Bupati Berau, Sri Juniarsih, yang ikut melepas rombongan asal Berau berpesan agar seluruh jemaah dapat memfokuskan diri sepenuhnya pada rangkaian ibadah, serta menjaga kondisi fisik selama berada di Tanah Suci.
Ia mengingatkan, kesempatan menunaikan rukun Islam kelima merupakan anugerah besar, terlebih dengan masa tunggu keberangkatan haji yang cukup panjang. Karena itu, para jemaah diminta memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sebaik-baiknya.
“Fokuslah pada ibadah, penuhi setiap syarat maupun rukunnya. InsyaAllah bapak dan ibu akan pulang dengan predikat haji yang mabrur dan mabruroh,” ujarnya.
Selain itu, Ia juga menekankan pentingnya menjaga nama baik daerah dan bangsa selama menjalankan ibadah haji.
Sebagai representasi masyarakat Kabupaten Berau dan Provinsi Kalimantan Timur, jemaah diharapkan senantiasa bersikap santun serta saling membantu antarsesama jamaah.
“Jagalah nama baik daerah, bersikaplah yang baik, dan berkatalah yang baik selama di sana,” ucapnya.
Adapun Kabag Kesra Setkab Berau, Toto Marjito, mengatakan, seluruh rangkaian keberangkatan sejauh ini berjalan sesuai rencana.
Mulai dari proses pelepasan jemaah pada 11 Mei, hingga keberangkatan menuju embarkasi Balikpapan pada 14 Mei berlangsung tertib dan lancar.
“Alhamdulillah selama ini mulai dari proses pelepasan tanggal 11 Mei lancar. Hingga keberangkatan pada 14 Mei juga lancar,” ujarnya.
Antusiasme keluarga dan masyarakat yang mengantar keberangkatan jemaah juga terlihat tinggi. Sejak dari kawasan Masjid Agung Baitul Hikmah hingga Bandara Kalimarau, para pengantar memadati lokasi untuk melepas keberangkatan para tamu Allah tersebut.
Untuk keberangkatan menuju Balikpapan, Pemkab Berau membagi jemaah dalam dua penerbangan menggunakan maskapai Sriwijaya Air dan Super Air Jet.
Adapun jumlah penumpang yang menggunakan Sriwijaya Air sebanyak 127 jemaah ditambah dua pendamping. Sedangkan Super Air Jet membawa 87 jemaah.
Selain itu, terdapat petugas kesehatan yang turut mendampingi, khususnya untuk membantu para jemaah lanjut usia selama perjalanan.
“Petugas dari pemda juga mendampingi sampai embarkasi Balikpapan,” katanya.
Di sisi lain, kesiapan logistik jemaah juga dipastikan aman. Koper besar milik calon jemaah haji disebut telah lebih dahulu diberangkatkan ke Balikpapan pada 12 Mei dan saat ini sudah berada di gudang asrama haji embarkasi.
“Barang-barang koper besar jemaah sudah sampai lebih dulu di gudang embarkasi. Sedangkan barang bawaan saat keberangkatan dari bandara langsung ditangani pihak ketiga,” jelasnya.
Keberangkatan menuju Balikpapan dilakukan lebih awal sebagai langkah antisipasi, mengingat tidak tersedia penerbangan Sriwijaya Air pada 15 Mei. Sesuai jadwal, para calon jemaah haji asal Berau akan diterima di Embarkasi Balikpapan pada 15 Mei 2026.
Selanjutnya, rombongan dijadwalkan bertolak dari Balikpapan menuju Jeddah pada 16 Mei sekitar pukul 22.00 WITA. Para jemaah akan langsung menuju Makkah, karena masuk dalam gelombang kedua pemberangkatan haji tahun ini.
“Dari data yang ada, jemaah tertua asal Berau berusia 81 tahun, sedangkan yang termuda berusia 24 tahun,” sebutnya.
Selain rombongan utama, terdapat pula dua jemaah asal Berau yang lebih dulu diberangkatkan dan bergabung dengan Kloter 3 Balikpapan.
Sementara dua jemaah lainnya dijadwalkan menyusul pada 18 dan 19 Mei mendatang bersama Kloter 16 dan 17 Balikpapan.
“Adanya jemaah yang terpisah kloter tersebut disebabkan penambahan kuota haji tambahan tahun ini,” ungkapnya. (aja/sam)