BERAU POST – Kampung Suaran, Kecamatan Sambaliung, dan Kampung Giring-Giring, Kecamatan Bidukbiduk, didorong naik status kampung menjadi mandiri tahun ini.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Berau, Tenteram Rahayu, menerangkan, upaya mendorong peningkatan status kampung di Kabupaten Berau masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama dalam hal validitas dan kelengkapan data.
Diaku Tenteram, pihaknya belum dapat memastikan secara rinci target peningkatan desa mandiri dalam dua tahun ke depan.
Dalam Rencana Strategis (Renstra) DPMK, indikator kinerja utama (IKU) terkait desa mandiri masih bersifat dinamis. Hal ini disebabkan oleh berbagai kendala, khususnya pada proses input dan pembaruan data di tingkat kampung.
“Kami memang belum berani menyebutkan secara jelas peningkatan desa mandiri di tahun 2026 dan 2027 karena masih banyak kendala terhadap input data ini. Bisa jadi situasi kampung tidak ada perubahan,” ujarnya, Selasa (21/4).
Selain persoalan data, perubahan metode penilaian Indeks Desa (ID) yang kini menggunakan enam dimensi juga menjadi faktor yang perlu diantisipasi. Menurutnya, perubahan tersebut berpotensi memengaruhi status kampung, bahkan memungkinkan terjadinya penurunan meskipun tidak ada perubahan signifikan di lapangan.
“Dengan berubahnya penilaian ID menjadi enam dimensi bisa menyebabkan turun status. Tapi kami tetap bekerja keras,” tambahnya.
Meski begitu, DPMK tetap menetapkan target peningkatan status kampung secara bertahap. Pada tahun mendatang, dua kampung diproyeksikan naik menjadi desa mandiri, yakni Kampung Suaran dan Kampung Giring-Giring.
Sementara empat kampung lainnya ditargetkan meningkat dari status berkembang menjadi maju, yaitu Kampung Merancang Ilir, Kampung Samburakat, Kampung Birang, dan Kampung Teluk Sumbang.
Namun, peningkatan status tersebut tidak semata-mata ditentukan oleh pembangunan fisik. Penilaian berbasis enam dimensi mencakup berbagai aspek, termasuk tata kelola pemerintahan, sosial, ekonomi, lingkungan, serta pelayanan dasar.
Oleh karena itu, pembenahan administrasi dan penguatan kelembagaan di tingkat kampung menjadi perhatian utama.
“Apabila tata kelola pemerintahan di kampung masih ditemukan tidak sesuai, termasuk akuntabilitas, ini bisa menurunkan dan menghambat kenaikan status,” jelasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya dimensi ekonomi sebagai salah satu penopang utama peningkatan status desa.
Untuk itu, DPMK terus mendorong pengembangan potensi lokal di setiap kampung, termasuk penguatan Badan Usaha Milik Kampung (BUMK), pengembangan produk unggulan desa, serta pemberdayaan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Langkah ini dinilai strategis dalam menciptakan kemandirian ekonomi sekaligus meningkatkan daya saing kampung.
Lebih jauh, Tenteram berharap capaian status desa mandiri maupun maju tidak sekadar menjadi angka dalam indeks, melainkan benar-benar mencerminkan kondisi riil di lapangan.
Kampung diharapkan mampu mengelola potensi dan aset yang dimiliki secara optimal untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
“Harapan kami, status kampung mandiri dan maju bukan hanya status ID, tapi benar-benar memperlihatkan potensi kampung,” paparnya.
“Yang mampu berdaya memanfaatkan potensi dan aset kampung untuk menggerakkan ekonomi serta berkontribusi dalam pembangunan sesuai kewenangan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.
Sebelumnya, Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Berau, Muhammad Said, menekankan pentingnya akurasi data dalam pengisian ID agar status kampung benar-benar akurat dengan realitas.
Menurutnya, proses input data tidak hanya membutuhkan ketelitian, tetapi juga didukung jaringan internet yang memadai karena dilakukan secara daring.
Ia menyebut, data ID memiliki peran strategis sebagai dasar dalam merumuskan program pembangunan serta menentukan intervensi kegiatan yang benar-benar dibutuhkan di tingkat kampung. Tanpa data yang valid, arah pembangunan berpotensi tidak tepat sasaran.
“Kami berharap data ID ini bisa menjadi acuan dalam merumuskan kegiatan dan intervensi program di kampung. Jadi bukan sekadar formalitas, tetapi benar-benar bisa dipertanggungjawabkan,” ujarnya. (aja/sam)
Editor : Nurismi