Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

20 Jam Melawan Diri Sendiri: Kisah Pelari Berau Heribertus Marcel yang Berhasil Menaklukan Binloop Ultra 120 KM

Nurismi • Selasa, 5 Mei 2026 | 13:20 WIB
SUKSES CAPAI AKHIR: Marcel, seorang PNS di lingkungan Pemkab Berau membawa pelajaran penting dari sebuah lari Binloop 120K, dengan ketekunan dan semangat tinggi. (DOKUMENTASI PRIBADI MARCEL)
SUKSES CAPAI AKHIR: Marcel, seorang PNS di lingkungan Pemkab Berau membawa pelajaran penting dari sebuah lari Binloop 120K, dengan ketekunan dan semangat tinggi. (DOKUMENTASI PRIBADI MARCEL)

Semangat dan daya juang tinggi ditunjukkan pelari asal Kabupaten Berau, Heribertus Marcel Ericsson (26) yang sukses menuntaskan lomba lari ultra marathon Bintaro Loop (Binloop) Ultra sejauh 120 kilometer. Dia menyelesaikan tantangan ekstrem tersebut dalam waktu 20 jam nonstop, sejak Sabtu (2/5) pukul 14.00 hingga Minggu (3/5) pukul 10.00.

ANGGORO FADJAR SUSENO, Tanjung Redeb

Ajang Binloop dikenal sebagai salah satu event lari ultra yang menantang, satu di antaranya memiliki konsep lintasan berputar sepanjang 12 kilometer yang harus diselesaikan sebanyak 10 kali.

Tidak hanya menguji fisik, tetapi juga mental para peserta yang harus bertahan dalam ritme monoton selama berjam-jam.

Marcel mengakui pengalaman tersebut menjadi salah satu yang paling berat dalam hidupnya. Namun di balik kelelahan itu, ia justru menemukan kekuatan baru. Ia menyebut, latihan fisik dan mental yang selama ini dijalani terbukti sangat membantu.

“Ini benar-benar melelahkan, bergerak hampir 20 jam tanpa henti,” ujarnya Senin (4/5).

Dalam strategi berlari, ia tidak memaksakan kecepatan di awal. Ia menyesuaikan ritme dengan kemampuan tubuh.

Memulai dengan lari pelan selama beberapa jam, kemudian mengombinasikan antara lari dan berjalan hingga garis finis.

Setiap menyelesaikan satu putaran, ia memanfaatkan waktu untuk mengisi energi. Asupan makanan dan minuman menjadi kunci penting dalam lomba ultra. Ia juga memanfaatkan water station yang tersedia setiap 3 kilometer untuk menjaga stamina. “Makan dan minum harus cukup,” jelasnya.

Selain itu, ia menghindari berhenti terlalu lama agar tubuh tidak kehilangan ritme. “Kalau terlalu lama berhenti, badan bisa dingin,” ungkapnya. Karena itu, ia memilih tetap bergerak sambil makan atau minum.

Tantangan terbesar justru datang dari sisi mental, terutama saat memasuki tengah malam. Di momen itu, jumlah pelari mulai berkurang dan suasana menjadi lebih sunyi. Namun ia berusaha kembali pada tujuan awalnya, yakni menyelesaikan lomba.

“Pasti ada rasa drop, bertanya-tanya juga, sebenarnya (berlari, red) ini untuk apa sih,” katanya.

Motivasi pribadi menjadi pegangan kuat bagi Marcel. Ia mengingat prinsip hidup yang selalu ia pegang. Mimpilah setinggi langit, jika jatuh akan di antara bintang. Prinsip itu membantunya bertahan saat kondisi paling sulit.

Dukungan dari komunitas juga menjadi faktor penting. Rekan-rekan dari Berau Runners terus memberikan semangat, bahkan melalui sambungan komunikasi jarak jauh. “Teman-teman rajin video call, jadi mood balik,” ujarnya.

DUKUNGAN: Marcel Ericsson berhasil menaklukan Binloop Ultra sejauh 120 kilometer tak luput dari dukungan rekan-rekannya sesama pelari yang berasal dari komunitas yang sama di Berau Runners. (DOK PRIBADI
DUKUNGAN: Marcel Ericsson berhasil menaklukan Binloop Ultra sejauh 120 kilometer tak luput dari dukungan rekan-rekannya sesama pelari yang berasal dari komunitas yang sama di Berau Runners. (DOK PRIBADI

Tidak hanya soal pencapaian pribadi, Marcel juga membawa misi memperkenalkan daerah asalnya. Ia mengaku masih banyak orang yang belum mengenal Berau. Karena itu, ia selalu mengenakan atribut komunitas dan membawa identitas daerah saat bertanding.

“Kalau Kaltim orang tahu, tapi Berau belum,” katanya.

Langkah tersebut membuahkan hasil. Ia merasakan kebanggaan ketika mulai banyak peserta lain yang penasaran dan akhirnya mengenal Berau. “Begitu tahu, mereka langsung akrab,” ungkapnya.

Prestasi ini menjadi pencapaian terpanjang dalam karier larinya. Sebelumnya, ia pernah mengikuti ultra trail run sejauh 60 kilometer di Bontang, serta latihan mandiri hingga 70 kilometer di Berau. Konsistensi latihan menjadi kunci utama.

Ia menekankan bahwa lari jarak jauh bukan hanya soal fisik, tetapi juga pola pikir. Setelah itu, barulah didukung latihan rutin, termasuk lari jarak jauh dan latihan kekuatan. “Mindset atau pola pikir kita memang harus kuat,” tegasnya.

Menurutnya, banyak pelari sebenarnya mampu secara fisik, namun gagal karena mental. Ia melihat sendiri peserta yang akhirnya tidak menyelesaikan lomba meski masih memiliki waktu.

Keberhasilannya menuntaskan 120 kilometer ini diharapkan menjadi motivasi bagi pegiat olahraga lari di Kabupaten Berau.

Ia ingin menunjukkan bahwa dengan latihan, disiplin, dan mental kuat, batas kemampuan bisa terus didorong.
Marcel berharap semakin banyak pelari dari Berau yang berani tampil di event nasional bahkan internasional. Ia menilai peluang itu terbuka lebar bagi siapa saja.

Prestasi ini bukan hanya tentang garis finis, tetapi juga perjalanan panjang melawan diri sendiri. Dari lintasan berputar yang monoton hingga kelelahan yang menguji batas, Heribertus membuktikan bahwa kegigihan mampu membawa seseorang melampaui batas yang sebelumnya terasa mustahil. (sam)

Editor : Nurismi
#Lari marathon #Bintaro Loop Ultra #Berau Runners #pelari