Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Dispora Berau Akui Pengelolaan Aset Belum Optimal, Janji Sinkronisasi Data Gudang dengan Administrasi

Nurismi • Kamis, 23 April 2026 | 17:49 WIB
 Sekretaris Dispora Berau, Nuransyah. (SENO/BP)
Sekretaris Dispora Berau, Nuransyah. (SENO/BP)

BERAU POST – Sejumlah aset tak layak pakai milik Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Berau bakal dimusnahkan. Salah satunya bahan kimia kolam renang.

Namun, pemusnahannya masih menunggu ketersediaan anggaran, agar dapat dilakukan sesuai prosedur yang berlaku.

Sekretaris Dispora Berau, Nuransyah menyampaikan, pihaknya terbuka terhadap berbagai masukan dan kritik terkait pengelolaan barang persediaan yang dinilai belum optimal. Hal tersebut menjadi bahan evaluasi untuk perbaikan ke depan.

“Kami berterima kasih atas masukan dan kritik yang sifatnya membangun untuk perbaikan pengelolaan barang,” ujarnya.

Ia menjelaskan, salah satu persoalan yang menjadi sorotan adalah keberadaan bahan kimia kolam renang dengan nilai mencapai Rp 390 juta lebih, karena masih tercatat sebagai aset persediaan.

Kondisi ini tidak lepas dari dampak pandemi Covid-19 pada 2020 hingga 2022, yang menyebabkan aktivitas kolam renang terhenti.

“Selama pandemi, aktivitas kolam tidak berjalan sehingga penggunaan bahan kimia tidak rutin,” jelasnya.

Akibatnya, bahan kimia tersebut tidak lagi layak digunakan dan perlu dimusnahkan. Meski begitu, proses pemusnahan tidak bisa dilakukan secara sembarangan dan harus melalui mekanisme serta dukungan anggaran.

“Pemusnahan akan dilakukan sesuai prosedur, saat ini masih menunggu kemampuan anggaran,” katanya.

Selain itu, Dispora juga mencatat adanya nilai persediaan sebesar Rp 521 juta lebih yang seharusnya diserahkan kepada masyarakat, namun hingga kini masih tercatat sebagai aset. Pihaknya memastikan akan segera menindaklanjuti proses penyerahan tersebut.

“Kami akan segera melakukan penyerahan kepada penerima hibah sesuai ketentuan,” ungkapnya.

Untuk mencegah persoalan serupa terulang, pihaknya berkomitmen melakukan sejumlah langkah perbaikan dalam pengelolaan barang persediaan. Salah satunya dengan meningkatkan kesesuaian data administrasi dengan kondisi riil di lapangan.

“Kami akan memperkuat sinkronisasi data administrasi dengan kondisi barang di gudang,” tegasnya.

Pengawasan dan evaluasi terhadap barang persediaan juga akan ditingkatkan, termasuk pembinaan terhadap petugas yang bertanggung jawab dalam pengelolaan fasilitas, seperti kolam renang.

“Monitoring dan pengawasan akan kami tingkatkan agar pengelolaan lebih optimal,” ungkapnya.

Ia juga menegaskan seluruh proses pengelolaan barang ke depan akan berpedoman pada aturan yang berlaku, supaya tercipta tata kelola yang lebih baik dan akuntabel.

Langkah itupum diharapkan dapat memperbaiki sistem manajemen aset di lingkungan Dispora Berau, sekaligus memastikan tidak ada lagi barang yang menumpuk tanpa pemanfaatan atau kejelasan status.

“Kami pastikan semua permasalahan akan segera ditindaklanjuti dan diperbaiki,” pungkasnya.

Sementara itu,  Anggota Komisi III DPRD Berau, Saga, menilai kondisi tersebut tidak boleh dianggap sepele, karena berpotensi menimbulkan persoalan baru jika tidak segera ditangani. “Kalau sudah kedaluwarsa jangan sampai jadi masalah baru,” ujarnya.

Menurutnya, penyimpanan bahan kimia dalam jangka panjang tanpa penanganan tepat berisiko terhadap lingkungan maupun keselamatan.

Saga juga menekankan perlunya koordinasi lintas pihak untuk proses pemusnahan, mengingat kegiatan tersebut membutuhkan anggaran khusus.

Ia mendorong Dispora Berau agar proaktif berkomunikasi dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) maupun kepala daerah.

“Perlu dikomunikasikan agar bisa dimusnahkan dengan anggaran yang disiapkan,” pungkasnya. (sen/sam)

Editor : Nurismi
#pengelolaan aset daerah #Dispora Berau #evaluasi