Jadi Wisata Unggulan Tapi Fasilitas Minim! TPS 3R Pulau Derawan Belum Maksimal Akibat Kurang Mesin Pres

Nurismi • Dipublikasikan Senin, 6 April 2026 | 18:10 WIB

 

BELUM OPTIMAL: Pengelolaan sampah melalui TPS 3R di Pulau Derawan belum berjalan maksimal karena peralatan pendukung belum lengkap. (ISTIMEWA)
BELUM OPTIMAL: Pengelolaan sampah melalui TPS 3R di Pulau Derawan belum berjalan maksimal karena peralatan pendukung belum lengkap. (ISTIMEWA)

BERAU POST - Upaya pengelolaan sampah di Kampung Pulau Derawan, masih menghadapi sejumlah tantangan meski telah memiliki fasilitas Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R).

Hingga kini, operasionalnya belum berjalan optimal akibat keterbatasan sarana pendukung yang belum sepenuhnya terpenuhi.

Kepala Kampung Pulau Derawan, Indra Mahardika, mengungkapkan, meskipun TPS 3R telah dioperasikan, pelaksanaannya di lapangan masih jauh dari maksimal.

Pihak kampung sebenarnya sudah mulai menjalankan kegiatan pengelolaan sampah. Namun, keterbatasan fasilitas seperti mesin pres dan mesin pencacah plastik membuat proses tersebut belum dapat berjalan secara optimal.

“Setelah diresmikan kita sudah mulai bergerak. Tetapi memang belum maksimal karena ada beberapa peralatan yang belum tersedia,” ujarnya.

Sebagai langkah awal, pemerintah kampung melibatkan 20 Kepala Keluarga (KK) sebagai percontohan. Pendekatan ini dilakukan untuk melihat pola pengelolaan yang paling efektif sebelum diterapkan secara lebih luas.

Dijelaskan, dari program percontohan tersebut sudah mulai terlihat adanya perubahan perilaku masyarakat, terutama dalam memilah jenis sampah tertentu seperti botol plastik dan kardus. Meski begitu, proses pengolahan lanjutan masih terkendala minimnya fasilitas pendukung.

“Baru 20 KK yang kita jadikan sampel. Kita pelajari dulu pola pengelolaannya, sambil menunggu fasilitas yang masih kurang,” katanya.

Sementara itu, untuk masyarakat di luar program percontohan, sistem pengelolaan sampah masih dilakukan dengan cara lama. Sampah dikumpulkan dan kemudian diangkut ke luar wilayah Pulau Derawan.

Namun kesadaran masyarakat mulai tumbuh, terlihat dari adanya upaya pemilahan sampah meskipun masih dalam tahap awal.

“Untuk sementara masih dibuang seperti biasa, disebrangkan ke luar. Tapi saat proses bongkar muat, sudah ada yang mulai memilah,” tambahnya.

Pihaknya berharap adanya tambahan dukungan, khususnya dalam pengadaan peralatan utama seperti mesin pencacah dan mesin pres.

Bantuan sebelumnya dari NGO memang sudah ada, namun dinilai belum mencukupi untuk menunjang operasional TPS 3R secara menyeluruh.

Di sisi lain, perhatian terhadap persoalan ini juga datang dari DPRD Berau. Anggota Komisi III, Saga, menilai bahwa operasional TPS 3R di Pulau Derawan harus segera dimaksimalkan.

Ia meminta seluruh pihak terkait untuk membantu memenuhi komitmen dalam melengkapi fasilitas yang masih kurang.

“Kita minta ini dimaksimalkan. Kalau memang masih ada kekurangan, segera dilengkapi sesuai komitmen,” tegasnya.

Saga menekankan, pengelolaan sampah di Pulau Derawan tidak bisa dilakukan secara setengah-setengah. Sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Kabupaten Berau, kebersihan dan pengelolaan lingkungan menjadi aspek yang sangat krusial.

Menurutnya, citra Pulau Derawan sebagai tujuan wisata akan sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungannya. Oleh karena itu, sistem pengelolaan sampah harus berjalan secara menyeluruh dan berkelanjutan.

“Ini kawasan wisata, jadi harus benar-benar bersih dan tertata. Penanganan sampah tidak boleh separuh-separuh,” ujarnya.

Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya peran pemerintah daerah dalam mendukung keberlangsungan TPS 3R, baik dari sisi penyediaan fasilitas maupun penguatan sistem pengelolaan di lapangan. Dukungan lintas sektor dinilai menjadi kunci dalam menyelesaikan persoalan sampah di kawasan tersebut.

Dengan adanya kolaborasi antara pemerintah kampung, pemerintah daerah, serta pihak-pihak terkait lainnya, Sa’ga berharap pengelolaan sampah di Pulau Derawan dapat segera berjalan optimal dan memberikan dampak nyata bagi kebersihan lingkungan.

“Harapan kita semua pihak bisa serius, sehingga penanganan sampah di Derawan benar-benar maksimal,” pungkasnya. (aja/sam)

Editor : Nurismi
pulau derawan TPS3R pengelolaan sampah