BERAU POST – Kebakaran melanda sebuah bangunan kantor di Jalan Haji Aji Raden Muhammad (HARM) Ayoeb pada Sabtu (18/4) dini hari.
Peristiwa yang terjadi saat sebagian besar warga masih terlelap itu diduga dipicu arus pendek listrik yang berasal dari bagian plafon ruang tengah bangunan.
Kepala Dinas Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Berau, Rakhmadi Pasarakan, mengungkapkan, pihaknya menerima laporan kejadian pada pukul 04.05 Wita.
Sementara berdasarkan informasi di lapangan, api diketahui mulai muncul sekitar pukul 03.50 Wita.
“Kami menerima laporan pukul 04.05 Wita, tim langsung menuju lokasi dan api berhasil dipadamkan 04.56 Wita,” ujarnya Sabtu (18/4).
Begitu menerima laporan, tim pemadam langsung bergerak cepat menuju lokasi kejadian. Upaya pemadaman dilakukan dengan mengerahkan lima unit truk tangki air dengan kapasitas berbeda.
Satu unit mobil peralatan, serta Regu 4 sebagai tim penanganan di lapangan. Api berhasil dikendalikan kurang dari satu jam sejak laporan diterima, sehingga tidak merembet ke bangunan lain di sekitarnya.
Bangunan yang terbakar diketahui merupakan kantor milik PT TS. Kondisi bangunan dilaporkan mengalami kerusakan berat akibat kobaran api yang cukup besar. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Rakhmadi menjelaskan, api pertama kali diketahui oleh penjaga malam yang bertugas di lokasi. Dari keterangan awal, sumber api diduga berasal dari korsleting listrik yang muncul di bagian plafon ruang tengah.
“Dugaan sementara api dipicu korsleting listrik dari plafon ruang tengah, pertama kali diketahui oleh penjaga malam di lokasi,” katanya.
Daei peristiwa ini, dia mengimbau masyarakat baik perorangan maupun badan usaha, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, khususnya yang disebabkan oleh instalasi listrik yang tidak memenuhi standar.
“Pastikan memiliki APAR dan jaringan listrik aman sesuai standar agar bisa mencegah kebakaran sejak dini,” tegasnya.
Menanggapi kejadian tersebut, Anggota Komisi I DPRD Berau, Peri Kombong, mendorong adanya edukasi yang lebih masif kepada masyarakat terkait pencegahan kebakaran. Menurutnya, kesadaran masyarakat menjadi kunci utama dalam meminimalisasi risiko kebakaran.
“Kami dorong edukasi masif agar masyarakat paham langkah pencegahan mandiri, terutama di rumah dan perkantoran,” ujarnya Minggu (19/4).
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya pengawasan terhadap ketersediaan dan kelayakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), baik di lingkungan perkantoran maupun permukiman warga.
“Pengawasan APAR perlu dilakukan, karena kesiapsiagaan menghadapi situasi darurat sangat penting untuk mencegah kerugian lebih besar,” tukasnya.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bahwa potensi kebakaran bisa terjadi kapan saja, terutama akibat kelalaian atau kondisi instalasi listrik yang tidak terawat.
Oleh karena itu, langkah pencegahan dan kesiapsiagaan menjadi hal yang tidak bisa diabaikan. (sen/sam)
Editor : Nurismi