Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Tinjau TPA Bujangga, DLHK Berau Siapkan Strategi Baru Kelola Sampah di Pintu Gerbang Wisata Kaltim

Nurismi • Sabtu, 11 April 2026 | 15:30 WIB
DITINJAU: Kepala DLHK Berau, Zulkifli Azhari, saat meninjau lokasi TPA Bujangga untuk memetakan langkah yang akan diambil ke depan. (DLHK UNTUK BERAU POST)
DITINJAU: Kepala DLHK Berau, Zulkifli Azhari, saat meninjau lokasi TPA Bujangga untuk memetakan langkah yang akan diambil ke depan. (DLHK UNTUK BERAU POST)

BERAU POST – Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Berau berkomitmen membenahi penanganan sampah sebagai langkah mendukung terwujudnya Berau sebagai daerah tujuan wisata yang bersih.

Kepala DLHK Berau, Zulkifli Azhari, menegaskan bahwa pembenahan penanganan sampah menjadi langkah mendesak yang tidak bisa ditunda.

Menurutnya, persoalan kebersihan memiliki kaitan erat dengan citra daerah, terlebih Berau dikenal sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Kalimantan Timur.

Kondisi lingkungan yang bersih dinilai menjadi faktor penting dalam menarik minat wisatawan.

“Penanganan sampah ini sifatnya mendesak, jadi harus segera kita benahi secara maksimal untuk menunjang sektor pariwisata. Kita ingin Berau dikenal sebagai daerah yang bersih,” ungkapnya, Jumat (10/4).

Ia juga mengajak masyarakat ikut ambil bagian dalam menjaga kebersihan lingkungan. Salah satu langkah sederhana yang dapat dilakukan adalah mengolah sampah sejak dari rumah tangga.

Kesadaran masyarakat kata dia, menjadi fondasi utama dalam menciptakan sistem pengelolaan sampah yang efektif. Tanpa dukungan warga, berbagai program yang dijalankan pemerintah tidak akan berjalan maksimal.

Dalam rangka melihat kondisi riil di lapangan, pihaknya juga telah melakukan kunjungan ke lokasi pengelolaan sampah yakni Tempat Pengolahan Akhir (TPA) Bujangga, belum lama ini. Itu sebagai langkah awal dalam memetakan berbagai persoalan yang ada.

Sejumlah aspek menjadi perhatian dalam peninjauan tersebut. Mulai dari sistem pengelolaan yang diterapkan, kapasitas tampung TPA, hingga kondisi infrastruktur pendukung yang ada di lokasi.

Hasil dari kunjungan ini nantinya akan menjadi dasar dalam merumuskan strategi penanganan sampah ke depan.

Pemerintah daerah ditegaskannya, ingin memastikan setiap kebijakan yang diambil benar-benar sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

Zulkifli juga menekankan bahwa persoalan sampah merupakan salah satu prioritas utama yang harus segera ditangani secara serius dan berkelanjutan. Ia tidak menampik bahwa tantangan yang dihadapi cukup kompleks.

“Penanganan sampah ini memang jadi perhatian utama saya,” ujarnya.

Ia menilai, langkah awal yang dilakukan saat ini sangat penting sebagai bahan untuk memperkuat koordinasi lintas sektor. Tidak hanya DLHK, tetapi juga melibatkan berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

“Dari hasil awal ini nanti kita koordinasikan lebih lanjut dengan OPD terkait,” katanya.

Lebih jauh, Zulkifli menekankan bahwa penanganan sampah tidak bisa dibebankan hanya kepada satu instansi. Diperlukan kolaborasi dan sinergi dari berbagai pihak.

Pemerintah daerah, sektor swasta, hingga masyarakat harus bergerak bersama. Setiap pihak memiliki peran masing-masing dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.

“Penanganan sampah ini tidak bisa hanya mengandalkan DLHK, semua pihak harus terlibat dan saling mendukung,” tegasnya.

Pendekatan terpadu juga dinilai menjadi kunci dalam menyelesaikan persoalan ini. Selain peningkatan kesadaran masyarakat, dukungan infrastruktur yang memadai sangat dibutuhkan.

Kebijakan yang tepat sasaran juga harus disiapkan agar program pengelolaan sampah dapat berjalan efektif. Evaluasi dari kondisi eksisting akan menjadi pijakan dalam menyusun langkah strategis.

Zulkifli berharap, hasil dari kunjungan tersebut segera ditindaklanjuti dalam bentuk kebijakan konkret. Dengan begitu perbaikan sistem pengelolaan sampah bisa segera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“Kita berharap dalam waktu dekat sudah ada langkah strategis yang bisa diambil berdasarkan hasil peninjauan ini,” pungkasnya.

Adapun di lain kesempatan Bupati Berau, Sri Juniarsih, menyampaikan, capaian sektor pariwisata menunjukkan tren positif.

Bahkan, pada momentum libur Lebaran tahun ini jumlah kunjungan wisatawan tercatat sebagai yang tertinggi dalam lima tahun terakhir.

“Rekor kunjungan wisata tertinggi dalam lima tahun terakhir terjadi pada libur Lebaran tahun ini, dengan jumlah mencapai 91.927 orang,” ungkapnya.

Menurutnya, peningkatan jumlah kunjungan tersebut tidak terlepas dari berbagai upaya yang telah dilakukan pemerintah daerah, mulai dari pembenahan infrastruktur hingga penguatan promosi wisata.

Salah satu faktor utama yang mendukung adalah optimalisasi infrastruktur jalan. Perbaikan akses transportasi darat, khususnya menuju wilayah pesisir selatan seperti Talisayan dan Biduk-Biduk, dinilai sangat membantu mobilitas wisatawan antar destinasi.

Selain itu, daya tarik objek wisata ikonik juga masih menjadi magnet utama. Destinasi unggulan seperti Labuan Cermin dan Danau Tulung Ni Lenggo tetap menjadi tujuan favorit wisatawan, terutama saat musim liburan.

Di sisi lain, efektivitas promosi digital juga memberikan kontribusi signifikan. Publikasi visual yang masif melalui media sosial, baik oleh pemerintah maupun komunitas kreatif, mampu meningkatkan daya tarik dan jangkauan promosi wisata Berau hingga ke luar daerah.

Kesiapan sumber daya manusia di tingkat lokal juga turut menjadi penopang. Peran aktif Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dalam pengelolaan fasilitas, keamanan, hingga pelayanan di objek wisata dinilai mampu mengimbangi lonjakan jumlah pengunjung.

Tak hanya itu, peningkatan kapasitas akomodasi lokal juga menjadi faktor penting. Pertumbuhan homestay dan penginapan di sekitar destinasi wisata membantu menampung wisatawan yang datang dalam jumlah besar.

Pemerintah daerah juga terus mendorong diversifikasi destinasi wisata. Munculnya objek wisata baru serta pengembangan desa wisata memberikan alternatif pilihan bagi pengunjung, sehingga tidak hanya terfokus pada kawasan kepulauan seperti Maratua dan Derawan.

Ia menegaskan, dengan tingginya angka kunjungan tersebut, upaya menjaga kebersihan dan kualitas lingkungan menjadi semakin penting.

Menurutnya, keberhasilan menarik wisatawan harus diimbangi dengan kesiapan daerah dalam menjaga kebersihan, kenyamanan, dan kelestarian lingkungan.

“Pariwisata yang maju harus didukung lingkungan yang bersih dan tertata. Ini menjadi tanggung jawab bersama,” tegasnya. (aja/sam)

Editor : Nurismi
#pariwisata #DLHK Berau #bersih