BERAU POST – Warga pesisir Kabupaten Berau dibuat geger oleh penemuan benda mencurigakan yang diduga merupakan puing satelit di perairan Pulau Semama, Kecamatan Pulau Derawan, Sabtu (27/3) sekitar pukul 10.00 Wita.
Temuan ini sontak menarik perhatian masyarakat setempat hingga aparat keamanan, mengingat bentuk dan tanda pada benda tersebut disebut menyerupai komponen teknologi luar angkasa.
Kapolsek Pulau Derawan, AKP Iwan Purwanto, mengungkapkan bahwa puing tersebut pertama kali ditemukan oleh seorang nelayan bernama Juhan alias Kudik (46).
Saat itu, Juhan tengah mengantar tamu dalam sebuah perjalanan wisata laut di sekitar Pulau Semama.
“Awalnya saksi melihat benda asing yang mengapung dan tampak tidak biasa. Karena bentuknya mencurigakan, ia menduga itu adalah bagian dari satelit,” jelas AKP Iwan kemarin (19/3).
Merasa penasaran, Juhan kemudian kembali ke lokasi pada malam harinya sekitar pukul 20.30 Wita bersama rekannya, Rifki alias Tutung (21).
Menggunakan kapal, keduanya berupaya mengevakuasi benda tersebut dengan cara menggandengnya perlahan menuju daratan. Upaya mereka membuahkan hasil.
Puing misterius itu berhasil dibawa ke Pulau Derawan dan kini diamankan. Sejak berada di darat, benda tersebut langsung menjadi perhatian warga yang ingin melihat dari dekat.
“Mendapat laporan tersebut, pihak personel segera turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan serta meminta keterangan dari para saksi. Hingga kini, tim masih melakukan penyelidikan lebih lanjut guna memastikan asal-usul benda tersebut, termasuk kemungkinan keterkaitannya dengan satelit luar angkasa,” tuturnya.
“Kami masih melakukan pendalaman dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan apakah benda tersebut benar bagian dari satelit atau bukan,” tambahnya.
Di sisi lain, beredarnya informasi bahwa puing tersebut memiliki logo bertuliskan huruf Tiongkok semakin menambah spekulasi di tengah masyarakat.
Namun demikian, pihak kepolisian menegaskan bahwa hal tersebut masih perlu dikaji secara ilmiah dan teknis oleh instansi berwenang.
Iwan juga mengimbau masyarakat untuk tidak mendekati, memindahkan, atau menyentuh benda tersebut sebelum ada kepastian resmi.
Dikhawatirkan, material yang terkandung di dalamnya dapat membahayakan keselamatan.
“Kami minta masyarakat tetap tenang dan tidak berspekulasi. Serahkan sepenuhnya penanganan kepada petugas yang berwenang,” tegasnya. (aky/sam)
Editor : Nurismi