Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Dramatis! Seorang Anak Terjebak Kebakaran di Sambaliung Berhasil Dievakuasi Warga dari Kepungan Api

Nurismi • Sabtu, 11 April 2026 | 15:10 WIB
PEMADAMAN: Tim gabungan dibantu masyarakat saat melakukan pemadaman kemarin. (ARTA KUSUMA YUNANDA/BP)
PEMADAMAN: Tim gabungan dibantu masyarakat saat melakukan pemadaman kemarin. (ARTA KUSUMA YUNANDA/BP)

BERAU POST – Peristiwa kebakaran menghanguskan satu unit rumah warga di Jalan Raja Alam I, RT 002, Kelurahan Sambaliung, Jumat (10/4) pagi.

Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 09.00 Wita itu sempat memicu kepanikan warga, bahkan nyaris menelan korban jiwa. Salah seorang anak dilaporkan sempat terjebak di dalam rumah saat api mulai membesar.

Kapolsek Sambaliung, AKP Ridwan Lubis, menjelaskan, kebakaran diduga kuat dipicu oleh korsleting listrik pada instalasi kabel di bagian atap rumah.

Api dengan cepat menjalar dari area kamar tidur yang berada di tengah bangunan hingga melahap sebagian besar bagian dalam rumah.

“Dugaan sementara akibat korsleting listrik di bagian atas rumah, tepatnya di instalasi kabel pada plafon,” ujarnya.

Rumah milik Lilis Suryani (56) menjadi bangunan yang paling parah terdampak. Sekitar 90 persen bagian rumah dilaporkan hangus terbakar, hanya menyisakan sebagian dinding.

Sementara itu, dua rumah di sekitarnya ikut terdampak ringan dengan tingkat kerusakan sekitar 5 persen akibat paparan panas dan percikan api.

Kronologi kejadian bermula saat dua saksi, Aldo (25) dan Helfi (16) melihat kobaran api muncul dari bagian atap di dalam kamar tidur.

Menyadari bahaya yang mengancam, keduanya langsung bergegas keluar rumah untuk memberi tahu penghuni dan warga sekitar.

“Dalam situasi yang semakin genting, seorang anak sempat tertinggal di dalam rumah saat api mulai membesar. Beruntung, warga sekitar dengan sigap melakukan evakuasi mandiri sehingga anak tersebut berhasil diselamatkan dalam kondisi hidup. Meski selamat, ia mengalami luka ringan pada bagian rambut akibat paparan panas,” tuturnya.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka berat, kerugian materiil akibat kejadian ini ditaksir mencapai Rp 300 juta.

“Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut guna memastikan penyebab pasti kebakaran. Sementara itu, warga diimbau untuk lebih waspada terhadap instalasi listrik di rumah masing-masing guna mencegah kejadian serupa terulang,” tutupnya.

Terpisah, Kepala Bidang Pemadaman dan Penyelamatan Disdamkarmat Berau, Nofian Hidayat, mengungkapkan bahwa pihaknya langsung mengerahkan sejumlah armada setelah menerima laporan.

“Begitu mendapat laporan, kami langsung turunkan sekitar delapan unit armada, dibantu BPBD, PLN, Polsek, Koramil, dan PMI,” jelasnya.

Sebanyak kurang lebih 28 personel dengn sembilan unit mobil damkar diterjunkan untuk menjinakkan api. Proses pemadaman berlangsung sekitar satu jam, dengan menggunakan metode liquid foam atau cairan berbasis sabun yang efektif menutup suplai oksigen pada sumber api.

“Berkat kerja cepat petugas gabungan dan bantuan masyarakat, kobaran api berhasil dipadamkan sepenuhnya sekitar pukul 10.30 Wita,” katanya.

“Setelah itu, petugas masih melakukan proses pendinginan dan pembersihan untuk memastikan tidak ada bara api tersisa yang berpotensi memicu kebakaran susulan,” sambungnya.

"Mobil damkar semua langsung kami turunkan untuk memastikan agar api tidak merembet ke rumah lain,” ucapnya.

Kejadian ini diharapkannya menjadi pengingat bahwa potensi kebakaran dapat terjadi kapan saja. Sehingga dirinya meminta kepada masyarakat untuk dapat selalu berhati-hati.

“Kita selalu tekankan masyarakat untuk terus waspada. Karena banyak penyebab terjadinya kebakaran, sehingga kita tetap terus waspada akan masalah ini,” pungkasnya. (aky/sam)

Editor : Nurismi
#rumah warga #kebakaran #damkar