BERAU POST – Rencana pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Kabupaten Berau terus bergulir.
Dinas Perikanan (Diskan) Berau kini masih menunggu hasil penilaian tim Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) usai kunjungan lapangan sebelumnya, sembari memperkuat komunikasi dengan pemerintah pusat agar daerah ini mendapat alokasi pembangunan pada 2026.
Kepala Diskan Berau, Abdul Majid, mengatakan, hasil survei yang dilakukan KKP bersama tim akademisi dari IPB di wilayah Bidukbiduk dan Buyungbuyung menjadi penentu kelanjutan program tersebut. “Kita masih menunggu hasil dari tim KKP, kemarin mereka sudah survei lapangan,” ujarnya Selasa (28/4).
Ia menyebut, pemerintah pusat menargetkan pembangunan 1.000 KNMP secara nasional pada 2026. Karena itu, Berau berupaya masuk dalam daftar prioritas, minimal mendapat alokasi 1 lokasi sebagai percontohan. “Target presiden kan 1.000 KNMP, kita harap Berau bisa dapat satu role model,” jelasnya.
Untuk memperkuat peluang tersebut, Diskan Berau juga telah menjalin komunikasi dengan perwakilan daerah di tingkat pusat, khususnya anggota DPR RI yang membidangi sektor kelautan dan perikanan. “Kami sudah berkomunikasi melalui perwakilan Kaltim di Senayan,” katanya.
Di sisi lain, pemerintah daerah juga mulai memetakan potensi wilayah lain yang dinilai layak untuk pengembangan KNMP. Selain Bidukbiduk, kawasan Batu Putih dan Talisayan masuk dalam opsi lokasi, seiring adanya arahan kepala daerah untuk memperluas cakupan program.
Namun, rencana pengembangan di Talisayan masih menghadapi kendala utama, yakni ketersediaan lahan. Meski sebagian besar masyarakatnya berprofesi sebagai nelayan, persyaratan lahan belum sepenuhnya terpenuhi. “Kalau syarat nelayan terpenuhi, tapi lahan masih jadi kendala,” ungkapnya.
Majid menambahkan, pemerintah pusat sebenarnya telah memberikan kelonggaran terkait luas lahan, dari sebelumnya minimal satu hektare menjadi setengah hektare. Kendati demikian, proses penyediaan lahan tetap membutuhkan kepastian dan koordinasi lintas pihak.
KNMP sendiri dirancang sebagai kawasan terpadu yang dilengkapi berbagai fasilitas pendukung aktivitas nelayan, seperti mini pabrik es, cold storage, hingga balai pelatihan. Program ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat pesisir.
“Konsepnya lengkap, ada fasilitas pendukung untuk nelayan,” tambahnya.
Pemkab Berau pun berharap setidaknya satu lokasi KNMP dapat terealisasi dalam waktu dekat. Jika belum seluruhnya terakomodasi pada 2026, pemerintah daerah berkomitmen untuk terus memperjuangkan tambahan pembangunan pada periode berikutnya.
“Mudah-mudahan ada satu yang bisa terbangun dulu di Berau,” tandasnya.
Sebelumnya, Staf Ahli Menteri Kelautan dan Perikanan Bidang Ekonomi, Sosial, dan Budaya sekaligus Ketua Tim Koordinasi Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih, Trian Yunanda, menjelaskan bahwa kunjungan ke Berau beberapa waktu lalu merupakan bagian dari proses pemetaan calon Kampung Nelayan Merah Putih secara nasional.
Ia menegaskan konsep pengembangannya tidak hanya membangun satu desa, melainkan ekosistem bisnis nelayan yang saling terhubung antara satu kampung dengan lainnya.
“Jadi kami ingin memetakan desa nelayan di sini untuk bisa dijadikan satu ekosistem bisnis sendiri,” terangnya.
Ia menjelaskan, konsep Kampung Nelayan Merah Putih menitikberatkan pada integrasi dari hulu ke hilir. Nantinya akan ada satu kampung yang menjadi Hub atau pusat pengelolaan produksi perikanan, sedangkan kampung-kampung di sekitarnya akan berfungsi sebagai penyangga.
“Yang Hub nanti jadi pusat produksi lengkap, sedangkan desa penyangga bisa kita bangun shelter, pabrik es, atau dermaga tambat. Hasil tangkapan dari penyangga bisa diangkut ke Hub untuk dikelola,” terangnya.
Menurutnya, setiap desa nelayan di Berau memiliki peluang untuk menjadi bagian dari program ini. Karena itu, ia mendorong kampung-kampung nelayan agar aktif menyiapkan diri dan berlomba-lomba memenuhi kriteria yang ditetapkan.
“Awalnya memang untuk Hub butuh lahan sekitar setengah sampai satu hektare, tapi desa penyangga tidak perlu seluas itu,” paparnya. (sen/sam)
Editor : Nurismi