Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

RSUD Tanjung Redeb Segera Beroperasi, Dinkes Berau 'Pinjam' Nakes Puskesmas untuk Layanan Awal

Nurismi • Jumat, 1 Mei 2026 | 13:30 WIB
ILUSTRASI: Dinkes Berau menyiapkan operasional awal RSUD Tanjung Redeb dengan mengatur distribusi nakes tanpa mengganggu layanan fasyankes lain. (IZZA/BP)
ILUSTRASI: Dinkes Berau menyiapkan operasional awal RSUD Tanjung Redeb dengan mengatur distribusi nakes tanpa mengganggu layanan fasyankes lain. (IZZA/BP)

BERAU POST - Menjelang operasional RSUD Tanjung Redeb, Dinas Kesehatan (Dinkes) Berau menyiapkan strategi pemenuhan tenaga kesehatan (nakes) agar pelayanan dasar dapat berjalan optimal.

RSUD milik daerah tersebut direncanakan hanya membuka layanan rawat jalan, sebelum secara bertahap mengembangkan layanan rawat inap.

Kepala Dinkes Berau, Lamlay Sarie, mengungkapkan, pemenuhan kebutuhan tenaga kesehatan sementara akan memanfaatkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang sudah ada di fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) di Berau.

Langkah ini diambil, sebagai solusi awal sembari menunggu proses pemenuhan tenaga secara permanen.

“Nanti kita distribusikan dari fasyankes yang ada. Istilahnya meminjam sementara tenaga kesehatan, bisa dari puskesmas maupun dari RSUD dr Abdul Rivai,” ujarnya.

Namun ia menegaskan, kebijakan tersebut tidak dilakukan secara sembarangan. Pihaknya akan melakukan pemetaan atau mapping untuk memastikan pemindahan sementara tenaga kesehatan tidak mengganggu pelayanan di fasilitas asal.

“Kita harus mapping, kita perhitungkan potensi permasalahan yang muncul. Kalau kita pinjam atau pindahkan sementara, jumlahnya harus jelas, supaya tidak mengganggu keseimbangan pelayanan di fasyankes lama,” jelasnya.

Selain mengandalkan tenaga dari dalam daerah, Dinkes Berau juga masih mengupayakan dukungan tenaga kesehatan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Pengajuan bantuan tersebut hingga kini masih dalam proses.

“Kami tetap mengajukan bantuan dari provinsi, itu masih on process,” tambahnya.

Kebutuhan tenaga kesehatan di RSUD Tanjung Redeb saat ini masih dalam tahap penghitungan. Untuk tahap awal operasional, rumah sakit setidaknya harus memiliki tenaga dasar seperti dokter umum, perawat, dan bidan.

Sedangkan pelayanan spesialis dasar, pihaknya menargetkan pemenuhan empat bidang utama yakni dokter kandungan (obgyn), kesehatan anak, bedah, serta penyakit dalam. Namun diakunya juga, pemenuhan tersebut tidak bisa dilakukan secara sekaligus.

“Namanya rumah sakit baru buka, tidak bisa langsung lengkap. Kita kejar dulu pelayanan dasar,” katanya.

Di sisi lain, Dinkes Berau juga tengah menyusun strategi pengaturan jam kerja tenaga kesehatan. Beberapa skenario telah disiapkan guna memastikan pelayanan tetap berjalan optimal, baik di RSUD Tanjung Redeb maupun di fasilitas kesehatan lain.

“Kita sudah siapkan plan A, plan B, itu masih kami godok. Intinya jangan sampai mengganggu keseimbangan pelayanan di fasyankes yang lama,” tegasnya.

Terkait rencana rekrutmen tenaga kesehatan baru, Ia menyebut opsi tersebut tetap terbuka. Namun, pelaksanaannya tidak bisa dilakukan dalam waktu dekat karena harus melalui tahapan perizinan sesuai regulasi, termasuk izin operasional rumah sakit dari Kementerian Kesehatan.

“Kita mengawal izin operasional dulu. Semua harus sesuai regulasi, tidak bisa sembarangan,” ujarnya.

Pun sistem penggajian di instansi pemerintah tetap mengacu pada aturan negara, sehingga tidak ada perubahan meski seseorang menjalankan lebih dari satu tugas.

“Bekerja di instansi pemerintah itu harus mengacu pada peraturan. Walaupun kerja di dua tempat, gajinya tetap satu. Saya sendiri pernah menjabat Kepala Dinkes sekaligus Plt puskesmas, tapi gajinya tetap sama,” pungkasnya.

Sebelumnya, Bupati Berau, Sri Juniarsih turun langsung meninjau fasilitas rumah sakit guna memastikan layanan dan sarana penunjang siap digunakan, meski masih ada sejumlah kekurangan yang terus dibenahi secara bertahap.

Peninjauan difokuskan pada kesiapan layanan, khususnya untuk rawat jalan yang direncanakan menjadi tahap awal operasional.

Dalam kunjungan itu, bupati mengecek beberapa bagian penting, mulai dari ruang poli, ruang tunggu, hingga fasilitas penunjang lainnya.

“Saya ingin meninjau beberapa tempat, terkhususnya untuk rawat jalan dulu. Karena namanya kita pindahan, itu tidak langsung sempurna, pasti ada kekurangan. Itu yang kita persiapkan dan kita perbaiki, ke depannya tetap on progress,” ujarnya.

Dijelaskan, pada tahap awal layanan rawat jalan akan menjadi prioritas. Sementara untuk layanan rawat inap akan disiapkan secara bertahap, termasuk penyediaan tempat tidur yang menjadi salah satu syarat izin operasional rumah sakit.

“Karena kita konsentrasi untuk rawat jalan dulu. Selanjutnya, kita juga menyiapkan beberapa bed untuk rawat inap, karena itu merupakan persyaratan untuk izin operasional,” tambahnya.

Diakunya, masih ada sejumlah perlengkapan dan alat kesehatan yang dalam proses pengiriman. Meski sempat mengalami keterlambatan, pihaknya optimistis seluruh kebutuhan dapat segera terpenuhi. (aja/sam)

Editor : Nurismi
#RSUD Tanjung Redeb #tenaga kesehatan #Dinkes Berau