BERAU POST – Ketua Komisi I DPRD Berau, Elita Herlina, ingatkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau teliti dalam setiap menyelenggarakan kegiatan, termasuk halnya pemberian seragam gratis yang akan diselenggarakan tahun ini.
Dalam hal ini, dia menegaskan agar pendataan yang sedang dilakukan benar-benar dilakukan secara riil terhadap kebutuhan.
“Kalau ukurannya tidak pas kan sayang juga, jadi memang harus teliti,” ujarnya diwawancara Berau Post kemarin (9/4).
Dinas Pendidikan (Disdik) dalam penyalurannya pun diingatkannya harus benar-benar memperhatikan dalam penyalurannya, agar anak-anak Berau dapat merasakan makna program ini secara adil dan merata.
Dirinya berharap program ini benar-benar mampu meringankan beban, serta mendorong semangat peserta didik.
“Yang terpenting, pendataannya teliti, sampai pada penyalurannya juga dipastikan tepat,” ingatkannya.
Adapun Kepala Disdik Berau, Mardiatul Idalisah, menjelaskan, dalam hal penyaluran, Disdik Berau memastikan proses distribusi akan dilakukan secara langsung tanpa melalui perantara.
Sekolah akan menginput data siswa melalui sistem berbasis tautan (link), termasuk ukuran seragam yang dibutuhkan.
“Penyalurannya melalui link, siapa saja dan ukuran, sampai di tempat, tidak melalui perantara,” katanya belum lama ini.
Dengan sistem ini, diharapkan penyaluran bantuan dapat lebih tepat sasaran dan sesuai kebutuhan masing-masing siswa.
Bahkan, kemungkinan adanya variasi jenis batik di tiap sekolah juga terbuka, sesuai dengan kebijakan dan identitas sekolah masing-masing.
“Kemungkinan satu sekolah bisa dua jenis batik, yang sudah diatur sekolah masing-masing,” tukasnya.
Adapun program ini dirincikannya, dilaksanakan dengan total anggaran mencapai sekitar Rp 16 miliar, dengan rincian Rp 9 miliar untuk tingkat SD dan Rp 7 miliar untuk tingkat SMP.
Anggaran tersebut telah tersedia dan diperuntukkan khusus bagi siswa baru. Saat ini, pihaknya masih melakukan pendataan jumlah penerima secara rinci berdasarkan rombongan belajar (rombel) di masing-masing satuan pendidikan.
“Anggarannya sudah siap, karena itu untuk siswa baru, kita belum tahu bagaimana jumlahnya, kami baru hitung estimasi dari SD-SMP,” ujarnya.
Ia menjelaskan, proses pendataan masih berlangsung untuk memastikan kebutuhan seragam berdasarkan jumlah siswa laki-laki dan perempuan. Data tersebut menjadi dasar dalam menentukan jumlah dan jenis seragam yang akan didistribusikan.
“Kita masih petakan berapa laki-laki atau perempuan,” tambahnya.
Mardiatul menegaskan, untuk tingkat SD dan SMP tidak ada kendala dalam penganggaran. Namun, khusus untuk jenjang Taman Kanak-Kanak (TK), alokasi anggaran baru akan dimasukkan dalam APBD Perubahan karena adanya kendala teknis pada rekening anggaran.
“Yang jelas anggarannya sudah ada, kecuali TK itu anggarannya di APBD Perubahan,” jelasnya.
Adapun jenis seragam yang akan diberikan mencakup beberapa kategori, di antaranya seragam nasional merah putih, seragam pramuka, hingga batik. Selain itu, bantuan juga meliputi perlengkapan sekolah lainnya guna mendukung kebutuhan siswa.
“Anggarannya sekitar Rp 9 miliar, ada batik, pramuka, merah putih, termasuk perlengkapan sekolah. Kalau SMP Rp 7 miliar,” ungkapnya.
Ia menambahkan, jenis seragam yang disiapkan telah disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku di sekolah. Pada dasarnya, terdapat beberapa jenis seragam yang wajib dimiliki siswa, termasuk seragam identitas sekolah dan batik.
“Seragam ada empat, ada seragam nasional, ada identitas sekolah, batik, itu umum untuk SD dan SMP,” bebernya. (sen/sam)
Editor : Nurismi