Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Maratua Menanti Realisasi TPS: Langkah Krusial Selamatkan Wajah Pariwisata Berau dari Penumpukan Sampah

Nurismi • Senin, 11 Mei 2026 | 14:20 WIB
TPS MARATUA: Keberadaan TPS di Pulau Maratua dinilai penting, untuk mendukung program penanganan sampah di pulau pariwisata di Berau tersebut. (DLHK BERAU UNTUK BERAU POST)
TPS MARATUA: Keberadaan TPS di Pulau Maratua dinilai penting, untuk mendukung program penanganan sampah di pulau pariwisata di Berau tersebut. (DLHK BERAU UNTUK BERAU POST)

BERAU POST – Kebutuhan akan pengelolaan sampah di Kecamatan Pulau Maratua dinilai semakin penting, seiring meningkatnya aktivitas masyarakat dan sektor pariwisata di kawasan kepulauan tersebut.

Pemerintah kecamatan berharap pembangunan Tempat Pengolahan Sampah (TPS) dapat segera direalisasikan, agar penanganan sampah di wilayah itu lebih maksimal dan terarah.

Camat Maratua, Ashari, mengatakan, hingga saat ini progres pembangunan TPS di Maratua masih berada pada tahap pematangan lahan.

Belum ada kelanjutan pembangunan fisik yang signifikan, meski keberadaan fasilitas tersebut sangat dibutuhkan masyarakat.

Menurut Ashari, keberadaan TPS menjadi salah satu kebutuhan utama dalam mendukung program pengurangan sampah di empat kampung yang ada di Maratua.

Selama ini, pemerintah kampung masih mengalami kendala karena belum adanya lokasi pengolahan dan pembuangan akhir yang memadai.

Ia menjelaskan, apabila TPS sudah tersedia, pemerintah kecamatan bersama pemerintah kampung dapat menyusun peraturan kampung terkait pengelolaan sampah secara lebih tegas dan terstruktur.

“Kalau TPS ada, kami bisa buat perkam empat kampung untuk pengelolaan sampah,” katanya belum lama ini.

Ashari menilai kesadaran masyarakat untuk mengurangi sampah akan lebih mudah dibangun apabila sistem pengelolaannya sudah tersedia.

Karena itu, keberadaan TPS disebut menjadi dasar penting dalam memperkuat program kebersihan di kawasan wisata tersebut. “Kita butuh pembuangan akhirnya,” terangnya.

Selain itu, konsep pengelolaan sampah yang dirancang di Maratua nantinya akan menerapkan pemisahan antara sampah organik dan anorganik.

Langkah itu diharapkan mampu mengurangi volume sampah yang harus dibawa keluar pulau menuju tempat pembuangan akhir di daratan utama.

Menurutnya, sistem pemilahan sampah tersebut juga akan membantu pengurangan residu sampah yang selama ini menjadi persoalan di wilayah kepulauan. Karena itu, pembangunan TPS disebut harus menjadi prioritas pemerintah daerah. “TPS ini sangat penting,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Berau, Zulkifli Azhari, mengakui pembangunan TPS di Maratua masih dalam proses penanganan oleh instansi teknis terkait, yakni Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).

“Masih dalam tahap pembangunan, DPUPR masih mengerjakan” ucapnya.

Ia berharap tahapan pembangunan dapat segera diselesaikan, agar fasilitas pengelolaan sampah di kawasan pulau wisata tersebut bisa segera difungsikan.

Zulkifli menjelaskan, arah penanganan sampah di Maratua nantinya menggunakan konsep pengelolaan skala kawasan yang berfokus pada pemilahan, pengurangan volume sampah, hingga proses daur ulang sebelum dibuang ke tempat pembuangan akhir.

Menurutnya, fasilitas tersebut tidak hanya berfungsi mengendalikan sampah, tetapi juga diharapkan mampu menghasilkan nilai ekonomi dari pengolahan sampah yang dilakukan masyarakat.

“Intinya sampah di Maratua bisa terkendali dan ada nilai manfaat,” katanya.

Ia menambahkan, tempat pembuangan akhir tetap berada di luar pulau. Namun dengan adanya Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di Maratua dan TPS3R di Pulau Derawan, persoalan sampah di kawasan kepulauan diharapkan dapat ditekan secara bertahap.

“Yang diangkut ke TPA Tanjung Batu hanya residu saja,” pungkasnya. (sen/sam)

Editor : Nurismi
#pembangunan TPA #Pulau maratua #DLHK Berau