BERAU POST – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Berau menyiapkan langkah strategis untuk mengoptimalkan penanganan kebakaran, salah satunya melalui pemetaan digital titik-titik sumber air yang dapat diakses saat kondisi darurat.
Kepala Disdamkarmat Berau, Rakhmadi Pasarakan, mengatakan, upaya tersebut menjadi bagian dari strategi taktis untuk meningkatkan kecepatan respons sekaligus memperkuat sistem proteksi kebakaran di daerah.
“Kami menyiapkan rangkaian strategi taktis guna menghadapi bahaya kebakaran di lapangan,” ujarnya diwawancara kemarin (27/4).
Dijelaskannya, pemetaan dilakukan dengan menandai lokasi hidran serta sumber air lainnya ke dalam aplikasi Google Maps.
Dengan sistem ini, petugas maupun masyarakat dapat dengan mudah menemukan sumber air terdekat saat terjadi kebakaran.
“Tim sedang melakukan tagging titik hidran dan sumber air ke dalam Google Maps agar mudah diakses,” terangnya.
Menurutnya, inovasi tersebut diharapkan mampu memangkas waktu pencarian pasokan air di lokasi kejadian. Selain itu, data yang terkumpul juga akan diintegrasikan dalam dokumen Rencana Induk Pencegahan Kebakaran, sebagai acuan penguatan sistem penanggulangan ke depan.
Tak hanya itu, Disdamkarmat juga akan menyesuaikan penentuan lokasi hidran baru berdasarkan kajian konektivitas jaringan air milik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).
Rakhmadi menegaskan, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam memperluas jangkauan perlindungan kebakaran. “Penentuan hidran baru disesuaikan dengan kajian konektivitas dari PDAM, termasuk melibatkan sektor swasta,” jelasnya.
Pihaknya juga akan melakukan inspeksi ke sejumlah perusahaan, terutama di sektor perkebunan dan industri, guna memastikan kesiapan sarana pendukung penanggulangan kebakaran. “Perusahaan harus bisa mengantisipasi, apalagi mereka sudah punya sarana operasional,” tegasnya.
Selain penguatan sistem dan kolaborasi, Disdamkarmat turut mengintensifkan kunjungan ke pos-pos pemadam kebakaran di berbagai wilayah, untuk memantau ketersediaan logistik serta peralatan yang masih kurang.
“Kunjungan rutin akan kami tingkatkan untuk memastikan kesiapan di lapangan,” katanya.
Rakhmadi juga menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam upaya pencegahan dini. Ia menyebut, warga memiliki pengetahuan lokal yang sangat membantu dalam situasi darurat.
“Peran aktif masyarakat perlu diperkuat, karena mereka lebih tahu akses terdekat saat kebakaran terjadi,” pungkasnya. (sen/sam)
Editor : Nurismi