BERAU POST - Tahun ini, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Berau bakal merealisasikan 37 unit rumah relokasi bagi warga yang sempat terdampak banjir di Kampung Long Ayap, Kecamatan Segah.
Kepala Dinas Perkim Berau, Mulyadi, memastikan tahapan program tersebut segera memasuki proses lelang. Setelah kesepakatan terkait lokasi dan administrasi dasar berhasil dicapai bersama pihak kecamatan dan kampung.
Hal itu telah disampaikan langsung pihaknya, setelah berkoordinasi dengan Camat Segah, Rabu (29/4) lalu. Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya percepatan yang dilakukan Disperkim dengan pendekatan jemput bola, guna memastikan seluruh tahapan berjalan tanpa hambatan.
Ia mengungkapkan, pertemuan tersebut bukan yang pertama dilakukan. Sebelumnya, koordinasi serupa telah beberapa kali digelar untuk menyamakan persepsi, khususnya terkait penentuan titik koordinat lokasi relokasi.
“Pertemuan ini sudah yang kesekian kalinya. Kami jemput bola untuk percepatan agar titik koordinat ini benar-benar jelas,” katanya.
“Selama ini masih ada perubahan dari masyarakat, terutama warga Kampung Long Ayap karena ada keinginan di luar hamparan yang sudah kami petakan,” jelasnya.
Pemerintah daerah menginginkan pembangunan kawasan relokasi dilakukan dalam satu hamparan terpadu. Hal ini dinilai penting, agar penataan kawasan lebih terarah dan memudahkan penyediaan infrastruktur pendukung di kemudian hari.
Dari total kebutuhan hunian relokasi sebanyak 76 unit rumah, tahun ini pemerintah daerah baru dapat merealisasikan sebanyak 37 unit melalui alokasi anggaran murni.
Ini menjadi tahap awal yang dinilai strategis dalam memberikan kepastian kepada masyarakat terdampak.
“Alhamdulillah dalam pertemuan kami sudah ada kesepakatan. Pihak kampung dan kecamatan siap menindaklanjuti dengan pembuatan Surat Keterangan Pendaftaran Tanah (SKPT). InsyaAllah jika dalam minggu ini selesai, kita langsung masuk tahap lelang,” tambahnya.
Adapun sisa kebutuhan sebanyak 39 unit rumah akan diupayakan pada tahap berikutnya, sesuai dengan kemampuan anggaran daerah.
Pihaknya berharap proses awal ini dapat berjalan lancar sehingga menjadi dasar percepatan pembangunan lanjutan.
Program relokasi ini merupakan bagian dari penanganan dampak bencana banjir yang terjadi pada tahun sebelumnya, yang mengharuskan sejumlah warga berpindah ke lokasi yang lebih aman.
Pemkab Berau berkomitmen menghadirkan hunian layak, sekaligus meminimalisasi risiko bencana serupa di masa mendatang.
Sementara Camat Segah, Toris, menyampaikan apresiasinya terhadap langkah cepat yang dilakukan Disperkim.
Jemput bola yang dilakukan menjadi bukti keseriusan pemerintah dalam menangani persoalan masyarakat terdampak bencana.
“Kami di kecamatan siap memfasilitasi dan mempercepat proses administrasi yang dibutuhkan,” ujarnya.
Tentunya penting komitmen bersama, baik dari pemerintah kampung maupun masyarakat, agar kesepakatan yang telah dicapai tidak kembali berubah. Konsistensi dinilai menjadi kunci agar program relokasi dapat segera direalisasikan tanpa penundaan.
“Semoga seluruh tahapan pembangunan hunian relokasi dapat segera berjalan sesuai rencana,” harapnya. (aja/sam)
Editor : Nurismi