai belum layak huni.
“Konsepnya rehab atau renovasi. Yaitu peningkatan kualitas rumah masyarakat,” katanya.
Sebagian besar bantuan juga mencakup pembangunan fasilitas mandi, cuci dan kakus (MCK). Untuk bantuan renovasi yang disertai pembangunan MCK, nilai bantuan mencapai Rp 32 juta per unit.
Namun, satu kampung yang hanya menerima bantuan renovasi rumah tanpa tambahan pembangunan MCK, yakni Kampung Merancang Ulu. Di lokasi tersebut, nilai bantuan sebesar Rp 20 juta per unit untuk 10 rumah penerima.
“Kalau yang tidak plus MCK itu hanya satu kampung saja di Merancang Ulu. Itu hanya renovasi biasa saja,” ujarnya.
Adapun skema bantuan disesuaikan dengan usulan dan kebutuhan dari masing-masing kampung. Seluruh bantuan yang saat ini berjalan masih bersumber dari APBD Berau.
Tapi bantuan serupa dari pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat juga disebut tetap ada dan masih dalam tahap proses.
“Untuk APBD provinsi dan pusat juga ada kegiatan berjalan, tapi untuk jumlahnya belum diketahui,” katanya.
Ia menambahkan, terdapat sejumlah kendala yang kerap ditemukan saat proses verifikasi calon penerima bantuan di lapangan. Salah satunya persoalan legalitas dan kepemilikan lahan.
“Biasanya pada saat verifikasi surat kepemilikan tanah mereka tidak memiliki sertifikat,” ungkapnya.
Selain itu, adapula warga yang membeli atau menerima hibah tanah dari pihak lain, namun status administrasi lahannya belum selesai sehingga surat kepemilikan belum dapat diterbitkan pihak kampung maupun kelurahan.
“Kalau tidak memenuhi syarat, kita alihkan kepada warga lain yang sesuai persyaratan,” tegasnya.
Ia memastikan tahapan verifikasi saat ini sudah mendekati final. Setelah proses tersebut selesai, pemerintah akan kembali melakukan sosialisasi kepada masyarakat penerima sebelum bantuan mulai disalurkan.
Juli berharap program rumah layak huni dapat terus berlanjut setiap tahun, karena dinilai sangat membantu masyarakat berpenghasilan rendah di Berau.
Menurutnya, program tersebut juga sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam mempercantik kawasan permukiman serta mendukung posisi Berau sebagai salah satu daerah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN), khususnya dari sektor pariwisata.
“Harapan saya kegiatan seperti ini tetap ada, karena sangat menyentuh dan membantu masyarakat Berau,” pungkasnya.
Sementara Bupati Berau, Sri Juniarsih, menegaskan bahwa program rumah layak huni merupakan salah satu prioritas pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat berpenghasilan rendah.
“Hunian yang layak adalah kebutuhan dasar yang harus dipenuhi secara bertahap dan berkelanjutan oleh pemerintah daerah,” katanya.
Peningkatan jumlah sasaran pada tahun ini menjadi bukti adanya komitmen pemerintah daerah untuk memperluas jangkauan bantuan.
“Aparatur kampung dan kelurahan harus lebih aktif membantu masyarakat dalam melengkapi persyaratan agar tidak ada calon penerima yang gagal mendapatkan bantuan,” tegasnya.
Ia berharap program rumah layak huni tidak hanya berdampak pada perbaikan fisik rumah, tetapi juga mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan. (aja/sam)
Editor : Nurismi