BERAU POST - Pelaku dugaan pencurian dan penikaman di RT 1, Jalan Bujangga, Kelurahan Bedungun, belum menemui titik terang.
Kapolres Berau AKBP Ridho Tri Putranto, menyebut pihaknya masih bekerja ekstra untuk menemukan jejak pelaku.
“Tim masih di lapangan,” ujarnya diwawancara kemarin (1/5). Dua bukti di Tempat Kejadian Perkara (TKP) yakni sendal dan badik milik pelaku menjadi petunjuk kunci pengungkapan kasus tersebut. Minimnya saksi dan closed circuit television (CCTV) menjadi kendala yang dihadapi petugas.
“Beberapa saksi sudah kami periksa, belum ada spesifik pelakunya,” ungkapnya.
Ia juga meminta masyarakat agar memberikan informasi apabila mengetahui barang bukti yang di dapat polisi di lapangan terkait siapa kepemilikan barang tersebut. Ridho mengatakan, kasus ini menjadi atensi khusus bagi pihaknya.
“Kami tidak menyerah, kami akan ungkap siapa pelaku,” tegasnya.
Lebih lanjut, Ridho mengatakan, korban saat ini mulai pulih. Dengan membaiknya kondisi korban, diharapkan bisa memberikan keterangan lebih lanjut karena korban melihat secara langsung ciri fisik pelaku.
“Benar, sempat beredar ciri-ciri pelaku dari keterangan saksi sekitar,” tambahnya.
Terkait motif, Ridho juga belum mematikan secara langsung. Dugaan sementara pencurian dan kekerasan. Terkait isu beredar ada dendam dan lainnya, ia mengaku masih melakukan pendalaman.
“Belum bisa dipastian motif sebenarnya, dugaan awal pencurian,” tambahnya.
Ridho mengantesi jajarannya untuk segera menangkap pelaku pencurian dan penikaman tersebut. Ia mengaku, Satreskrim Polres Berau saat ini terus bekerja untuk mengungkap siapa dalang tersebut.
“Anggota masih di lapangan,” ungkapnya.
Sebelumnya, aksi pencurian dan kekerasan terjadi di RT 1 Jalan Bujangga, Kelurahan Bedungun, Tanjung Redeb, Selasa (28/4) sekira pukul 21.00 Wita.
RA pemilik rumah yang saat itu sedang bersantai, mendengar ada suara langkah kaki masuk ke dalam rumahnya. Merasa curiga, ia pun ke ruang tamu untuk melihat.
Saat melihat pelaku, korban terkejut, begitu juga pelaku. Pelaku yang menggunakan senjata tajam jenis badik, langsung menusuk korban yang mengenai mengenai bagian punggung.
Menurut keterangan keponakan korban, Rio, aksi itu terjadi saat kondisi rumah tengah ramai. “Jadi habis menusuk pelaku kabur, tante saya teriak,” ucapnya. (hmd/sam)
Editor : Nurismi