Efek Perang Iran-Israel: Harga Avtur Naik 70 Persen, Penerbangan Batik Air ke Berau Mulai Dibatalkan!

Nurismi • Dipublikasikan Rabu, 8 April 2026 | 18:20 WIB
IMBAS PERANG: Saat ini harga bahan bakar minyak jenis Avtur untuk kegiatan penerbangan mengalami kenaikan hingga 70 persen. (SENO/BP)
IMBAS PERANG: Saat ini harga bahan bakar minyak jenis Avtur untuk kegiatan penerbangan mengalami kenaikan hingga 70 persen. (SENO/BP)

BERAU POST – Gejolak konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel, mulai berdampak hingga ke sektor transportasi udara di daerah.

Lonjakan harga bahan bakar pesawat (avtur) yang disebut mencapai 70 persen, membuat potensi kenaikan harga tiket penerbangan ikut 'meroket'.

Kepala Badan Layanan Umum (BLU) Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas I Kalimarau, Patah Atabri, mengungkapkan bahwa dampak awal sudah mulai terasa, dengan adanya pembatalan salah satu penerbangan.

Maskapai Batik Air pada Selasa (7/4), terpaksa membatalkan jadwal penerbangannya dari dan menuju Berau.

“Penerbangan Batik Air dibatalkan karena low season dan juga dipengaruhi kenaikan harga avtur hingga 70 persen,” ujarnya Selasa (7/4).

Ia menjelaskan, pembatalan tersebut terjadi pada rute yang terhubung dengan Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, dan Bandara Internasional Juanda, Surabaya.

Meski demikian, hingga saat ini belum ada pengajuan resmi dari maskapai lain yang beroperasi secara reguler di Kalimarau terkait penyesuaian tarif maupun penyesuaian jadwal penerbangan.

Namun demikian, potensi kenaikan harga tiket sudah mulai dibahas di tingkat nasional. Pemerintah pusat melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian disebut telah mengkaji kemungkinan penyesuaian tarif tiket pesawat, sebagai dampak dari kenaikan harga avtur.

“Kenaikan tiket antara 9 sampai 13 persen, dan akan dibahas bersama Komisi V DPR RI,” katanya.

Patah menambahkan, pihaknya masih menunggu hasil keputusan resmi dari pembahasan tersebut. Pihak bandara pun berharap situasi global segera membaik, agar stabilitas harga bahan bakar kembali normal dan operasional penerbangan dapat berjalan tanpa tekanan biaya yang tinggi.

Untuk sementara, masyarakat diminta tetap memantau perkembangan kebijakan pemerintah terkait penyesuaian tarif penerbangan dalam waktu dekat.

“Kita tunggu hasil rapatnya, apakah disetujui atau tidak,” tambahnya.

Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Berau juga mulai merespons potensi kenaikan harga tiket ini. Bupati Berau, Sri Juniarsih, menyatakan pihaknya akan berupaya melakukan komunikasi dengan berbagai pihak guna mencari solusi agar dampak terhadap masyarakat bisa diminimalisasi.

Sebab, data penjualan tiket di laman seperti Traveloka misalnya, penerbangan dari Berau-Balikpapan yang biasanya berkisar antara Rp 600 ribu - Rp 700 ribu, kini sudah menunjukkan kenaikan yang cukup tinggi. Di mana harga jualnya kini di antara Rp 800 ribu - Rp 1 juta.

“Kita coba komunikasi dengan stakeholder di tingkat provinsi, ini kan beban juga bagi masyarakat,” tuturnya.

Ia mengakui bahwa informasi terkait kenaikan harga tiket sudah mulai terdengar di masyarakat. Oleh karena itu, koordinasi lintas sektor dinilai penting, termasuk dengan pemerintah provinsi dan otoritas penerbangan.

“Kita tidak janji, tapi akan kita komunikasikan, siapa tahu bisa ditekan,” ucapnya.

Sri Juniarsih juga berharap adanya peran dari pemerintah provinsi untuk ikut menjembatani komunikasi terkait harga avtur yang menjadi salah satu faktor utama dalam pembentukan tarif tiket pesawat.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa kondisi ini tidak hanya berdampak secara lokal, tetapi juga merupakan imbas dari situasi global yang memengaruhi harga energi dunia.

“Harapan kita gejolak perang di luar sana bisa segera mereda agar harga kembali normal,” tukasnya.

Kondisi ini menjadi perhatian serius, mengingat transportasi udara merupakan salah satu akses utama keluar masuk Kabupaten Berau.

Jika kenaikan harga tiket benar-benar terjadi, dikhawatirkan akan berdampak pada mobilitas masyarakat hingga sektor pariwisata dan ekonomi daerah. (sen/sam)

Editor : Nurismi
Avtur pembatalan kenaikan harga tiket