BERAU POST - Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Berau Zulkifli Azhari, memastikan akan segera menindaklanjuti sejumlah catatan penting dari Bupati Berau Sri Juniarsih yang meninjau Rumah Sakit Tanjung Redeb, Senin (27/4).
Terutama kesiapan lingkungan sekitar rumah sakit menjelang rencana pembukaan operasional pada Mei mendatang.
“Kami mulai menata ruang terbuka hijau agar pelayanan rumah sakit dapat berjalan optimal dan ramah lingkungan,” ungkapnya Selasa (28/4).
Pihaknya menjalankan peran sesuai tugas dan fungsi, terutama dalam memastikan kondisi lingkungan rumah sakit dapat memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang akan memanfaatkan layanan kesehatan di fasilitas tersebut.
Hal ini mencakup penataan ruang terbuka hijau, kebersihan lingkungan, hingga kesiapan area pendukung lainnya. “Tentu dalam pelaksanaannya kami juga berkolaborasi dengan OPD terkait,” ujarnya.
Dijelaskan, penataan taman di kawasan RSUD Tanjung Redeb difokuskan pada konsep sederhana, namun tetap memperhatikan nilai estetika dan kenyamanan.
Area halaman rumah sakit akan ditata agar terlihat lebih asri dan rapi, sehingga dapat memberikan kesan positif bagi pengunjung maupun pasien.
“Untuk taman konsepnya tidak berlebihan, lebih kepada taman halaman kantor pada umumnya. Yang penting terlihat lebih asri dan estetik. Target kami sebelum pembukaan, penataan taman ini sudah selesai diperbaiki,” jelasnya.
Selain penataan fisik lingkungan, DLHK juga memberikan perhatian terhadap kesiapan pengelolaan limbah medis yang menjadi salah satu aspek krusial dalam operasional RSUD.
Ia menegaskan, pihaknya terus melakukan pemantauan secara teknis guna memastikan seluruh sistem berjalan sesuai ketentuan yang berlaku. "Tim kami juga rutin melakukan monitoring di lapangan,” katanya.
Berdasarkan dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal), RSUD Tanjung Redeb telah dilengkapi dengan fasilitas pengolahan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3).
Keberadaan fasilitas ini dinilai penting, untuk menjamin pengelolaan limbah medis dilakukan secara aman dan tidak menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan sekitar.
Dirinya berharap keberadaan RSUD Tanjung Redeb nantinya tidak hanya memberikan pelayanan kesehatan yang optimal, tetapi juga tetap memperhatikan aspek kelestarian lingkungan.
Sebelumnya, Bupati Berau, Sri Juniarsih, turun langsung meninjau fasilitas rumah sakit guna memastikan layanan dan sarana penunjang siap digunakan, meski masih ada sejumlah kekurangan yang terus dibenahi secara bertahap,” Senin (27/4).
Peninjauan difokuskan pada kesiapan layanan, khususnya untuk rawat jalan yang direncanakan menjadi tahap awal operasional.
Dalam kunjungan itu, bupati mengecek beberapa bagian penting, mulai dari ruang poli, ruang tunggu, hingga fasilitas penunjang lainnya.
“Saya ingin meninjau beberapa tempat, terkhususnya untuk rawat jalan dulu. Karena namanya kita pindahan, itu tidak langsung sempurna, pasti ada kekurangan. Itu yang kita persiapkan dan kita perbaiki, ke depannya tetap on progress,” ujarnya.
Dijelaskan, pada tahap awal, layanan rawat jalan akan menjadi prioritas. Sementara itu, untuk layanan rawat inap akan disiapkan secara bertahap, termasuk penyediaan tempat tidur yang menjadi salah satu syarat izin operasional rumah sakit.
“Karena kita konsentrasi untuk rawat jalan dulu. Selanjutnya, kita juga menyiapkan beberapa bed untuk rawat inap, karena itu merupakan persyaratan untuk izin operasional,” tambahnya.
Diakui, masih ada sejumlah perlengkapan dan alat kesehatan yang dalam proses pengiriman. Meski sempat mengalami keterlambatan, pihaknya optimistis seluruh kebutuhan dapat segera terpenuhi. (aja/sam)
Editor : Nurismi