BERAU POST - Musibah kebakaran terjadi di RT 06, Gang Mawar Putih, Jalan Dermaga, Tanjung Redeb, Selasa (21/4) sekira pukul 15.50 Wita.
Musibah ini pertama kali dilihat warga sekitar, Anton. Dia menuturkan, asap tebal membumbung tinggi dari salah satu pintu bangsal. Warga yang panik kemudian berupaya melakukan pemadaman dengan alat seadanya.
“Dari bangsalan itu, asap dulu, kemudian api keluar dari atap,” katanya.
Berselang 5 menit, tim Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdmakarmat) tiba di lokasi. Gang yang sempit dan padatnya penduduk, sempat menyulitkan pemadaman.
Menurut Ramlan, salah satu korban kebakaran mengatakan, dirinya saat itu berada di kantor. Kemudian ditelepon oleh anaknya yang berada di rumah, yang mengatakan bahwa telah terjadi kebakaran.
“Saya kaget, saat sampai rumah api sudah besar,” katanya.
Rumahnya yang tepat berada di samping bangsalan tersebut ikut terbakar, namun tidak parah. Ia bersyukur petugas cepat datang dan memadamkan si jago merah. “Itu bangsalan milik Almarhum Tamrin,” ucapnya.
Ramlan melanjutkan, bangsalan itu ada 5 pintu, dan 4 pintu terisi, dirinya tidak tahu api berasal dari bangsalan yang mana.
“Saya sampai itu api besar sudah. Saya selamatkan barang yang bisa diselamatkan saja,” tuturnya.
Sementara Kepala Disdamkarmat Berau, Rakhmadi Pasarakan, yang turut berada di lokasi kejadian mengatakan, pihaknya menerima informasi sekira pukul 15.58 Wita. Kemudian pihaknya menurunkan sebanyak 6 unit mobil damkar.
“Kami tadi masih di kantor, mendapat informasi langsung ke TKP,” tegasnya.
Tiba di TKP, pihaknya berupaya memblok api agar tidak merembet ke bangunan lain. Beruntung, di kanan kiri lokasi bangsalan merupakan bangunan beton, hingga membuat api tidak menyebar luas.
“Api berhasil dipadamkan 10 menit kemudian, dan pendinginan sekira 30 menit,” tambahnya.
Terpisah, Kanit Reskrim Polsek Tanjung Redeb, Ipda Irvan, mengatakan, untuk unit terbakar merupakan bangsalan 5 pintu. Adapun penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan oleh pihak kepolisian. “Belum, tim masih melakukan identifikasi,” singkatnya. (hmd/sam)
Editor : Nurismi