BERAU POST – Dinas Pendidikan (Disdik) Berau terus mematangkan persiapan pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027.
Salah satunya melalui seminar pendidikan sosialisasi SPMB untuk jenjang Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang digelar di ruang RPJMD Bapelitbang, Rabu (29/4).
Kepala Disdik Berau, Mardiatul Idalisah, menegaskan, sosialisasi ini menjadi langkah penting agar seluruh pihak memahami mekanisme penerimaan peserta didik baru secara menyeluruh.
Tidak hanya melibatkan pihak sekolah, kegiatan ini juga mengundang lurah, camat, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), hingga Inspektorat.
Adapun keterlibatan lintas sektor ini bukan tanpa alasan. SPMB tahun ini menjadi bagian dari Monitoring Center for Prevention (MCP) yang berada dalam pengawasan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Dengan begitu, transparansi dan akuntabilitas dalam proses penerimaan siswa menjadi perhatian serius.
“SPMB tahun ini harus tersosialisasikan dengan baik kepada masyarakat. Makanya kami mengundang berbagai pihak, karena ini juga masuk dalam perhatian MCP KPK,” ujarnya.
Diakui, selama ini masih banyak masyarakat yang belum memahami secara detail mekanisme penerimaan siswa, khususnya pada jalur-jalur yang tersedia. Oleh karena itu, melalui kegiatan ini diharapkan informasi dapat tersampaikan secara lebih jelas dan merata.
Disebutnya, untuk jenjang SMP proses pendaftaran dapat dilakukan secara daring atau online. Makanya, orangtua siswa dituntut untuk paham,bagar tidak mengalami kendala saat proses pendaftaran nantinya.
Sementara itu, untuk jenjang SD tidak dilakukan secara daring. Jika usianya sudah cukup dan domisilinya sesuai, anak boleh mendaftar. Data kependudukan seperti Kartu Keluarga (KK) juga diingatkan harus sesuai dan valid.
“Kalau SD yang penting cukup usia dan zonanya dekat dengan sekolah, InsyaAllah akan diterima. Tapi tentu data seperti KK juga harus sesuai,” jelasnya.
Disdik Berau memperkirakan proses pendaftaran SPMB akan dimulai pada Juni mendatang. Saat ini pihaknya masih gencar melanjutkan sosialisasi guna memperkuat pemahaman seluruh pemangku kepentingan.
Selain itu, seminar ini juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang setiap tahunnya diperingati pada awal Mei.
Untuk tahun ajaran 2026/2027, Disdik Berau menyiapkan kuota sekitar 8 ribu siswa untuk masing-masing jenjang SD dan SMP. Kuota tersebut terbagi dalam beberapa jalur, yakni jalur domisili, afirmasi, prestasi, dan mutasi.
Masyarakat diharapkan dapat memahami setiap jalur yang tersedia agar dapat memilih sesuai dengan kondisi masing-masing.
“Kita harapkan masyarakat bisa memahami jalur-jalur ini dengan baik, sehingga tidak terjadi kebingungan saat pendaftaran,” katanya.
Pun kuota yang ada berasal dari usulan masing-masing sekolah. Penetapannya dilakukan berdasarkan pengalaman sebelumnya, hingga ketersediaan ruang kelas serta jumlah tenaga pendidik.
Namun, jumlah siswa dalam satu kelas tetap memiliki batas maksimal. Untuk jenjang SMP maksimal 32 siswa per kelas, sementara SD maksimal 28 siswa. Namun, dalam kondisi tertentu, jumlah tersebut bisa disesuaikan hingga 30 siswa apabila ada keterbatasan ruang kelas.
“Kuota itu ada batas maksimalnya, tidak bisa dibuka seluas-luasnya. Tapi semua sudah kami perhitungkan,” tegasnya.
Disdik Berau juga memastikan bahwa daya tampung yang disiapkan saat ini sudah cukup. Bahkan untuk jenjang SD, kapasitas yang mencapai 8 ribu siswa, biasanya rata-rata penerimaan berada di angka sekitar 7 ribu siswa.
“InsyaAllah sudah kita antisipasi. Daya tampung kita cukup untuk menampung kebutuhan penerimaan siswa baru di Berau,” pungkasnya.
Sementara Kabid Pembinaan SMP Disdik Berau, Lani Herniawati, menjelaskan, sistem SPMB secara daring saat ini hanya diterapkan pada jenjang SMP dan baru mencakup 15 sekolah yang ada di wilayah Kabupaten Berau.
Sekolah-sekolah tersebut mayoritas berada di Kecamatan Tanjung Redeb di antaranya SMP Negeri 1, SMP Negeri 2, SMP Negeri 3, SMP Negeri 4, SMP Negeri 5, dan SMP Negeri 6 Tanjung Redeb, serta beberapa sekolah swasta seperti SMP Muhammadiyah dan SMP PGRI.
Disebutkan juga, daftar sekolah dengan daya tampung terbesar atau yang masuk dalam kategori tertinggi berdasarkan kapasitas penerimaan siswa yakni SMP Negeri 2 Tanjung Redeb memiliki daya tampung sebanyak 292 kursi, disusul SMP Negeri 1 Teluk Bayur dengan 288 kursi, serta SMP Negeri 1 Segah sebanyak 256 kursi.
Selanjutnya, SMP Negeri 3 Tanjung Redeb, SMP Negeri 1 Gunung Tabur, dan SMP Negeri 1 Sembakung masing-masing memiliki kapasitas 224 kursi.
Serta SMP Negeri 1 Tanjung Redeb, SMP Negeri 4 Tanjung Redeb, SMP Negeri 2 Gunung Tabur, dan SMP Negeri 1 Pulau Derawan memiliki daya tampung masing-masing 192 kursi.
Sekolah dengan kapasitas besar tersebut tidak hanya terpusat di kawasan perkotaan, tetapi juga tersebar di wilayah strategis lainnya seperti Teluk Bayur, Segah, Sembakung, Gunung Tabur, dan sejumlah kecamatan lain di Kabupaten Berau.
“Hal ini menunjukkan pemerataan akses pendidikan SMP yang terus diupayakan pemerintah daerah,” klaimnya. (aja/sam)
Editor : Nurismi