Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Sasar Labanan Jaya dan Makmur, Diskan Berau Jemput Bantuan Budidaya Bioflok dari KKP

Nurismi • Jumat, 1 Mei 2026 | 08:05 WIB
Kepala Diskan Berau, Abdul Majid. (SENO/BP)
Kepala Diskan Berau, Abdul Majid. (SENO/BP)

BERAU POST - Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Berau tengah mengupayakan perolehan alokasi bantuan budidaya perikanan dengan metode bioflok dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk Tahun Anggaran 2026.

Upaya tersebut difokuskan pada dua kampung di Kecamatan Teluk Bayur, yakni Labanan Jaya dan Labanan Makmur yang dinilai telah memenuhi sejumlah kriteria kesiapan.

Kepala Diskan Berau, Abdul Majid, menjelaskan bahwa pihaknya telah mengusulkan kedua wilayah tersebut setelah melalui tahapan verifikasi lapangan.

“Kita sudah usulkan, yang memenuhi syarat Labanan Jaya dan Labanan Makmur di Teluk Bayur,” ujarnya Selasa (28/4).

Menurutnya, program budidaya berbasis bioflok menjadi salah satu skema prioritas yang ditawarkan KKP dalam mendorong peningkatan produksi perikanan daerah, sekaligus memperkuat ketahanan pangan.

Selain itu, program ini juga diharapkan mampu membuka peluang kerja baru bagi masyarakat berbasis komoditas lokal.

Sebelumnya, tim Diskan Berau telah melaksanakan verifikasi sebagai bagian dari persiapan program bantuan budidaya tematik sistem bioflok, untuk memastikan kesiapan kelembagaan, administrasi, serta kondisi teknis calon penerima bantuan agar pelaksanaannya berjalan efektif dan berkelanjutan.

Dalam proses tersebut, Koperasi Merah Putih Kampung Labanan Jaya menjadi salah satu lokasi yang diverifikasi. Hasilnya, koperasi tersebut dinilai memiliki komitmen serta kesiapan dalam mendukung pengembangan usaha budidaya perikanan berbasis bioflok.

Abdul Majid menegaskan, keberhasilan program ini tidak hanya ditentukan oleh bantuan yang diberikan, tetapi juga kesiapan kelembagaan dan manajemen usaha di tingkat lokal. “Kita harapkan koperasi terus meningkatkan kapasitas kelembagaan dan pengelolaan usaha,” katanya.

Ia menambahkan, jika program ini berjalan optimal, maka dampaknya tidak hanya pada peningkatan produksi, tetapi juga mampu memperluas lapangan kerja serta memperkuat ketahanan pangan daerah.

Terpisah, Anggota Komisi II DPRD Berau, Sri Kumalasari, menilai upaya tersebut sebagai langkah strategis di tengah kondisi efisiensi anggaran saat ini. “Ini upaya yang baik, kita maksimalkan potensi program dari berbagai sektor,” ujarnya.

Sri juga menekankan pentingnya pendampingan intensif dari Diskan agar program bioflok benar-benar memberikan hasil optimal di lapangan. “Pendampingan harus masif, supaya hasilnya maksimal,” tambahnya.

Ia berharap apabila program ini berhasil di dua kampung tersebut, maka dapat direplikasi ke wilayah lain di Kabupaten Berau.

Dengan demikian, pengembangan sektor perikanan budidaya tidak hanya meningkatkan ekonomi masyarakat, tetapi juga mampu menopang kebutuhan pangan ikan secara lokal. (sen/sam)

Editor : Nurismi
#bioflok #Ketahan Pangan #Diskan Berau #subsidi