BERAU POST – Pemerintah Kecamatan Maratua mulai melakukan berbagai langkah penataan kawasan wisata untuk meningkatkan kenyamanan wisatawan dan menjaga keindahan destinasi unggulan di Kabupaten Berau.
Program tersebut dipimpin langsung Camat Maratua, Ashari, yang baru beberapa waktu lalu menjabat.
Penataan dilakukan di sejumlah titik wisata dan kawasan UMKM, terutama di wilayah Teluk Harapan yang menjadi salah satu pusat aktivitas wisatawan di Pulau Maratua.
Fokus pembenahan meliputi larangan parkir di bahu jalan, pengelolaan sampah, hingga penataan kapal dan sampan nelayan yang sandar di pesisir pantai.
Ashari mengatakan, penataan dilakukan secara bertahap agar kawasan wisata di Maratua terlihat lebih rapi, bersih dan nyaman dikunjungi wisatawan. “Kita akan tata ulang agar tidak kumuh nantinya,” ujarnya Jumat (8/5).
Ia menjelaskan, kawasan UMKM menjadi salah satu perhatian utama karena selama ini aktivitas parkir kendaraan dan tata letak pedagang dinilai perlu dibenahi agar tidak mengganggu kenyamanan pengunjung.
Selain itu, pemerintah kecamatan juga akan memperketat pengawasan terhadap masyarakat yang membuang sampah sembarangan.
Menurutnya, persoalan sampah menjadi salah satu isu penting yang harus segera diselesaikan demi menjaga citra wisata Maratua.
“Permasalahan sampah akan lebih keras lagi,” katanya.
Ashari menegaskan, masyarakat yang kedapatan membuang sampah sembarangan nantinya akan diberikan sanksi sebagai bentuk efek jera. Ia menargetkan dalam tiga bulan ke depan kondisi kebersihan di kawasan wisata bisa jauh lebih baik.
“Saya programkan tiga bulan ke depan sampah tidak berserakan,” tegasnya.
Sebagai bentuk dukungan terhadap program tersebut, pihak kecamatan juga mulai memproduksi papan informasi dan imbauan kebersihan yang akan dipasang di sejumlah titik strategis agar mudah dibaca masyarakat maupun wisatawan.
“Kita sedang memproduksi papan informasi agar masyarakat tidak membuang sampah sembarangan,” jelasnya.
Tak hanya itu, penataan juga menyasar kapal nelayan dan sampan yang selama ini sandar di sepanjang pantai wisata. Pemerintah kecamatan akan mengatur titik tambat kapal agar tetap tertata tanpa mengganggu aktivitas nelayan.
“Kapal nelayan atau sampan yang sandar di pantai akan kita atur,” ujarnya.
Menurut Ashari, langkah tersebut dilakukan agar wisatawan dapat menikmati panorama pantai Maratua dengan lebih leluasa tanpa terhalang deretan kapal yang parkir tidak beraturan.
Selain penataan kawasan wisata, pihak kecamatan juga melakukan patroli malam bersama kepolisian untuk membatasi aktivitas anak-anak sekolah pada malam hari.
Patroli dilakukan bersama Kapolsek Maratua dengan batas aktivitas hingga pukul 22.00 Wita pada hari sekolah. “Kita beri arahan jika masih ada anak-anak di atas jam 10 malam,” katanya.
Sementara salah satu wisatawan lokal, Lutfi mengaku mulai merasakan perubahan di kawasan UMKM Teluk Harapan. Ia menilai kondisi parkir kendaraan kini lebih tertata dibanding sebelumnya.
“Motor mulai rapi dan tidak parkir sembarangan,” ujarnya.
Menurutnya, penataan tersebut membuat wisatawan pejalan kaki menjadi lebih nyaman saat menikmati kawasan wisata.
Ia juga mendukung rencana penataan kapal di pesisir pantai karena dinilai dapat memperindah pemandangan.
“Mudah-mudahan Maratua semakin nyaman untuk dikunjungi,” pungkasnya. (sen/sam)
Editor : Nurismi