Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Akhiri Pengelolaan Parsial, Pemkab Berau Janji Rombak Pasar Sanggam Adji Dilayas Jadi Lebih Profesional

Nurismi • Selasa, 28 April 2026 | 07:15 WIB
BAKAL LEBIH PROFESIONAL: Salah satu potret pedagang yang menjajakan dagangannya di luar bangunan Pasar SAD. Pengelolaan PSAD sendiri ke depan akan lebih profesional. (SENO/BP)
BAKAL LEBIH PROFESIONAL: Salah satu potret pedagang yang menjajakan dagangannya di luar bangunan Pasar SAD. Pengelolaan PSAD sendiri ke depan akan lebih profesional. (SENO/BP)

BERAU POST – Asisten II Sekretariat Kabupaten (Setkab) Berau Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Mustakim Suharjana, pastikan pengelolaan Pasar Sanggam Adji Dilayas (SAD) akan lebih profesional.

Sebutnya, Pasar SAD merupakan salah satu aset strategis daerah yang memiliki peran penting dalam mendorong aktivitas ekonomi masyarakat. Karena itu, pengelolaannya perlu dilakukan secara optimal dan terukur.

“Pasar Sanggam Adji Dilayas memang menjadi salah satu aset strategis daerah,” ujarnya belum lama ini.

Ia mengungkapkan, langkah awal yang akan dilakukan adalah berkoordinasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) teknis, guna melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pola pengelolaan yang berjalan saat ini. Evaluasi tersebut mencakup aspek kelembagaan hingga operasional di lapangan.

“Kami akan berkoordinasi dengan OPD teknis dan melakukan evaluasi pola pengelolaan agar lebih optimal,” jelasnya.

Menurutnya, pembenahan ini penting agar pengelolaan pasar tidak berjalan secara parsial, melainkan memiliki sistem yang jelas dan terintegrasi.

Ia juga menekankan perlunya pembagian peran yang tegas dalam pengelolaan pasar, sehingga tidak terjadi tumpang tindih kewenangan.

Ke depan, Mustakim memastikan bahwa pengelolaan Pasar SAD akan diarahkan lebih profesional. Hal ini mencakup kejelasan peran dan tanggung jawab dari masing-masing pihak yang terlibat, sehingga fungsi pasar sebagai pusat ekonomi masyarakat dapat berjalan maksimal.

“Pengelolaan akan diarahkan lebih profesional dengan kejelasan peran dan tanggung jawab,” tegasnya.

Diketahui, sebelumnya kritik terhadap pengelolaan Pasar SAD mencuat dari DPRD Kaltim yang menilai perlunya perbaikan dalam tata kelola agar aset daerah tersebut dapat memberikan kontribusi lebih besar terhadap perekonomian daerah.

Anggota DPRD Kalimantan Timur dapil Berau, Bontang dan Kutim, Makmur HAPK, sempat berkomentar terkait kondisi Pasar SAD yang dinilai mengalami penurunan fungsi. Padahal, pasar tersebut pernah menjadi kebanggaan daerah dan bahkan dijadikan percontohan nasional.

“Dulu itu pasar percontohan, sekarang malah kosong dan bocor,” katanya beberapa waktu lalu.

Ia mengaku sempat melakukan perbaikan saat masih menjabat, namun kondisi saat ini dinilai kembali memprihatinkan. Makmur pun mempertanyakan sejumlah rencana pengembangan yang dianggap tidak tepat sasaran.

“Kalau mau untuk UMKM, kenapa tidak dimanfaatkan lantai atasnya saja,” ujarnya.

Ia juga mengkritisi wacana pembangunan fasilitas yang dinilai tidak relevan dengan kebutuhan pasar. “Jangan sampai ada rencana yang tidak memikirkan keuangan daerah,” tegasnya.

Menurutnya, optimalisasi fungsi pasar jauh lebih penting dibandingkan menambah fasilitas yang belum tentu dibutuhkan masyarakat. “Lebih baik dimaksimalkan yang sudah ada,” pungkasnya. (sen/sam)

Editor : Nurismi
#Penataan #pemkab berau #pasar sanggam adji dilayas