BERAU POST – Menjelang Hari Raya Iduladha, jajaran Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) Kabupaten Berau mulai melakukan pengecekan hewan kurban yang akan masuk ke wilayah Berau.
Langkah ini dilakukan, untuk memastikan hewan kurban yang beredar dalam kondisi sehat, layak, dan memenuhi syarat untuk dikurbankan.
Kepala Bidang Peternakan DTPHP Berau, Eko Wahyu Harianto, mengatakan, pihaknya bersama tim telah memulai pemantauan awal terhadap hewan kurban yang mulai berdatangan.
Pemeriksaan menjadi bagian dari upaya menjaga kualitas serta kesehatan hewan sebelum dijual kepada masyarakat.
“Beberapa waktu lalu kami bersama tim sudah mulai melakukan pemantauan dan pengecekan hewan kurban yang masuk ke Berau. Ini masih tahap awal,” ujarnya diwawancara kemarin (21/4).
Ia menjelaskan, dalam rentang satu hingga dua pekan sebelum hari raya, intensitas pemeriksaan akan ditingkatkan, karena jumlah hewan yang datang umumnya mengalami lonjakan signifikan.
“Biasanya satu sampai dua minggu menjelang Iduladha, arus masuk hewan kurban mulai ramai. Di waktu itulah kami akan lebih intens melakukan pengawasan,” jelasnya.
Menurut Eko, Kabupaten Berau sejatinya memiliki beberapa wilayah yang menjadi sentra peternakan lokal. Untuk ternak sapi, terdapat di Kampung Sukan dan Kampung Samburakat. Sementara Kampung Pesayan dikenal sebagai sentra pengembangan kambing.
Keberadaan sentra peternakan tersebut dinilai cukup membantu memenuhi sebagian kebutuhan masyarakat Berau saat musim kurban tiba.
Meski demikian, kebutuhan hewan kurban dalam jumlah besar masih banyak dipasok dari luar daerah, terutama dari Sulawesi.
“Untuk kebutuhan kurban di Berau sebagian besar masih didatangkan dari Sulawesi. Beberapa pekan ke depan diperkirakan akan semakin banyak hewan yang masuk,” tuturnya.
Selain pasokan reguler, tahun ini juga katanya ada kabar baik, di mana adanya bantuan hewan kurban dari pemerintah pusat.
Kabupaten Berau akan menerima satu ekor sapi Bantuan Kemasyarakatan (Banmas) dari Presiden Republik Indonesia dengan bobot mencapai 1 ton.
Bantuan tersebut diharapkan dapat memberi manfaat bagi masyarakat sekaligus menambah semarak perayaan Iduladha tahun ini.
“DTPHP Berau pun mengimbau masyarakat agar membeli hewan kurban di tempat penjualan resmi dan memastikan hewan telah diperiksa petugas. Dengan begitu, hewan yang dikurbankan benar-benar sehat, aman, dan sesuai syariat,” pungkasnya.
Wakil Ketua Komisi II DPRD Berau, Arman Nofriansyah, mengingatkan DTPHP agar dapat turun langsung ke lapangan dan mengecek secara langsung hewan kurban yang ada.
“Karena memang ini harus jadi perhatian sehingga seluruh hewan kurban dinyatakan sehat,” sebut dia.
Dia menekankan jangan sampai adanya penyakit yang ditimbulkan dari hewan kurban luar daerah menular ke hewan kurban lokal.
“Sangat bahaya jika hewan kurban yang luar daerah itu menyebarkan penyakit pada hewan kurban masyarakat,” pintanya.
Sehingga dengan adanya hal ini, dirinya meminta agar seluruh OPD dapat segera turun ke lapangan dan tidak sepelekan hal ini.
“Tentunya bisa dilakukan mulai sekarang, karena memang sudah ada banyak hewan kurban yang datang,” katanya.
Hal senada disampaikan Anggota Komisi II DPRD Berau, Sutami. Dia menyebut memang Berau sudah ada sentra atau tempat peternakan hewan kurban.
Tetapi memang menurut dia jumlah tersebut masih belum ideal untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Memang saat ini banyak hewan kurban itu di kirim dari Sulawesi dan memang kebutuhan di Berau juga banyak,” ucapnya.
Sehingga untuk mengatasi hal tersebut, OPD bisa mencari cara agar kebutuhan hewan kurban dapat terpenuhi.
“Agar kita tidak perlu lagi untuk mendapat kiriman hewan kurban dan peternak lokal bisa merasakan hasilnya,” pungkas dia. (aky/sam)
Editor : Nurismi